Analisa Saham

Bedah Saham LUCY, Operator Klub Malam-nya Wulan Guritno

saham-lucy

Ajaib.co.id – Sejumlah emiten anyar di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik daun dengan menggandeng nama artis populer. Salah satunya adalah PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang mengangkat Wulan Guritno sebagai salah satu komisarisnya.

Bagaimana prospek saham operator klub malam ini? Mari kita pelajari bersama.

Profil Emiten LUCY

Berdiri sejak tahun 2011, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk bergerak dalam bidang jasa (consumer services). Perusahaan memiliki dan mengoperasikan restoran Lucy In The Sky, sebuah rooftop bar yang berlokasi di Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta.

Lima Dua Lima Tiga melaksanakan penawaran perdana di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Mei 2021 dengan kode saham LUCY. Harga penawaran perdana sebesar Rp100 per lembar.

Pada hari pertama resmi melantai di bursa saham, harga saham LUCY sempat melonjak hingga mencapai Rp121. Namun, pergerakannya langsung terperosok beruntun dalam hari-hari berikutnya. Harga saham LUCY sempat ditutup pada harga Rp48 per lembar dengan market cap sebesar Rp49,68 miliar.

Kepemilikan terbesar saham LUCY terbagi di antara tiga pemegang saham pengendali, yakni Felly Imransyah (30,87%), PT Calvin Rekapital Asia (20,00%), Surya Andarurachman Putra (16,52%). Sebanyak 32,61% saham sisanya berada di tangan masyarakat (publik).

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan LUCY per kuartal II/2021 menunjukkan bahwa perusahaan berhasil membukukan peningkatan penjualan yang cukup signifikan. LUCY juga berhasil mencatat laba, berkebalikan dengan kerugian yang sempat dialami pada kuartal II/2020.

Berikut rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya (dalam juta rupiah):

  II/2021 II/2020
Total Aset 46.851,86 15.958,27
Total Liabilitas 8.123,54 8.979,44
Total Ekuitas 38.728,32 6.978,82
Penjualan dan Pendapatan Usaha 6.339,63 4.318,87
Beban Pokok -2.230,89 -1.433,37
Laba Bruto 4.108,74 2.885,49
Laba/Rugi yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 328,25 -715,35

Total aset LUCY mengalami peningkatan drastis sehubungan dengan hal-hal seperti penerimaan dana IPO yang belum direalisasikan, pendapatan sponsor yang belum diterima, peningkatan pembelian persediaan, kenaikan biaya yang belum direalisasikan, dan beberapa faktor lain. Fluktuasi ini mungkin perlu dikesampingkan, karena bersifat singkat.

Dengan mengesampingkan faktor aset, kita dapat menghitung tiga rasio utama LUCY sebagai berikut:

Net Profit Margin (NPM): 5,18%

Debt Equity Ratio (DER): 20,98%

Current Ratio: 973,46%

Data-datanya terlihat cukup sehat. Rasio utang (DER) relatif rendah dan rasio lancar (Current Ratio) sangat tinggi. Marjin laba juga baik di atas ambang 5%. Namun, ada sejumlah pos negatif yang perlu diperhatikan oleh calon investor.

Arus kas (cash flow) dan laba operasional LUCY pada kuartal II/2021 malah defisit secara mengejutkan. Arus kas tercatat minus Rp9,05 miliar, sedangkan laba operasional minus Rp328,25 juta.

Bagaimana dengan kinerja keuangan LUCY pada tahun-tahun sebelumnya? Sayang sekali, dokumentasi tentang laporan keuangan lama tidak tersedia bagi publik karena LUCY baru IPO tahun ini.

Prospek Bisnis LUCY

LUCY berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk berekspansi. Ada tujuh gerai bar dan restoran baru yang akan dibuka dengan konsep ruang terbuka dan semi-terbuka dalam suasana tropical bohemian.

Konsep ini menangkap kecenderungan masyarakat pasca-pandemi yang lebih memilih tempat makan dan hangout di ruang terbuka. Seiring dengan memudarnya kekhawatiran terhadap Covid-19 kelak, bar-bar LUCY juga akan kedatangan lebih banyak pengunjung yang ingin hangout lagi bersama komunitasnya.  

Kesimpulan tentang Saham LUCY

Saham LUCY kurang menarik untuk berinvestasi di tengah krisis Covid-19 saat ini, karena beberapa faktor. Pertama, bisnisnya belum mampu beroperasi lancar akibat kebijakan pemerintah tentang pembatasan aktivitas sosial yang berubah-ubah.

Kedua, skala bisnisnya masih terlalu kecil dan mudah terpengaruh oleh faktor eksternal. Ketiga, arus kas dan laba operasional perusahaan masih negatif.

Apabila kamu tertarik untuk berinvestasi pada saham LUCY, ada baiknya menunggu setidaknya hingga rilis laporan keuangan akhir tahun 2021. Laporan tersebut akan mengungkap lebih jelas mengenai kondisi keuangan LUCY dan realisasi rencana pasca-IPO.

Artikel Terkait