Analisis Saham

Bedah Saham IPO BEER, Memiliki Special Competitive Advantage

Jobubu Jarum Minahasa (BEER)

Di awal tahun 2023 ini Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali kedatangan emiten dari Sektor Barang Konsumen Primer. Emiten yang satu ini memiliki usaha Industri Minuman. Per saat ini Perseroan juga sudah memiliki 3 kategori produk dan merupakan produk-produk legendaris. Emiten ini adalah PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER).

Profil Singkat Emiten

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) didirikan pada tahun 2018 dan berkedudukan di Perseroan berkedudukan di Kabupaten Minahasa Selatan dan beralamat kantor pusat di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Provinsi Sulawesi Utara.

Sejak didirikannya Perseroan sampai diterbitkannya Prospektus ini, kegiatan usaha utama Perseroan adalah di bidang industri minuman beralkohol hasil destilasi, industri minuman beralkohol hasil fermentasi anggur dan hasil pertanian lainnya, serta industri minuman beralkohol hasil fermentasi malt.

Perseroan mempunyai visi untuk menjadi perusahaan minuman beralkohol terkemuka di Indonesia yang memiliki reputasi global dengan tetap mengedepankan kearifan lokal demi menghasilkan citarasa dan kualitas produk yang terbaik. Guna mewujudkan visi tersebut, Perseroan senantiasa melakukan inovasi demi menghasilkan produk-produk yang berkualitas terbaik dengan citarasa yang selalu diterima dan disukai oleh masyarakat luas.

Saat sebelum melaksanakan proses Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), komposisi kepemilikan saham Perseroan terdiri atas PT Maju Minuman Minahasa (99,995%), dan Magdalena Warouw (0,005%).

Detail Rencana IPO Saham BEER

Saham BEER melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 800.000.000 lembar saham baru atas nama dengan nominal Rp10 setiap lembar saham, atau sama dengan 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp200 – Rp220. 

Perkiraan struktur pemegang saham setelah aksi IPO PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk adalah PT Maju Minuman Minahasa (79,996%), Magdalena Warouw (0,004%), dan Masyarakat (20,00%).

Penjamin pelaksana emisi efek BEER adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas. Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (Full Commitment) terhadap terhadap sisa saham yang ditawarkan yang tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.

Jadwal Penawaran Saham IPO BEER

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 16 – 22 Desember 2022
  • Tanggal Efektif : 28 Desember 2022
  • Masa Penawaran Umum : 30 Desember 2022 – 4 Januari 2023
  • Tanggal Penjatahan : 4 Januari 2023
  • Tanggal Distribusi Saham : 5 Januari 2023
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 6 Januari 2023

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham BEER

Berdasarkan prospektus saham IPO BEER, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO setelah dikurangi biaya emisi akan difokuskan untuk modal kerja yang dengan rincian sebagai berikut:

1. Sekitar 5,26% akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja barang modal berupa tanah dari pihak ketiga (Tidak Terafiliasi) dengan lokasi di Desa Jetis, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, seluas ± 2 hektar. Adapun tujuan pemerolehan tanah ini yaitu untuk membangun fasilitas produksi Perseroan;

2. Sekitar 6,11% akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan pembangunan fasilitas produksi, diantaranya bangunan pabrik, infrastruktur, gudang bahan baku dan gudang barang jadi di atas tanah sebagaimana dimaksud dalam penggunaan dana pada angka 1 di atas. Biaya tersebut belum termasuk pembelian mesin dan peralatan produksi;

3. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan guna mendukung kegiatan usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku.

Kinerja Laporan Keuangan BEER

Prospektus saham BEER menunjukkan kinerja keuangan yang sangat baik dan meningkat signifikan positif dari tahun ke tahun, seperti tercermin pada kinerja Penjualan, per 30 September 2022 naik sebesar 70% secara YoY, hal ini berkontribusi terhadap peningkatan Laba Bruto di mana pada periode 30 September 2022 berhasil melesat naik sebesar 80% secara YoY.

Rasio Keuangan BEER

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham IPO BEER selama bulan Desember 2020 hingga kinerja September 2022:

Data di atas menunjukkan BEER secara fundamental dengan kinerja sangat baik. Rasio pertumbuhan mencatatkan peningkatan kinerja di sepanjang tahun 2022. 

BEER juga berhasil membukukan rasio solvabilitas yang positif, tercermin pada kinerja 30 September 2022 Debt to Asset Ratio (DAR) hanya 0,25x, dan Debt to Equity Ratio (DER) hanya 0,33x yang mengindikasikan semakin rendah nilai rasio DAR dan DER, maka kinerja keuangannya akan semakin baik. Mencerminkan BEER memiliki kinerja keuangan yang sehat, dan dengan berhasil membukukan kinerja positif dalam 1 tahun terakhir.

Kebijakan Dividen Saham BEER

Prospektus saham IPO BEER menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham BEER, sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan seterusnya, Perseroan berencana akan membagikan dividen tunai secara kas sebanyak-banyaknya 20% dari Laba Bersih Perseroan.

Prospek Bisnis BEER

Tiga faktor yang membuat industri alkohol menarik:

1. Industri minuman beralkohol (Minol) Indonesia merupakan salah satu pasar yang memberikan margin paling tinggi dari seluruh pasar minuman beralkohol sedunia.

Perusahan minuman beralkohol publik di Indonesia melaporkan Gross Margin lebih dari 60% dan Profit Margin sekitar 23% secara konsisten. Level margin ini lebih tinggi daripada margin rata-rata industri lain. Hal ini berdasarkan benchmarking ke industri sejenis, sesuai dengan annual report PT Multi Bintang Indonesia Tbk dan annual report PT Delta Djakarta Tbk.

2. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, hanya 4 perusahan yang mempunyai izin untuk memproduksi lebih dari 10 juta liter minuman beralkohol per tahun. Dua dari empat perusahan ini secara mayoritas sudah merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Perseroan dengan izin produksi kedua terbesar di Indonesia akan mempunyai peluang besar dalam industri ini dan sangat potensial ke depannya.

3. Cita rasa masyarakat Indonesia saat mencicipi makanan dan minuman berbeda dengan cita rasa masyarakat Eropa. Perseroan dengan talenta dan local knowledge yang dimiliki, mempunyai peluang untuk memenuhi citra rasa masyarakat Indonesia. Ketiga fakta ini membuat prospek usaha Perseroan menguntungkan.

Saat ini, diperkirakan bahwa pasar minuman beralkohol di Indonesia mencapai lebih dari US$9,5 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa industri minuman beralkohol di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di masa depan. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, diharapkan bahwa permintaan untuk minuman beralkohol juga akan terus meningkat, dan bersamaan dengan Asosiasi Minuman Beralkohol Kearifan Lokal (AMBKL) optimis akan terus meningkat.

AMBKL menilai minuman beralkohol adalah industri yang sunrise karena dua hal. Pertama, produk-produk impor akan beralih menjadi produk-produk lokal. Hal ini dimungkinkan sejalan dengan main profesionalnya produsen industri lokal. Biaya impor minuman beralkohol sangat tinggi. Wine yang terjual seharga 2 Euro di Eropa, di Indonesia dijual seharga Rp300,000.

Data diagram di atas menunjukan bahwa secara trend, brand – brand internasional sudah semakin banyak yang melakukan OEM untuk di produksi dalam negeri, seiring dengan profesionalisme produsen minuman beralkohol di Indonesia. Maka dengan sendirinya para produsen minuman beralkohol dengan kapasitas produksi yang sangat besar di Indonesia menjadi semakin menarik bagi investor lokal dan internasional.

Faktor kedua yang membuat minuman beralkohol menjadi industri sunrise ialah Pariwisata Indonesia dan turis China. Pemerintah Indonesia telah menganggap pariwisata sebagai salah satu faktor penting dalam pembangunan negara. Selain itu, turis dari China membutuhkan minuman beralkohol, sehingga industri minuman beralkohol sangat penting untuk dikembangkan dalam pariwisata. Hal ini juga penting untuk melindungi industri minuman beralkohol dari kemungkinan adanya regulasi-regulasi negatif yang merugikan..

Perseroan memiliki special competitive advantage: Izin memproduksi minuman beralkohol kedua terbesar dan full-spectrum (0-55% alkohol) di Indonesia.

Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan yang mendaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEER yang diizinkan untuk memproduksi full-spectrum minuman beralkohol di Indonesia.

Perseroan merupakan pemegang izin dengan kapasitas produksi tertinggi kedua di Indonesia. Karena pemegang izin kapasitas tertinggi hanya bisa memproduksi minuman beralkohol sampai dengan 5% (Golongan A), maka Perseroan merupakan perusahaan pemegang izin kapasitas tertinggi jika dilihat dari full-spectrum minuman beralkohol (kadar 0-55% alkohol; Golongan A, B dan C).

Perseroan memiliki tiga kategori produk. Produk pertama ialah Cap Tikus 1978, kedua ialah Daebak Soju, dan ketiga ialah Daebak Spark. Produk pertama dan kedua merupakan produk-produk legendaris dalam kategori masing-masing. Produk ketiga (Daebak Spark), merupakan produk breakthrough yang baru diluncurkan oleh Perseroan.

Perseroan masih dapat memproduksi banyak lagi jenis-jenis produk minuman beralkohol yang kiranya akan memperkuat kinerja Perseroan.

Perseroan memiliki izin khusus dan kemampuan untuk meningkatkan produksi secara signifikan.

Perseroan memiliki Izin Usaha Industri Minuman Beralkohol (IUI-MB) sebesar 90,000,000 liter. Izin ini merupakan nilai yang sangat besar. Kinerja perusahan yang tertuang dalam Prospektus ini hanya diambil kurang dari 5% dari izin produksi yang dimiliki oleh perusahan. Perusahan juga dapat memproduksi dan menjual produk-produknya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terkecuali di Kabupaten/Kota yang melarang melalui Peraturan Daerah (Perda).

Tentang regulasi dan perundang-undangan yang semakin ketat, baik dari sisi pengawasan produksi maupun distribusi, maka produk yang beredar secara ilegal akan menjadi semakin berkurang. Sebaliknya, produk yang legal dan pendistribusian yang tertata baik secara perundang-undangan akan semakin berkembang dan menguasai pasar ke depan.

Demi menjaga eksistensi pasar, Perseroan memiliki beberapa strategi usaha sebagai berikut;

  1. Melakukan penetrasi pasar lebih dalam untuk produk-produk yang sudah ada

Potensi yang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan melalui platform penjualan yang telah dibangun di 20,000 tempat di 23 provinsi. Tentunya, ini akan menjadi modal yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan.

  1. Menambah portofolio produk sebagai perusahan full-spectrum minuman beralkohol

Pada saat ini, Perseroan hanya memproduksi 1 tipe produk per Golongan Minuman beralkohol. Hanya Cap Tikus 1978 untuk Golongan C, padahal perusahan telah diberikan izin untuk memproduksi whisky, gin, brandy dan lain lain. Hanya Daebak Soju untuk Golongan B, padahal perusahan telah diberikan izin untuk memproduksi wine, anggur merah, sake dan lain lain. Hanya Daebak Spark untuk Golongan A, padahal perusahan telah diberikan izin untuk memproduksi bir pilsner, bir ale, bir hitam, dan lain lain.

  1. Perseroan untuk mendayagunakan Izin Usaha Industri Minuman Beralkohol (IUI MB) yang besar yang dimiliki oleh Perseroan

Produksi ini dapat dilakukan melalui produk-produk sendiri maupun dengan bekerja sama dengan perusahan lain termasuk dari luar Negeri. Jika sebagian saham Perseroan diakuisisi oleh perusahaan multinasional dengan produk yang ternama, maka nilai market kapitalisasi Perseroan akan naik.

  1. Memperkuat brand image dan brand recognition produk Perseroan di pasar

Perseroan juga menggunakan strategi “Back to Basic” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk Perseroan. Dalam menerapkan kedua strategi ini, Perseroan memastikan bahwa produknya terlihat eksklusif dan mudah terlihat oleh pelanggan di toko-toko yang menjual produk. Ini dilakukan untuk meningkatkan “Brand Recognition” di masyarakat.

  1. Menjadikan produk Perseroan sebagai bagian dari gaya hidup

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) juga berusaha untuk masuk ke segmen pasar yang terbuka terhadap perubahan dan menerima gaya hidup baru, baik untuk usia muda atau tua. Menyadari tingkat pengaruh artis di masyarakat, Perseroan bekerja sama dengan E-Motion sebagai perusahaan manajemen artis untuk meningkatkan penjualan produknya.

  1. Memperluas jaringan distribusi penyebaran produk Perseroan

Perseroan bertujuan untuk terus mengembangkan jaringan distribusi nasionalnya untuk meningkatkan penyebaran produk yang akan berdampak pada profitabilitas perusahaan, termasuk dengan meningkatkan pendapatan dan mengoptimalkan proses bisnis. Ini akan membantu perusahaan mencapai tujuannya untuk meningkatkan keuntungan dan efisiensi bisnis.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO BEER, dalam kinerja dari tahun 2020 sampai dengan 2022 memiliki kinerja yang baik dan sehat, serta Prospek bisnis BEER di masa depan masih sangat potensial, terutama karena permintaan untuk BEER di pasar domestik masih tinggi sehingga berpotensi meningkatkan produksi. Sektor industri BEER juga masih memiliki banyak peluang untuk bertumbuh.

Dengan prospek kinerja yang sangat profitable dan strategi usaha yang efektif, maka saham IPO PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk ini menarik bagi investor untuk dimasukan kedalam watchlist teman-teman.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait