Milenial

Pansos Tidak Selalu Jelek, Ini Contoh Pansos yang Positif

pansos

Ajaib.co.id – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memasukkan kata baru yang sering disebut sebagai pansos. Istilah pansos ini sebenarnya merupakan kepanjangan dari panjat sosial yang diartikan sebagai usaha yang mempunyai status sosial tinggi. Sayangnya, kata ini seringnya dikaitkan dengan hal-hal negatif.

Untuk anak-anak zaman sekarang, sering melabel orang yang sukan mencari perhatian dengan sebutan pansos atau dalam bahasa Inggrisnya attention seeker. Orang yang suka mencari perhatian ini biasa dilabeli pada orang-orang yang memiliki gaya hidup dengan mengekspsos diri sendirinya ke publik ataupun media sosial sebagai platform untuk cari perhatian.

Hal ini biasa dilakukan dengan cara mengunggah, foto, tulisan, dan berbagai hal lainnya di media sosial. Intinya, pencari perhatian ini akan berupaya untuk lebih dikenal status sosialnya dengan melakukan publikasi-publikasi yang masif, terencana, atau bahkan bombastis.

Kegiatan pansos ini sering dikaitkan sebagai usaha yang dilakukan untuk mencitrakan dirinya sendiri agar menjadi orang yang mempunyai status tinggi. Pengharapan dari pelau pansos, citranya ini bisa menjadi dirinya makin dikenal oleh publik luas. Jika di dalam ilmu komnikasi, pansos ini sebenarnya mirip dengan personal branding yang bertujuan untuk memperluas jaringan dengan berbekal citra yang sudah dikenal dengan baik di masyarakat.

Pansos Tidak Harus Negatif

Karena pansos sering diarahkan kepada orang yang mencitrakan diri sebagai orang yang ingin dipandang, seringkali kata ini malah berakhir menjadi konotasi yang negatif. Padahal, pansos ini bisa mendatangkan manfaat juga, baik itu untuk pelaku pansos ataupun orang-orang di lingkungannya.

Seperti yang telah diterangkan, panjat sosial memang serupa dengan personal branding. Yang mana, usaha ini memang bisa meningkatkan reputasimu di kalangan publik ataupun profesional. Tentunya, hal tersebut membuat kamu menjadi lebih menonjol dibandingkan orang lain. Selain hal tersebut, ini beberapa manfaat dari panjat sosial:

  • Kepercayaan diri meningkat
  • Kredibilitas dan reputasi meningkat
  • Kamu memiliki sebuah nilai tambah di mata masyarakat
  • Bisa memperluas jaringan dan koneksi
  • Membuat kamu lebih mengenal diri sendiri. Kamu menjadi tahu mana kelebihan kamu yang bisa dipublikasikan, mana yang tidak.

Contoh Pansos yang Positif

Membagikan Kiat-kiat

Banyak orang yang menganggap, jika kamu sering mengunggah foto-foto ke luar negeri atau kegiatan mewah lainnya sebagai kegiatan dari panjat sosial. Mungkin memang ada benarnya. Apalagi jika niatan kamu memang ingin dikenal sebagai penyandang status sosial orang yang suka plesiran.

Namun di balik itu, kamu juga bisa membagikan kiat-kiat bagaimana sih agar orang-orang bisa mengikuti jejak kamu. Misal kamu membagikan kiat-kiat travel ke luar negeri dengan harga murah meriah yang sebenarnya hampir tiap lapisan masyarakat bisa melakukannya. Hal tersebut bisa diunggah berbarengan dalam bentuk caption.

Untuk Menunjukkan Potensi

Mungkin kamu memiliki potensi diri yang luar biasa, tetapi banyak orang yang tidak mengetahui bakatmu itu. Maka, panjat sosial bisa menjadi positif bila dimanfaatkan untuk menyalurkan potensi-potensi kamu. Misalnya dengan mengunggah karya-karya desain, lagu, atau bahkan puisi yang membuatmu bisa dikenal lewat karya-karyamu tersebut.

Menyebarkan Kebaikan

Panjat sosial akan menjadi sangat positif jika dilakukan dengan niatan untuk menyebarkan kebaikan. Misalnya kamu memiliki pengetahuan di suatu bidang yang jarang orang tahu. Dengan kamu mengunggah pengetahuan kamu di media sosial, kamu bisa membagikan ilmu pengetahuan kamu kepada orang-orang lain yang bisa mengakses unggahan kamu.

Dengan hal tersebut, upaya eksistensi diri kamu berbanding lurus dengan bertambahnya wawasan orang-orang yang mengikuti kamu. Jadi, jangan takut dibilang pansos jika niatan kamu memang untuk hal-hal positif ya. Karena panjat sosial memang tidak harus negatif.

Artikel Terkait