ORI030 Akan Ditawarkan Juli 2026, Simak Jadwal dan Hal yang Perlu Diperhatikan Investor
Tika•June 19, 2026

Pemerintah dijadwalkan kembali menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) pada Juli 2026 melalui seri ORI030. Berdasarkan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel 2026, masa penawaran ORI030 akan berlangsung pada 6–30 Juli 2026.
ORI030 menjadi salah satu dari delapan seri SBN ritel yang akan diterbitkan pemerintah sepanjang tahun ini. Kehadiran seri tersebut melanjutkan upaya pemerintah dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara melalui instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah.
Target Penerbitan SBN Ritel 2026 Capai Rp170 Triliun
Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, mengatakan pemerintah menargetkan penerbitan SBN ritel tahun 2026 berada di kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun.
Target tersebut relatif sejalan dengan realisasi penerbitan SBN ritel pada tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp153 triliun.
Menurut Novi, pemerintah menggunakan pendekatan rentang target (ranging) dalam penerbitan SBN ritel agar dapat menyesuaikan kondisi pasar yang berkembang sepanjang tahun.
Besaran Kupon ORI030 Masih Menunggu Penetapan Pemerintah
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan besaran kupon ORI030. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa penetapan kupon SBN ritel akan mempertimbangkan kondisi suku bunga yang berlaku di pasar pada saat penerbitan.
Novi menjelaskan bahwa apabila tren suku bunga pasar menurun, kupon SBN ritel yang diterbitkan berikutnya berpotensi lebih rendah. Sebaliknya, apabila suku bunga pasar meningkat, kupon yang ditawarkan juga dapat menyesuaikan ke level yang lebih tinggi.
Sebagai gambaran, pemerintah sebelumnya menetapkan kupon ORI029 sebesar 5,45% untuk tenor 3 tahun dan 5,80% untuk tenor 6 tahun.
ORI Memiliki Potensi Capital Gain di Pasar Sekunder
Selain memberikan kupon tetap, ORI merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa dalam instrumen pendapatan tetap, harga obligasi dan tingkat suku bunga memiliki hubungan yang berlawanan arah. Ketika suku bunga turun, harga obligasi yang telah dimiliki investor berpotensi mengalami kenaikan.
Sebaliknya, apabila suku bunga meningkat, harga obligasi di pasar sekunder dapat mengalami tekanan. Karena itu, pergerakan harga ORI di pasar sekunder akan dipengaruhi oleh kondisi pasar dan arah suku bunga ke depan.
Mayoritas Investor Memilih Menahan Hingga Jatuh Tempo
Menurut Kementerian Keuangan, sekitar 90% investor SBN ritel saat ini cenderung menahan instrumen yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Sementara itu, aktivitas transaksi di pasar sekunder masih relatif terbatas. Meski demikian, investor tetap memiliki pilihan untuk memperdagangkan ORI di pasar sekunder sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasinya.
Catat Jadwal ORI030
Bagi investor yang berminat mengikuti penawaran ORI030, periode penawaran dijadwalkan berlangsung pada 6–30 Juli 2026.
Menjelang masa penawaran tersebut, investor dapat mulai memantau informasi resmi dari pemerintah terkait kupon, tenor, serta ketentuan investasi yang akan diumumkan sebelum masa penawaran dimulai.
Jadwal ORI030
- Masa Penawaran: 6–30 Juli 2026
- Jenis Instrumen: Obligasi Negara Ritel (ORI)
- Penerbit: Pemerintah Republik Indonesia
- Kupon: Menunggu pengumuman resmi pemerintah
Bagi investor yang ingin berinvestasi pada obligasi pemerintah, ORI menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan karena menawarkan kupon tetap dan diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Temukan Berbagai Pilihan Investasi di Ajaib
Nikmati kemudahan berinvestasi di berbagai instrumen, mulai dari saham, US stock, kripto, reksa dana, hingga obligasi, semuanya dalam satu aplikasi Ajaib.
Sumber: https://id.tradingview.com/news/kontan:3e0c0529087ea:0/
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!