Banking

Apa Perbedaan Bank BPR dengan Bank Umum?

Bank BPR

Ajaib.co.id – Bank Perkreditan Rakyat atau Bank BPR mungkin tidak akrab di telinga anak muda yang kini sudah terpapar berbagai layanan perbankan digital. Padahal, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) punya peran yang cukup penting untuk menghimpun dan menyalurkan dana pada masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke pelosok negeri.

Bank BPR punya sejarah yang cukup panjang, tepatnya sejak penjajahan Belanda di abad 19. Awalnya, Bank BPR bernama Bank Kredit Rakyat (BKR) dan Lumbung Desa yang dibangun dengan tujuan membantu petani, pegawai, dan buruh agar terlepas dari sistem pinjaman rentenir yang punya bunga tinggi.

Bank BPR akhirnya diresmikan tahun 1988, merupakan hasil evolusi dari bank-bank pasar yang dibangun setelah Indonesia merdeka.

Dilansir dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BPR adalah bank yang tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank BPR tidak menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan kegiatan asuransi, namun bisa menjalankan kegiatan usaha perbankan secara konvensional maupun syariah.

Lalu, apa saja kegiatan perbankan yang bisa dijalankan Bank BPR? Apa perbedaan Bank BPR dengan bank umum? Redaksi Ajaib merangkumnya melalui artikel berikut.

1. Layanan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran seperti simpanan giro, kegiatan yang berhubungan dengan valuta asing (valas), dan perasuransian.

Bentuk layanan yang diberikan BPR adalah penghimpunan dana berupa pembukaan tabungan, kredit dengan pembatasan plafon, menyediakan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Kemudian penempatan dana dalam berbagai produk perbankan seperti deposito berjangka sertifikat deposito, tabungan pada bank lain, hingga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Walau jenis layanannya sekilas terlihat banyak, hal ini tidak bisa dibandingkan dengan layanan bank umum yang bisa melayani jasa giro, jual beli valuta asing, dan mengadakan kegiatan asuransi.

Walau berbeda, Bank BPR dan bank umum rupanya juga punya persamaan, yaitu sama-sama tidak bisa melakukan aktivitas penyertaan modal dan sama-sama punya tujuan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.

2. Syarat Permodalan

Peraturan Bank Indonesia No. 2/23/PBI/2000 Tentang Bank Umum menyebutkan bahwa modal minimum yang harus disetorkan untuk mendirikan bank adalah sekurang-kurangnya Rp3 triliun rupiah. Sedangkan bank umum syariah minimal Rp1 triliun. Peraturan yang berbeda diterapkan untuk pendirian BPR.

Syarat permodalan BPR rupanya bervariasi sesuai zona. Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 20/POJK.03/2014, ada empat zona modal yang harus disetorkan untuk pendirian BPR, yaitu Rp 14 miliar untuk zona 1, Rp8 miliar untuk zona 2, Rp6 miliar untuk zona 3, dan Rp4 miliar untuk zona 4.

Pembagian zona sendiri ditentukan berdasarkan potensi ekonomi wilayah dan tingkat persaingan lembaga keuangan di zona tersebut.

3. Jangkauan Wilayah

BPR adalah bank untuk masyarakat yang beroperasi di tingkatan kecamatan atau kabupaten. Maka itulah mungkin kamu sering melihat keberadaan BPR yang berlokasi di pasar-pasar dengan bentuk bangunan yang lebih sederhana dibandingkan bank umum.

Kebalikannya, bank umum memiliki jangkauan yang sangat luas mulai dari tingkatan kota, provinsi, hingga internasional. Hal ini tentu karena dua bank ini punya permodalan dan target yang berbeda pula.

4. Target Nasabah

Sejak awal pendiriannya, BPR memang berfokus untuk mempercepat pembangunan di desa atau di wilayah yang aksesnya jauh dari bank umum. Hal ini akhirnya membuat BPR punya target nasabah orang-orang yang tinggal di daerah tersebut.

Walau berada di pedesaan atau kecamatan kecil, bukan berarti orang-orangnya tidak punya kesempatan untuk memiliki modal untuk berbisnis. Berkat akses informasi yang makin luas, anak-anak muda di pedesaan juga memiliki ide-ide usaha baru yang bisa memajukan wilayahnya.

Pembangunan wilayah dari ide-ide usaha tersebut tentunya akan terdukung jika punya modal yang cukup.

Bank konvensional tentunya punya target nasabah yang lebih besar dibanding BPR. Bank umum memiliki layanan kredit untuk keperluan konsumtif seperti kartu kredit, kredit rumah dan apartemen, kredit kendaraan bermotor, hingga kredit tanpa agunan untuk berbagai keperluan di luar permodalan.

Selain itu, bank umum juga punya layanan internet banking mencakup transfer dana, pembayaran, pembelian, dan lain-lain.

Syarat Melakukan Pinjaman di Bank BPR

Jika kamu adalah badan usaha atau perseorangan dan membutuhkan modal untuk menjalankan usaha dan ingin melakukan pinjaman di BPR, berikut syarat-syarat yang harus kamu penuhi.

Syarat melakukan pinjaman bagi perseorangan

●       Membawa fotokopi identitas diri (KTP)

●       Membawa fotokopi akta nikah (bagi yang sudah menikah)

●       Membawa fotokopi kartu keluarga

●       Membawa fotokopi buku tabungan atau rekening koran yang diterbitkan bank tempat kamu menabung 3 bulan terakhir

●       Fotokopi slip gaji (bagi karyawan)

●       Fotokopi rekening listrik atau tagihan air

●       Surat berharga dari barang yang menjadi jaminan.

Syarat melakukan pinjaman di BPR bagi badan usaha

●       Menyerahkan fotokopi identitas diri (KTP) pengurus perusahaan

●       Menyerahkan fotokopi surat izin usaha

●       Menyerahkan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

●       Menyertakan fotokopi tanda perusahaan telah terdaftar

●       Menyertakan fotokopi Akta Pendirian dan Anggaran Dasar perusahaan serta perubahan

●       Menyertakan fotokopi buku tabungan atau rekening koran perusahaan 3 bulan terakhir

●       Menyertakan data laba rugi, catatan pembukuan, data penjualan, dan lainnya.

Itu dia beberapa hal yang bisa kamu ketahui mengenai perbedaan BPR dan bank umum.

Jadi, jika kamu membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis dan kebetulan punya akses ke BPR terdekat di tempat tinggalmu, tidak ada salahnya untuk memilih BPR sebagai tempat mendapatkan modal!

Selain artikel mengenai bank BPR seperti di atas, kamu juga bisa membaca berbagai informasi mengenai dunia perbankan di blog Ajaib. Ayo kunjungi blog Ajaib sekarang juga!

Artikel Terkait