Milenial

Anak Muda Identik dengan Hedonisme, Gaya Hidup Konsumtif

Hedonisme

Ajaib.co.id – Teringat akan perkataan seorang teman yang menyebutkan bahwa teman kami si A “hedon banget” sehingga tak segan untuk mendapatkan apa saja yang ia inginkan. Kata-kata tersebut seringkali digunakan untuk mengkritik seseorang yang punya gaya hidup konsumtif alias boros. Tipikal orang seperti itu lebih sering menggunakan uangnya untuk sesuatu yang tidak penting.

Jika orang itu memiliki hasrat berlebihan dalam berbelanja, berarti ia termasuk yang hedon. Perilaku seperti itu menggambarkan bagaimana gaya hidup kaum milenial saat ini, yang gemar beli ini itu tanpa pikir panjang terlebih dahulu.

Bahkan istilah ‘work hard, play hard’ sudah melekat dalam hidup anak muda zaman now, di mana hasil kerja keras mereka sudah selayaknya dinikmati sepuasnya.

Lalu apa sih sebenarnya hedonisme dan gaya hidup konsumtif itu? Apa yang menyebabkannya dan adakah cara untuk menghindarinya? Jawabannya bisa kamu baca di tulisan selanjutnya di bawah ini.

Arti Gaya Hidup Konsumtif atau Hedonisme

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup. Seseorang dikategorikan ke dalam hedonisme pada saat melakukan kegiatan yang mengarah pada gaya hidup modernisasi dan yang pasti cenderung untuk menghabiskan banyak uang dan waktu untuk mengejar kesenangan semata.

Maka dari itu, gaya hidup konsumtif tidak akan terlepas dari perilaku hedonisme. Bagi sebagian orang, gaya hidup semacam ini memberikan kepuasan, kebahagiaan, serta kenikmatan tersendiri. Akan tetapi, tanpa disadari kebiasaan konsumtif ini bisa membuat keuangan kamu jebol bahkan kemungkinan terburuknya jatuh miskin.

Di sisi lain, gaya hidup konsumtif akan berakibat buruk terutama terhadap kehidupan sosial dan bagi lingkungan sekitar. Apabila mencari suatu kesenangan sebagai tujuan yang utama, maka orang tersebut tidak akan punya empati kepada orang lain karena yang dipikirkannya hanya untuk memenuhi kesenangan pribadinya saja.

Namun, sikap hedon ini bisa bermakna lain jika disalurkan ke hal-hal yang positif, seperti haus akan ilmu pengetahuan, keinginan untuk terus belajar, pendidikan, dan ingin hidupnya lebih maju.

Di lihat dari sisi negatifnya, mereka yang menganut paham gaya hidup hedonisme memiliki ciri-ciri berikut ini:

·      Cenderung bersikap egois.

·      Tidak punya empati terhadap lingkungan sekitarnya.

·      Menggunakan segala cara untuk mencapai kesenangannya.

·      Pilih-pilih dalam hidup bersosialisasi.

·      Jika kesenangan mereka dianggap bertentangan dengan hukum dan sosial, mereka cenderung melakukan pembenaran.

·      Punya hasrat tinggi untuk hidup mewah.

Makna Gaya Hidup Konsumtif di Era Modern

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap cara pandang dan perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, sikap hedonisme dideskripsikan sebagai cara hidup konsumtif yang bisa membawa dampak buruk. Gaya hidup seperti ini tentu saja dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal sebagai berikut:

·      Sejak kecil terlalu dimanja orang tua dengan pemberian berbagai fasilitas dan kemudahan sehingga selalu merasa keinginannya terpenuhi tanpa peduli apa kebutuhannya dan lainnya.

·      Pergaulan juga mempengaruhi seseorang untuk hidup konsumtif, seperti bergaul dengan teman-teman yang punya standar hidup mewah sehingga ketika tidak sepadan dengan mereka akan muncul rasa minder. Demi bisa mengikuti pergaulan tersebut, kamu tak segan menghamburkan uang untuk membeli barang-barang serupa.

·      Kemunculan selebgram dan ‘influencer’ di media sosial memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Adanya kecemburuan untuk memiliki barang-barang mewah yang secara keuangan tidak sanggup membelinya sehingga rela harus berutang.

·      Semakin menjamurnya akses untuk meminjam uang dengan cicilan yang ringan dan mudah membuat masyarakat tergiur meskipun tidak benar-benar butuh.

Tips Menghindari Perilaku Konsumtif

Bisa dipastikan bahwa hedonisme akan mengarah pada perilaku hidup konsumtif dan dapat merusak finansial kamu. Gaya hidup seperti ini identik dengan kaum milenial karena mereka terbiasa melihat hal-hal yang sifatnya mewah dan penuh kesenangan.

Maka, tak heran jika penghasilan mereka selalu habis untuk jalan-jalan, nongkrong di kafe, makan di restoran, dan lainnya tanpa memiliki perencanaan untuk menabung maupun investasi masa depan.

Jika kamu tak ingin terjebak dalam gaya hidup hedon yang akan memperburuk keuanganmu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

1.    Buat Daftar Prioritas

Dalam hidup ini pasti ada hal-hal yang menjadi prioritas, dan kamu perlu membuat daftar apa saja yang jadi kebutuhan utama. Setelah daftar tersebut kamu catat, selanjutnya tanamkan dalam pikiranmu sebagai pengingat sehingga ketika muncul hasrat membeli sesuatu di luar daftar kebutuhanmu otomatis akan berpikir terlebih dahulu.

Untuk menjalankan ini perlu komitmen yang kuat. Dengan begitu, kamu mampu menahan nafsu membeli sesuatu yang bukan jadi kebutuhan.

2.    Rencanakan Anggaran Keuangan Secara Rutin

Supaya terhindar dari gaya hidup konsumtif, buatlah anggaran keuangan untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran yang kamu habiskan dari pendapatan pokok setiap bulan.

Lazimnya mengatur keuangan bisa menggunakan sistem 50-20-30. Artinya setiap kali menerima gaji, 50% kamu alokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti biaya makan, bayar kos atau kontrakan, tagihan listrik, air, hingga kartu kredit jika ada.

Selanjutnya, 20% lainnya kamu sisihkan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat. Sementara 30% sisanya dari gajimu bisa kamu gunakan untuk hiburan, traveling, belanja baju atau barang-barang yang diinginkan.

3.   Hindari Kartu Kredit

Banyak pihak bank yang menawarkan kartu kredit untuk memudahkan berbelanja. Namun, harus diingat bahwa menggunakan kartu kredit berarti kamu berutang dan harus membayar cicilannya.

Jika terlambat membayar akan ada denda. Maka bijaklah dalam menggunakan kartu kredit dan sesuaikan dengan kemampuan anggaranmu.

4.    Beramal

Beramal? Ya, betul. Walaupun terdengarnya klise, beramal bisa menjauhkan kamu dari gaya hidup konsumtif. Alangkah baiknya jika sikap hedon tersebut disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Dengan beramal, tanpa disadari akan membuatmu berpikir dua kali pada saat ingin menghamburkan uangmu.

Gaya hidup konsumtif membuat silau mata siapapun yang melihatnya. Kesannya memang enak, nikmat, dan penuh kebahagiaan tapi ketahuilah ada dampak buruk di baliknya. Jika sudah terjebak akan sulit untuk keluar, karena akan banyak hal-hal yang menggoda imanmu untuk terus menghabiskan uang.

Daripada hanya untuk kenikmatan sesaat lebih baik kamu alokasikan untuk menabung dan investasi sehingga hasilnya bisa kamu nikmati di masa depan. 

Pilihannya investasi saat ini banyak, salah satunya melalui aplikasi Ajaib. Ya, Ajaib menawarkan kemudahan dalam berinvestasi secara online hanya melalui smartphone dan memberikan banyak pilihan produk investasi di dalamnya dengan minimal biaya yang murah.

Artikel Terkait