Mengenal 9 Jenis Obligasi Syariah

Obligasi Syariah

Obligasi syariah atau juga dikenal dengan sukuk merupakan jenis investasi berupa kepemilikan surat utang dalam jangka panjang berdasarkan prinsip syariah.

Dengan memiliki obligasi syariah suatu perusahaan maka pemiliknya akan mendapatkan sejumlah keuntungan dari perusahaan itu dari bagi hasil usaha. Selain itu, perusahaan juga harus membayar kembali dan obligasi itu kepada pemilik surat utang ketika jatuh tempo.

Sama seperti konsep syariah pada umumnya, sukuk menggunakan sistem bagi hasil alih-alih bunga. Selain itu, diperlukan transaksi pendukung berupa sejumlah aset dan perjanjian yang didasarkan pada prinsip hukum Islam. Karena itu, sukuk dijamin bebas riba dan halal.

Keberadaan obligasi syariah cocok bagi kamu yang ingin memastikan semua transaksi keuangan sesuai dengan syariat Islam, termasuk investasi.

Keberadaan obligasi syariah didukung dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah.

Sebelum memahami jenis obligasi syariah di Indonesia, sebenarnya ada sembilan jenis sukuk yang berlaku di bisnis secara Islam. Ajaib akan menerangkan semuanya dan definisinya secara singkat, agar kamu bisa lebih memahami jenis investasi syariah ini.

Sukuk Ijarah

Diterbitkan berdasarkan akad ijarah, yaitu pemindahan hak guna barang atau jasa tanpa diikuti kepemilikannya. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk sukuk aset yang disewakan, kepemilikan manfaat, dan jasa.

Sukuk Mudharabah

Ini merupakan sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian yang satu pihak menyediakan modal dan pihak lainnya menyediakan tenaga dan keahlian. Nantinya, keuntungannya dibagi sesuai kesepakatan dan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

Sukuk Salam

Obligasi ini bertujuan mendapatkan modal dengan akad salam. Kemudian akan ada barang yang disebutkan dalam perjanjian tersebut yang menjadi milik pemegang sukuk.

Sukuk Musyakarah

Sukuk ini diterbitkan dengan perjanjian akad dua pihak yang menggabungkan modal untuk suatu usaha, baik yang sifatnya baru atau sudah berjalan. Keuntungan dan kerugian yang muncul nantinya akan ditanggung sesuai dengan persentase modal masing-masing.

Sukuk Istishna

Jenis obligasi ini diterbitkan sesuai dengan kesepkatan jual beli untuk membiayai usaha. Namun, harga, waktu penyarahan, dan spesifikasi barang atau jasanya ditentukan lebih dulu.

Sukuk Murabaha

Surat utang ini diterbitkan dengan sistem jual beli seutuhnya.

Sukuk Wakalah

Obligasi syariah ini berlaku bagi suatu usaha yang dilakukan dengan pemilik sukuk menunjuk orang sebagai wakil dalam mengelola usahanya.

Sukuk Muzara’ah

Sukuk ini khusus bagi usaha pertanian dengan tujuan mendapatkan modal. Nantinya, pemilik sukuk akan mendapatkan hasil panen sesuai dengan perjanjian awal.

Sukuk Musaqah

Jenis surat utang ini diterbitkan untuk mendapatkan dana bagi irigasi tanaman berbuah, biaya operasional, dan perawatan. Serupa dengan poin sebelumnya, nantinya pemilik sukuk akan mendapatkan bagian hasil panen.

Jika ingin mulai berinvestasi, sebagai pemula ada baiknya kamu mulai dengan reksa dana. Ajaib akan membantumu memilihkan investasi yang sesuai dan menguntungkan. Kalau kamu ingin yang sifatnya halal maka Ajaib juga siap memilihkan investasi para perusahaan yang menerapkan sistem syariah ini.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait