Ajaib
Menu

Berita

Sektor Konsumsi Primer Tertinggal dari IHSG, Ini Faktor Penekan dan Peluangnya

GloriaDecember 18, 2025

Sektor Konsumsi Primer Tertinggal dari IHSG, Ini Faktor Penekan dan Peluangnya

Performa indeks sektor konsumsi primer tercatat menjadi yang terendah dibandingkan sektor lainnya sejak awal tahun. Hingga 17 Desember 2025, sektor ini hanya mampu naik +8,4% secara year to date (YtD), jauh tertinggal dari kinerja IHSG yang melesat +22,6% YtD. Tekanan utama datang dari depresiasi nilai tukar rupiah yang mendorong kenaikan cost of goods sold (COGS), terutama bagi emiten dengan ketergantungan tinggi pada bahan baku impor. Kenaikan biaya tersebut menekan margin laba dan berdampak langsung pada profitabilitas emiten di sektor konsumsi primer.

Selain tekanan biaya, pelemahan rupiah juga memperberat beban emiten yang memiliki liabilitas atau global bond dalam mata uang asing. Rugi selisih kurs turut menekan kinerja bottom line, tercermin dari pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar. Saham ICBP tercatat turun -25,84% YtD, sementara INDF melemah -9,36% YtD. Tekanan pada ICBP semakin besar setelah keluarnya saham tersebut dari indeks MSCI edisi November 2025, yang memicu arus keluar dana asing dengan nilai mencapai sekitar Rp2,9 triliun sejak awal tahun.

Dari sisi permintaan, kinerja sektor konsumsi juga dipengaruhi oleh pelemahan daya beli masyarakat. Hal ini tercermin dari perlambatan pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) yang berada di bawah 6% yoy pada semester I/2025, sebelum kembali menunjukkan perbaikan dengan naik ke atas 6% yoy pada periode Juli hingga Oktober 2025. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas konsumsi domestik sempat tertahan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga berdampak pada kinerja penjualan emiten konsumsi primer.

Ke depan, peluang pemulihan sektor konsumsi primer masih terbuka meskipun BI-Rate dipertahankan di level 4,75%. Stimulus fiskal pemerintah diharapkan dapat menopang konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan pendapatan emiten secara bertahap. Investor juga dapat mencermati saham-saham yang berpotensi terdampak langsung oleh program pemerintah sebagai katalis perbaikan kinerja sektor ini.

Beberapa saham yang dapat diperhatikan dari sisi teknikal antara lain:

SahamClosing PriceTarget Harga (Resistance)Support
JPFARp2.770Rp3.000Rp2.600
AMRTRp1.910Rp2.000Rp1.850

Pergerakan harga saham-saham tersebut dapat menjadi indikator awal pemulihan sektor konsumsi primer secara bertahap, seiring membaiknya sentimen domestik dan dukungan kebijakan pemerintah.

Pantau Peluang Saham Konsumsi

Ingin mencermati peluang rebound sektor konsumsi dan menyusun strategi trading yang lebih terukur? Gunakan Ajaib untuk memantau pergerakan saham, analisis teknikal, dan mengeksekusi transaksi dengan mudah sesuai profil risikomu.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!