Analisa Saham

Bedah Prospektus PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

Sumber: Semen Merah Putih

Ajaib.co.idIndonesia merupakan negara produsen semen terbesar kelima di dunia setelah China, India, Vietnam, dan AS. Tak heran jika emiten semen bertaburan di Bursa Efek Indonesia. Satu lagi emiten semen akan masuk bursa dalam waktu dekat ini, yakni PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) atau yang juga dikenal dengan nama Semen Merah Putih. Mari kita tinjau latar belakang dan prospeknya.

Profil Singkat Emiten

PT Cemindo Gemilang Tbk berdiri pada tahun 2011. Perusahaan semen terintegrasi ini merupakan produsen sekaligus distributor semen dan klinker dari Indonesia dan Vietnam.

Produk Cemindo Gemilang mencakup semen portland komposit dengan merek dagang Semen Merah Putih, serta semen curah berbagai tipe seperti MP-ULTRAMIX, MP-SUPERMIX, MP-PRIMAMIX, dan DURAPRO. Perusahaan juga memiliki anak usaha bernama PT Motive Mulia yang berfokus menyediakan Beton Siap Pakai dan Beton Pracetak dengan merek dagang Merah Putih Beton.

Di Indonesia, Cemindo Gemilang memiliki pabrik yang tersebar di berbagai lokasi:

  1. Satu pabrik semen terintegrasi di Bayah, Banten, dengan kapasitas produksi 4 juta ton semen per tahun. Fasilitas ini dilengkapi dengan sebuah pembangkit tenaga listrik 60 MW dan dua unit WHR 15 MW yang memungkinkan Perseroan untuk menghemat biaya dan lebih mandiri dalam kebutuhan daya.
  2. Empat pabrik penggilingan di Ciwandan, Gresik, Medan, dan Bengkulu. 
  3. Tiga pabrik penggilingan tambahan di Muara Jawa, Batam dan Cibitung yang disewa oleh PT Semeru Surya Semen, PT Semen Bosowa Indonesia dan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) berdasarkan perjanjian kerja sama operasional. 

Prakiraan Cement Business Advisory (CBA) per 31 Desember 2020, kapasitas produksi semen Cemindo Gemilang di Indonesia akan mewakili 6,0% dari total kapasitas produksi semen Indonesia. Sedangkan kapasitas produksi klinker Cemindo Gemilang di Indonesia akan mewakili 8,0% dari total kapasitas produksi klinker Indonesia. Anak perusahaan, PT Cemindo Bangun Persada, juga memiliki pabrik pengemasan semen di Pontianak yang berkapasitas 500 ribu ton per tahun per 31 Desember 2020 .

Di Vietnam, Cemindo Gemilang memiliki fasilitas manufaktur terintegrasi di Trang Kenh (Vietnam Utara) dan pabrik penggilingan semen di Hiep Phuoc (Vietnam Selatan). Pabrik Trang Kenh terletak 24 km dari pelabuhan umum di Hai Phong, sehingga tersedia akses jalur laut ke sejumlah pasar luar negeri.

CBA memperkirakan kapasitas produksi semen Cemindo Gemilang di Vietnam akan mewakili 4,0% dari total kapasitas produksi semen Vietnam. Sedangkan kapasitas produksi klinker perusahaan di Vietnam akan mewakili 3,0% dari total kapasitas produksi klinker Vietnam pada akhir tahun 2021.

Kepemilikan saham CMNT saat ini (sebelum IPO) terbagi diantara WH Investments Pte Ltd (97,12%) dan PT Gama Group (2,88%). WH Investments merupakan perusahaan cangkang milik Martua Sitorus, seorang taipan ternama asal Sumatera Selatan. Putri Martua, Jacqueline Sitorus, juga diketahui memiliki 50% PT Gama Group.

Detail Rencana IPO CMNT

PT Cemindo Gemilang Tbk telah memilih kode saham CMNT dan akan melaksanakan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,71 miliar saham, atau maksimal 15 persen modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan dalam rentang Rp600-Rp800 per lembar.

Di saat yang sama, Cemindo Gemilang akan merintis program alokasi saham kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP). Alokasi MESOP sebanyak- banyaknya 224 juta saham, atau setara dengan 1,22% modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Pendistribusian hak opsi untuk MESOP akan dilaksanakan dalam 3 tahapan, masing-masing selambat-lambatnya 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun setelah IPO.

Jadwal penawaran saham perdana CMNT berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal: 9-19 Agustus 2021
  • Indikasi Tanggal Efektif: 27 Agustus 2021
  • Indikasi Masa Penawaran: 31 Agustus – 2 September 2021
  • Indikasi Tanggal Penjatahan: 2 September 2021
  • Indikasi Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 3 September 2021
  • Indikasi Tanggal Pencatatan Saham di BEI: 6 September 2021

Prakiraan struktur pemegang saham CMNT pasca-IPO (sebelum MESOP) akan menjadi WH Investments Pte Ltd (82,55%), PT Gama Group (2,45%), dan masyarakat (15,00%).

Penjamin pelaksana emisi efek CMNT adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek adalah PT UBS Sekuritas Indonesia.

Sebagian besar dana hasil IPO CMNT akan dipergunakan untuk membayar utang, dan hanya sejumlah kecil untuk belanja modal. Berikut ini rincian selengkapnya:

  1. Sekitar 58% untuk pengeluaran modal kerja yang meliputi: (a) pembayaran utang usaha, (b) pembayaran utang lain-lain dan (c) pembayaran uang muka dari pelanggan yang merupakan deposit dari AAstar Trading Pte., Ltd. atas pembelian produk Perseroan.
  2. Sekitar 17% untuk pembayaran atas sebagian pokok utang dari pinjaman sindikasi.
  3. Sekitar 11% untuk pembayaran sebagian utang kepada Sinoma International Engineering Co., Ltd.
  4. Sekitar 8% untuk belanja modal (capital expenditure).
  5. Sekitar 6% untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Sinoma Engineering Indonesia.

Kinerja Laporan Keuangan CMNT

Prospektus CMNT menunjukkan kinerja usaha yang semakin membaik. Perusahaan sempat merugi sebesar Rp839,79 miliar pada tahun 2018, kemudian menekan kerugian sampai Rp61, 18 miliar pada tahun 2019. CMNT kemudian membalik kinerja menjadi positif dengan meraup laba Rp469,56 miliar pada akhir tahun 2020. Kinerja kuartal I/2021 juga menampilkan perbaikan signifikan dibanding kuartal I/2020.

20210823-bedah-prospektus-cmnt-2

Perlu diperhatikan pula catatan aset, liabilitas, dan ekuitas CMNT. Total aset dan ekuitas relatif fluktuatif, sedangkan liabilitasnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan penggunaan dana hasil IPO untuk membayar sebagian utang kelak, liabilitas kemungkinan akan berkurang signifikan.  

Rasio-rasio Keuangan CMNT

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apakah suatu saham layak dibeli, lazimnya kita perlu meninjau rasio-rasio keuangan. Berikut ini rangkuman rasio keuangan Cemindo Gemilang selama tiga tahun terakhir dan kuartal I/2021:

20210823-bedah-prospektus-cmnt-3

Rasio-rasio di atas memberikan gambaran yang kurang lebih sama dengan ulasan laporan keuangan CMNT. Kinerja laba perusahaan mengalami perbaikan dari tahun ke tahun, tetapi beban liabilitasnya justru membengkak secara beriringan.

 Kebijakan Dividen CMNT

Prospektus CMNT menuturkan bahwa perusahaan baru akan membagikan dividen mulai tahun 2024, dengan jumlah sampai dengan 40% dari laba bersih tahun sebelumnya. Selain itu, pembagian dividen akan tetap bergantung pada arus kas dan rencana investasi Perseroan, serta kemampuan dan kondisi keuangan Perseroan.

Prospek Bisnis CMNT

Bisnis semen mengalami tekanan hebat pada tahun 2020, karena pandemi COVID-19 mendorong pemerintah RI merelokasi anggaran infrastruktur untuk penanganan krisis kesehatan. Perusahaan pengembang properti dan konstruksi juga menghadapi hambatan dalam merealisasikan proyek sesuai jadwal, lantaran beragam pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Situasi kemungkinan akan semakin membaik seiring dengan normalisasi aktivitas ekonomi ke depan. Setelah program vaksinasi mencakup lebih banyak warga Indonesia, pembatasan kemungkinan akan semakin dilonggarkan dan kebutuhan anggaran kesehatan makin berkurang. Belanja infrastruktur dan pembangunan properti dapat meningkat lagi.

Apabila melihat laporan keuangan CMNT, penjualan tampak sudah meningkat lagi pada kuartal I/2021. Penjualan mungkin sedikit terhambat pada kuartal kedua sehubungan dengan penyebaran varian Delta. Namun, pelonggaran PPKM di berbagai kota mulai kuartal ketiga semestinya mendorong kenaikan penjualan lagi.

Patut untuk dicatat pula bahwa Cemindo Gemilang menggarap pasar ganda, domestik dan mancanegara. Vietnam termasuk salah satu negara berkembang dengan pertumbuhan paling pesat, bahkan saat negara-negara lain terancam resesi akibat pandemi. Pertumbuhan GDP Vietnam mencapai 6,61% pada kuartal I/2021, naik signifikan dari 4,65% pada periode sebelumnya.

Rencana pembangunan lima tahunan Vietnam mematok target pertumbuhan tahunan antara 6,5%-7,0%. Target seperti ini tentu tak lepas dari pembangunan infrastruktur dan properti yang pesat dan membutuhkan semen serta bahan bangunan lain dalam jumlah besar.

Kesimpulan

Semen Merah Putih tampaknya akan menjadi salah satu emiten yang menarik di bursa. Kinerjanya belum sehebat pemain terbesar yang bergerak di bidang semen, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang merupakan produsen semen terbesar se-Asia Tenggara dengan kapasitas produksi 53 juta ton per tahun. Meski demikian, model bisnis CMNT cukup jelas dan prospektif.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait