Analisa Saham, Saham

Begini Kondisi Perusahaan Saham KOIN Setelah Merugi di 2020

Sumber: Kokoh Inti Arebama

Ajaib.co.id – PT Kokoh Inti Arebama Tbk (kode saham KOIN) merupakan perusahaan yang didirikan pada tanggal 06 Juli 2001. Perusahaan kemudian memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2004.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan KOIN bergerak dalam bidang perdagangan dan pendistribusian bahan-bahan bangunan.

Aktivitas usaha utama KOIN yakni di bidang perdagangan, distributor, eksportir dan importir dari segala macam barang dagangan (terutama keramik keramik, genteng, granit, sanitari, cat, gypsum, pelapis anti bocor dan semen instan).

Fokus utama bisnis perusahaan ini sendiri yakni untuk mendistribusikan produk keramik lantai, keramik dinding dan genteng yang dikeluarkan oleh Keramik Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS), PT KIA Serpih Mas dan PT KIA Keramik Mas dengan merek produk KIA dan Impresso, produk granit dengan merek LAURENZA beserta menjual produk SCG Readymix.

Kemudian, pada tanggal 31 Maret 2008, KOIN mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Pernyataan ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KOIN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp170,- per saham dan disertai sebanyak 150.000.000 Waran Seri I. Saham Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 April 2008.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham KOIN.

Pandemi Bikin Bisnis KOIN Makin Merugi di 2020

Distributor keramik dan semen, PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) membukukan penjualan sebesar Rp531,61 miliar pada paruh pertama tahun 2020. Perolehan tersebut turun 28,42% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp742,77 miliar.

Rincian dari pendapatan usaha tersebut terdiri dari, penjualan keramik berkontribusi sebesar Rp254,78 miliar atau 40,14% lebih rendah dari penjualan keramik pada semester I tahun lalu Rp425,65 miliar. 

Kemudian, penjualan semen sak menyumbang Rp168,63 miliar, granito sebesar Rp65,64 miliar, bata ringan senilai Rp41,80 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp734,55 juta.

Sehingga, laba bruto KOIN tercatat memperoleh Rp69,53 miliar atau 20,97% lebih rendah jika dibandingkan dengan laba bruto KOIN pada semester pertama tahun 2019 Rp87,99 miliar. Kendati demikian, KOIN berhasil menekan beban umum dan administrasi serta beban penjualan.

Selain itu, perseroan juga memperoleh pendapatan dari selisih kurs Rp105,14 juta, padahal pada periode yang sama tahun lalu emiten ini harus menanggung rugi dari selisih kurs Rp252,80 juta. Ada Pula pendapatan lain-lain yang berhasil mengalami peningkatan sebesar 8,57% dari sebelumnya Rp788,28 juta menjadi Rp855,88 juta pada paruh pertama tahun 2020.

Kemudian, per kuartal IV 2020, pendapatan usaha terhitung menurun sebesar 10,6%. Pendapatan pada 2020 tercatat turun dari Rp1,6 triliun pada 2019 menjadi Rp1,4 triliun pada 2020. Sementara itu, untuk kerugian perusahaan pada 2020 justru meningkat tajam dari Rp18,6 miliar pada 2019 menjadi Rp41,1 miliar pada 2020. Artinya perusahaan menelan kerugian yang meningkat hingga 120% 

Bisnis MPPA Sudah Merugi Sejak 2017

Terlepas dari kondisi pandemi, emiten keramik dan semen, PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) memang sudah mencatatkan rugi sejak tahun buku 2017 hingga 2019. Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam jutaan rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Penjualan bersih1.618.0481.750.6491.605.317
Laba kotor181.042244.036270.900
Rugi bersih18.6439.99314.597

Dari data tersebut, secara penjualan KOIN mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir. Namun, masih dalam level yang stabil atau tidak signifikan. 

PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) tercatat membukukan penjualan sebesar Rp1,62 triliun hingga 31 Desember 2019. Perolehan ini terhitung turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,75 triliun.

Sementara itu, untuk rugi bersih perseroan meningkat menjadi Rp18,64 miliar pada 2019 dari rugi bersih sebesar Rp9,99 miliar pada 2018.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis KOIN saat ini sedang tidak sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA-2.86%
ROE-21.67%
NPM-1.15%
CR106.99%
DER658.29%

Bagaimana Prospek Bisnis KOIN Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Distributor keramik dan semen, PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) akan melakukan penambahan kegiatan usaha. Ekspansi bisnis tersebut meliputi supermarket bahan bangunan, online marketplace, dan e-retail business.

Perseroan memiliki rencana untuk membuka dua cabang supermarket bahan bangunan yang berlokasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2021 mendatang.

Berhubung dengan rencana perubahan kegiatan usaha ini, KOIN sudah menyiapkan capital expenditure (capex) yang bersumber dari arus kas internal. Sementara itu, dana yang dibutuhkan untuk pengembangan platform sebesar Rp500 juta, e-retail business membutuhkan dana Rp500 juta, dan supermarket bahan bangunan sekitar Rp14 miliar.

Selanjutnya, untuk kegiatan bidang usaha baru ini ditargetkan bisa beroperasional dan menghasilkan pendapatan untuk KOIN mulai kuartal kedua tahun 2021.

Manajemen KOIN memprediksi nantinya kegiatan usaha supermarket bahan bangunan akan berkontribusi 11% terhadap total pendapatan, online marketplace akan menyumbang 0,2%, dan e-retail business bakal meyumbang 0,3%. Sementara itu, sisa pendapatan sebesar 88,5% masih didapatkan dari kegiatan usaha distributor dan importir keramik serta semen.

Perseroan juga memiliki  sejumlah strategi yang telah disiapkan perusahaan ini untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Contohnya, pada kegiatan usaha Supermarket bahan bangunan, emiten saham KOIN akan memperluas toko retail baik secara online dan juga offline.

Kemudian, untuk online marketplace, KOIN akan melakukan komunikasi dengan pelanggan dan melibatkan diri sejak awal proses renovasi rumah, menyediakan sesi sharing, memberikan tema dan inspirasi dan berbagi pengetahuan melalui sosial media.

Selain itu, strategi perusahaan dalam usaha untuk meningkatkan kegiatan usaha distributor dan importir keramik dan semen, KOIN akan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi di bidang sales and marketing.

Melihat situasi keuangan dan bisnis perusahaan, investor sebaiknya terus memantau aksi korporasi perusahaan. Sekaligus pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait