Analisa Saham, Saham

Bedah Saham BEBS – Emiten Anyar di Sektor Precast & Readymix

Sumber: Berkah Beton Sadaya

Ajaib.co.id – PT Berkah Beton Sadaya Tbk (kode saham BEBS) adalah emiten ke sembilan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang baru berdiri di tahun 2019 tersebut memanfaatkan sentimen di sektor konstruksi untuk menggelar hajatan IPO-nya. Sempat ramai di pasar saham, bagaimana kinerjanya?

Rincian Penawaran Perdana Saham

PT Berkah Beton Sadaya telah resmi melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tanggal 10 Maret 2021 dengan kode saham BEBS di harga penawaran Rp 100 per saham.

Sebanyak 2.000.000.000 lembar saham atau setara dengan 22,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dilepas ke publik.  Dengan demikian dana yang terhimpun melalui hajatan IPO-nya adalah sebesar Rp 200 miliar.

Sebanyak 53,67 persen dari dana IPO rencananya akan digunakan untuk membeli sebidang tanah seluas 74.045 meter persegi senilai Rp 103 miliar milik PT Subang Terus Membangun. Kemudian 46,33 persen dari dana IPO akan dijadikan belanja modal.

Sebagai informasi, tanah yang akan dibeli senilai Rp 103 miliar tersebut adalah lokasi batching plant yang menjadi operasional utama emiten saat ini.

Jumlah saham beredar setelah IPO adalah sebanyak 9.000.000.000 lembar. Di harga Rp 515 per saham maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp 4.635.000.000.000.

Profil Emiten

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (kode saham BEBS) ini baru berdiri di tahun 2019 dan berlokasi di Subang, Jawa Barat. Kegiatan usaha utama emiten adalah memproduksi beton readymix dan precast alias pracetak untuk mendukung industri sektor infrastruktur, konstruksi dan lainnya.

Pemegang saham utama dari perseroan adalah PT Berkah Global Investama dengan kepemilikan sebanyak 35,40 persen dan PT Berkah Multi Beton yang menguasai 28,78 persen. Sebanyak 22,22 persen saham atau setara dengan 2000.000.000 lembar saham dilepas ke publik. Kemudian ada Haji Herdis Sudana memegang 4,4%, Sugiarwati Lucky memegang 4,98%, PT Cipta Ihya Nusantara memegang 2,22% dan Dr Ir Haji Soewarso memegang 1,36%.

Cakupan Usaha

Bidang usaha PT Berkah Beton Sadaya Tbk. dalam prospektusnya bergerak dalam bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian. Namun untuk saat ini perseroan hanya memiliki 1 batching plant yang menjadi kantor pusat perusahaan di Pagaden, Subang, Jawa Barat yang menghasilkan beton material dan beton readymix.

Dari satu batching plant milik emiten di Pagaden, Subang, emiten telah melakukan operasional dengan rincian pendapatan sebagai berikut;

Untuk saat ini pendapatan datang dari dua segmen yakni material dan readymix. Sebagai informasi beton ready mix adalah produk beton yang diproduksi di pabrik atau batch plant yang diperuntukkan dengan tujuan pengecoran.

Emiten yang baru berdiri di tahun 2019 ini sepanjang tahun 2019 berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp 14,76 miliar. Naik sekitar 450 persen menjadi Rp 64,48 miliar per Juni 2020. Sebelumnya di tahun 2019 segmen usaha readymix adalah kontributor pendapatan terbesar.

Sedangkan per Juni 2020 segmen usaha material adalah kontributor pendapatan terbesar. Kemungkinan besar segmen readymix akan menghasilkan paling besar di kuartal III dan IV setiap tahunnya seperti emiten precast dan readymix lain seperti WTON dan WSBP, sehingga pendapatan emiten belum dapat terkira di tahun 2020.

Review Kinerja

Emiten yang masih seumur jagung ini sepertinya masih terlalu dini untuk bisa dinilai bagus atau tidaknya kinerjanya. Dengan data yang sangat sedikit ini kita bisa melihat pertumbuhan kinerja yang luar biasa karena emiten sendiri masih sedang berada dalam tahap ekspansi awal. 

Kas dan Setara Kas emiten meningkat tiga kali lipat menjadi Rp 382 juta di tahun 2020, sedangkan total aset masih di angka kisaran 370-an miliar. Timbangan antara liabilitas dan ekuitas telah berhasil ditakar tunduk pada rasio utang per ekuitas yang baik.

Sebelumnya di akhir 2019 utang emiten nyaris setara dengan asetnya, kini liabilitas berhasil ditekan hingga menyisakan kurang dari 10 persen total asetnya. Boleh kita bilang bahwa persiapan perseroan untuk bisa IPO dapat dikatakan sangat baik.

Pendapatan sendiri naik banyak dari Rp 75,85 juta saja di Juni 2019 menjadi Rp64,48 miliar per Juni 2020. Per tahun buku 2019 emiten berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 64,48 miliar.

Disebutkan dalam prospektus bahwa pendapatan di tahun 2019 datang dari penjualan material sebanyak 5.700 meter kubik dan readymix sebanyak 20.000 meter kubik. Penjualan kemudian menjadi lebih baik sepanjang 2020, per Juni 2020 saja penjualan material adalah sebanyak 285.000 meter kubik dan readymix sebanyak 7.000 meter kubik.

Laba bersih pun meningkat tajam menjadi Rp 12,95 miliar per Juni 2020, padahal sebelumnya hanya  Rp 221,23 juta saja pendapatan yang diterima per tahun buku 2019. Terlepas dari segala sentimen baik pandemi atau hal lainnya, emiten ini bertumbuh sangat baik dalam satu tahun sejak berdiri.

Prospek

Dalam prospektusnya, emiten dengan kode saham BEBS ini memiliki cita-cita untuk membangun sebuah Precast Square Pile di Subang dan beberapa plant lainnya di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Berikut rencana ekspansi emiten yang diambil langsung dari prospektus;

Untuk saat ini operasional emiten datang daru satu plant saja di Subang dengan segmen usaha berupa beton bahan precast dan readymix. Nampaknya rencana ekspansi akan dilaksanakan di tahun 2021 menggunakan dana yang terhimpun dari IPO.

Disebutkan bahwa dari Rp 200 miliar dana segar yang dihimpun dari IPO, sebanyak Rp 103 miliar akan digunakan untuk membeli tanah milik PT Subang Terus Membangun. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk belanja modal.

Menghubungkan rencana ekspansi emiten maka kemungkinan besar belanja modal yang dimaksud adalah pembangunan batching plant, crusher plant dan lainnya di Subang, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Sebagai informasi plant di sini adalah istilah emiten untuk pabrik.

Dalam prospektusnya, emiten saham BEBS memiliki empat anak usaha yang rencananya akan mulai beroperasi aktif di tahun 2021 di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah.

Pertimbangan emiten sebagaimana dikutip dari prospektus adalah Kalimantan Tengah adalah tempat bahan baku batu Split dan pasir untuk operasional entitas anak perusahaan. Pembangunan pabrik di Kalimantan adalah strategi untuk mengurangi beban pokok pendapatan agar bisa menekan harga jual agar bisa lebih kompetitif.

Emiten juga berharap banyak pada rencana pembangunan infrastruktur mengingat ibu kota Negara Indonesia akan dialihkan kesana kelak.

Industri manfuktur beton pra cetak dan readymix memiliki prospek usaha yang sangat baik terkait program infrastruktur pemerintah yang masif.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi

Artikel Terkait