Takut Mulai Investasi Reksadana? Baca Ini Dulu!

Seorang wanita bingung memulai investasi reksadana
Seorang wanita bingung memulai investasi reksadana

Investasi reksadana bisa jadi sangat menakutkan bagi segelintir orang, khususnya bagi orang-orang yang masih awam terhadap istilah ini. Mungkin kamu adalah salah satu di antara orang-orang yang masih terintimidasi oleh istilah ini. Bagi banyak orang diluar sana, kata “berinvestasi” memunculkan gambaran yang menakutkan, para trader di lantai bursa dengan panik membeli dan menjual saham dengan berteriak dan melambaikan tangan.

Rasa takut itu harus dihadapi, bukannya dipelihara. Percaya deh, sumber rasa takutmu adalah ketidaktahuan. Seperti kata pepatah ‘tak kenal, maka tak sayang’. Ditambah lagi, banyaknya mitos seputar dunia investasi pastinya kerap kali membuat mental para investor pemula menciut sebelum memasuki medan perang.

Hey, jika kamu mau mencari tahu lebih banyak, investasi reksadana tidak semenyeramkan itu kok! Tidak percaya? Baiklah, ayo kita kupas satu-persatu mitos seputar dunia investasi untuk membuktikan bahwa pemula juga bisa berjaya di lantai trading.

Penuh Risiko

Mitos pertama dan paling terkenal dari investasi reksadana adalah seputar risiko yang meliputinya. Kabarnya, risiko berinvestasi begitu besar sehingga kalau kamu tidak hoki atau tidak hati-hati, kamu bisa saja kehilangan seluruh modal kamu.

Memang betul, prinsip utama dalam berinvestasi adalah ‘high return, high risk’ yang artinya kamu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko yang besar jika kamu mengharapkan keuntungan besar dari investasimu.

Namun, setiap investor juga memiliki profil risiko yang berbeda. Jika hendak berinvestasi, kamu diwajibkan memahami dengan baik profil risiko kamu sebagai seorang investor. Profil risiko akan menggambarkan kemampuan seorang investor dalam menghadapi risiko. Nah, profil risiko berbeda-beda bagi setiap orang karena dipengaruhi oleh faktor usia, lingkungan dan pemahaman orang tersebut seputar dunia investasi.

Secara garis besar, profil risiko seorang investor akan terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu:

  • Investor Konservatif

Seorang investor dengan profil risiko yang terbilang konservatif lebih cocok berinvestasi melalui instrumen reksa dana yang benar-benar aman dan minim risiko seperti deposito. Jika investor konservatif ingin berinvestasi di instrumen reksa dana dengan risiko yang lebih besar, sebaiknya ia hanya mengalokasikan sebagian kecil dana investasi.

  • Investor Moderat

Investor moderat adalah kamu yang berani mengambil risiko yang lebih besar namun juga tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Meskipun berani melakukan investasi reksa dana yang lebih berisiko, investor moderat akan membatasi investasinya di instrumen ini.

  • Investor Agresif

Nah, ini dia si pemberani. Bagi investor agresif risiko adalah pintu dari kesempatan besar. Si risk taker ini tidak akan setengah-setengah dalam berinvestasi di instrumen reksa dana yang berisiko besar karena ia tahu bahwa keuntungan yang didapatkan dari instrumen ini juga sangat worth the risk.

Jika kamu sudah mengenal profil risiko yang sesuai, baru kamu bisa menentukan jenis reksa dana yang cocok. Terdapat beberapa jenis reksa dana yang cocok untuk setiap investor dari kategori profil risiko yang berbeda-beda.

Jadi, investasi memang berisiko, namun risiko yang telah kamu perhitungkan dan kamu pilih sendiri.

Kehilangan Seluruh Modal

Ketakutan untuk berinvestasi juga dipengaruhi oleh cerita-cerita orang yang kehilangan seluruh uangnya dalam berinvestasi. Hmm.. malang tidak bisa ditebak memang. Namun, tidak seharusnya kasus buruk yang terjadi kepada orang lain membuat kamu memukul rata bahwa dunia investasi selalu merugikan.

Ingatlah untuk selalu melihat hal dari kedua belah sisi. Jangan hanya dengarkan cerita orang yang merugi dalam berinvestasi tapi cari tahu juga banyak kisah orang yang sukses dari investor pemula hingga menjadi investor kelas kakap dengan meraih keuntungan yang memuaskan.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa reksa dana adalah instrumen investasi yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peraturan OJK Nomor 23 Tahun 2016 telah menetapkan ketentuan berinvestasi reksa dana, termasuk terkait pembubaran dan likuidasi. Likuidasi adalah pencairan dana investor dalam suatu portofolio reksa dana.

Dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa minimal dana kelolaan atau asset under management (AUM) suatu produk reksa dana adalah Rp10 miliar. Apabila selama 120 hari AUM suatu reksa dana tidak mencapai Rp10 miliar maka reksa dana tersebut harus dibubarkan dan dananya dicairkan.

Setelah dilakukan likuidasi atau pencairan dana, dana akan dibagikan kembali kepada investor secara proporsional tergantung pada nilai aktiva bersih (NAB) pada saat proses pencairan dana selesai.

Proses likuidasi reksa dana sendiri akan selesai setelah melalui proses tujuh hari bursa.

Jelas kan, dengan tercatat resmi dan diawasi serta diatur langsung oleh OJK maka reksa dana adalah instrumen investasi dengan legalitas yang jelas. Investor tidak perlu lagi khawatir terjebak di dalam ‘investasi bodong’ karena.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, seorang investor memang akan menghadapi beberapa risiko investasi. Namun, hal tersebut dapat diminimalisir dalam investasi reksa dana dengan berinvestasi di lebih dari satu produk reksa dana.

Hal ini dikenal juga dengan istilah diversifikasi. Diversifikasi adalah kondisi ketika modal investasimu dibagikan ke beberapa produk reksa dana untuk meminimalisir kerugian ketika kondisi pasar sedang lesu.

Salah satu tips untuk menghindari kehilangan modal investasi adalah dengan tidak buru-buru menarik uang kamu ketika investasimu sedang tidak untung. Bisa jadi kamu berinvestasi di jenis reksa dana pasar saham yang akan memberikan keuntungan besar jangka panjang. Untuk jenis reksa dana ini, setidaknya kamu harus membiarkan investasimu selama minimal 5 tahun.

Ingat ya, jangan buru-buru menarik uangmu ketika kamu lihat investasimu tidak memberikan return. Ada waktu-waktu yang tepat untuk menarik investasi, sebagai investor pun kamu harus memahami hal ini agar tidak salah langkah.

Membutuhkan Banyak Modal

Mitos lain tentang investasi reksadana adalah jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai investasi. Ini adalah kebohongan yang harus diluruskan. Sekarang ini masyarakat telah dimudahkan untuk berinvestasi reksa dana dengan modal awal yang sangat minim.

Cukup dengan Rp100.000 saja kamu sudah bisa berinvestasi. Bahkan, dengan Ajaib, investasi reksadana bisa dimulai hanya dengan Rp10.000!

Namun, perlu kamu ingat bahwa investasi reksadana tidak ubahnya tabungan yang memberikan bunga return (keuntungan) lebih besar dari menabung di bank.

Bedanya, keuntungan investasi reksadana akan kamu dapatkan jangka panjang. Periode terbaik melakukan investasi reksadana adalah dari 1 tahun hingga 5 tahun. Makanya, pastikan untuk tidak buru-buru menarik investasimu agar kamu bisa mendapatkan keuntungan optimal!

Setelah mengupas mitos-mitos umum terkait investasi reksa dana, apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengatasi rasa takut berinvestasi?

Atasi Ketakutan dengan Pengetahuan

Manusia secara alami takut dengan apa yang tidak mereka ketahui atau pahami. Jadi mari kita belajar tentang bagaimana pasar bekerja. Banyak membaca tentang saham, obligasi, dan reksa dana obligasi.

Cari tahu biaya dan pengeluaran apa saja yang terlibat dengan berbagai opsi investasi. Pelajari tentang berbagai strategi investasi sederhana agar kamu menjadi investor yang memiliki wawasan yang luas.

Mulai dengan Langkah Kecil

Pertama-tama, sadari ada kemungkinan besar bagimu untuk mengalami kerugian di awal. Itu hal yang normal. Jadi mulailah dari yang kecil, jika kamu khawatir tentang hal itu. Pelajari melalui pengalaman seberapa besar kerugian yang bisa kamu tangani, untuk mengetahui toleransi risiko.

Perbaiki Strategi

Jadi apa yang kamu lakukan pada awalnya tidak berhasil. Tidak perlu panik. Sama sekali tidak masalah untuk mengubah strategimu jika kamu menyadari kamu melakukan kesalahan sejak awal dalam karier investasimu.

Ketika kamu membuat portofolio investasi, kamu harus memperhitungkan jumlah uang yang harus diinvestasikan, horizon waktu dan toleransi risikomu.

Portofolio yang ideal akan memiliki alokasi aset yang tepat, dengan mempertimbangkan semua faktor ini. Robo advisor adalah salah satu teknologi keuangan yang sedang trend yang memasuki pasar baru-baru ini. Jika situasi keuangan atau kebutuhan kamu berubah, alokasi aset portofoliomu juga dapat berubah. Jadi tidak perlu takut untuk memulai investasi.

Berkomitmen untuk Investasi Jangka Panjang

Jangan menilai kinerja investasimu hanya setelah satu bulan atau bahkan satu tahun. Saham adalah makhluk jangka panjang dan terkadang membutuhkan waktu untuk matang.

Pertimbangkan jangkrik, serangga yang menghabiskan 17 tahun di bawah tanah sebelum muncul sebagai jangkrik dewasa yang matang. Biarkan portofoliomu tidak terganggu seperti jangkrik jika kamu ingin melihatnya tumbuh secara maksimal.

Jangan Biarkan Kerugian Mengganggu Pikiranmu

Jika kehilangan uangmu, karena kamu tidak menginvestasikan uang tunai yang kamu butuhkan untuk bertahan besok atau bulan depan, tidak usah terlalu panik jika pasar lesu sementara. Jika kamu menabung untuk tujuan jangka panjang, kamu tidak perlu uang itu selama satu dekade atau lebih. Dan ingat, dalam jangka panjang, pasar cenderung naik.

Rasa takut berinvestasi bisa sulit diatasi. Tidak ada yang suka kehilangan uang, meskipun itu hanya sementara. Membuat lompatan pertama ke pasar itu menakutkan. Tapi rasa takut itu bukan alasan yang baik untuk menghindari investasi sama sekali.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait