4 Langkah Sederhana untuk Membuat Alokasi Aset yang Tepat

Ajaib: 4 Langkah Sederhana untuk Membuat Alokasi Aset yang Tepat
Ajaib: 4 Langkah Sederhana untuk Membuat Alokasi Aset yang Tepat

Membuat alokasi aset yang tepat adalah langkah pertama dan terbaik menjadi investor yang sukses. Tidak mungkin kamu bisa menentukan waktu market dan tidak selalu mudah untuk mengalahkan market dengan pilihan investasi spesifik yang kamu buat. Maka menciptakan alokasi aset yang tepat adalah kontribusi paling substansial yang dapat kamu buat untuk kinerja investasi milikmu.

Alasan mengapa begitu penting untuk membuat alokasi aset yang tepat adalah karena hal itu memungkinkanmu untuk membangun tembok di antara asetmu, yang akan mencegah kamu dari terlalu banyak berinvestasi di salah satu aset investasi, sektor, atau keamanan. Diversifikasi investasi adalah hal yang sangat disarankan termasuk dengan memutuskan seberapa banyak aset yang akan kamu taruh ke dalam suatu jenis investasi tersebut.

Tips Mengatur Alokasi Aset yang Efektif

Untuk berinvestasi butuh banyak pemahaman khususnya mengerahui soal risiko yang akan muncul. Asset allocation penting salah satunya demi menyeimbangkan risiko investasi milikmu menghadapi fluktuasi pasar keuangan.

Salah satunya dengan mengetahui berapa banyak aset yang harus dialokasikan untuk investasi yang kamu lakukan. Berbeda jenis aset maka berbeda pula jumlah alokasi asetnya. Misalnya reksa dana saham sebaiknya dilakukan dengan jumlah uang sekian karena berbagai kelebihannya, sedangkan sekian uang milikmu lagi ditanamkan untuk investasi obligasi.

Untuk menentukan berapa banyak alokasinya maka akan membantu investor mengalokasikan dananya dengan tepat. Tentunya semua orang punya perhitungan yang berbeda mengenai jumlah aset yang akan ditempatkannya dalam produk investasi tertentu. Sama halnya dengan portofolio investasimu saat ini yang pastinya berbeda dengan rekan sejawat.

Alokasi aset juga merupakan salah satu bentuk strategi investasi yang wajib ditempuh. Khususnya oleh investor pemula yang menghindari kerugian dalam bentuk apapun. Alokasi aset yang tepat akan membuat investasimu selalu dalam kinerja yang baik, meskipun pasar sedang naik maupun turun.

Dengan begitu kamu tidak akan menghadapi risiko lebih dari yang diperlukan. Di bawah ini adalah 4 langkah yang dapat kamu ambil untuk mencapai alokasi aset yang tepat.

1. Kesampingkan Emosimu

Tidak peduli seberapa besar kita berusaha untuk meremehkan pengaruhnya, emosi memainkan peran penting dalam sebuah investasi. Bagaimana kamu menentukan tingkat emosimu saat berinvestasi? Ada sejumlah komponen berkaitan dengan emosi yang bisa menentukan sikapmu saat melakukan investasi.

Komponen pertama adalah keadaan pribadimu. Hal ini termasuk status perkawinan dan keluarga, keamanan pekerjaan, dan tingkat hutang. Masing-masing akan mencerminkan jumlah risiko yang mampu untuk kamu ambil dengan investasi tersebut.

Tujuanmu di sini kamu perlu menentukan tujuan investasi yang ingin diraih. Apakah demi mempersiapkan pendidikan perguruan tinggi untuk anak-anakmu kelak, dana pensiun, mencapai keinginan pensiun dini atau tujuan lain? Tujuannya dapat memengaruhi caramu berinvestasi.

Komponen kedua adalah cakrawala waktumu. Apakah cakrawala waktu yang kamu miliki sekitar 40 tahun, atau hanya sepuluh tahun? Itu akan memengaruhi jumlah risiko yang bisa diambil dengan investasimu. Jangka waktu ini juga memberikan pilihan yang berbeda untuk instrumen investasi yang bisa kamu ambil.

Komponen ketiga adalah toleransi risiko yang bersedia kamu ambil. Terlepas dari faktor-faktor objektif di atas, mungkin masih ada sesuatu, jauh di dalam hati, yang membuatmu menjadi investor berisiko tinggi, atau seseorang yang hanya mengambil sedikit peluang.

Pertimbangkan masing-masing faktor di atas dalam menentukan berapa banyak risiko yang ingin kamu sertakan dengan investasimu, kemudian buat alokasi asetmu sesuai dengan itu. Misalnya, jika kamu saat ini masih lajang, memiliki pekerjaan yang stabil, tingkat hutang yang rendah, berencana pensiun dalam 40 tahun, dan risiko investasi yang tinggi tidak mengganggumu maka kamu dapat mempertimbangkan menempatkan 80% hingga 90% dari investasi milikmu dalam aset berisiko tinggi.

Jika kamu sudah berusia 40 tahun, bekerja berdasarkan komisi, memiliki hutang besar, dan berinvestasi untuk pendidikan perguruan tinggi anak-anak dalam sepuluh tahun, maka kamu mungkin ingin menjaga investasi berisikomu turun ke level 50%. Tujuannya adalah tetap meraup keuntungan dengan kondisimu masing-masing.

2. Diversifikasi dalam Alokasi Aset Tertentu

Selain memasukkan berbagai kelas aset dalam portofolio investasi yang kamu bangun, kamu juga harus merencanakan diversifikasi dalam setiap kelas aset. Diversifikasi selalu disampaikan berulang kali untuk dilakukan oleh investor agar investasinya aman. Tak peduli apapun bentuk investasinya, baik jangka waktunya panjang atau jangka pendek, kamu tetap harus melakukan diversifikasi.

Salah satu contoh diversifikasi yang bisa kamu lakukan seperti contoh di bawah ini,

Saham. Meskipun reksadana berbasis indeks IHSG cenderung menjadi investasi saham terbaik untuk segala cuaca, kamu dapat mendiversifikasi posisi saham milikmu dengan menyebarkan uangmu di berbagai sektor, yang masing-masing memiliki potensi untuk mengungguli market pada waktu yang berbeda. Sebagai contoh, saham berbasis industri teknologi bisa mengungguli market saat bullish. Sektor defensif dapat menghasilkan pengembalian yang positif bahkan ketika market sedang berada dalam kondisi bearish, jika situasi geopolitik di dunia tidak stabil.

Obligasi. Jika kamu memegang obligasi perusahaan, kamu mungkin ingin melakukan diversifikasi dengan menambahkan investasi berupa surat berharga dan obligasi daerah. Obligasi daerah mungkin belum cukup populer tapi sebenarnya ini produk yang cukup menjanjikan. Imbal hasilnya mungkin tidak akan setinggi saham tapi keamanannya akan sangat terjamin. Selain itu, kamu juga berpartisipasi dengan sumbangsih pada APBD daerah kan.

Membangun fleksibilitas dalam investasi harus menjadi bagian dari tujuan investasimu. Pasar keuangan selalu berubah-ubah dan kamu harus mampu mengikuti perubahannya. Diversifikasi pada aset yang berbeda adalah satu satu jurus jitu menghadapi perubahan dalam dunia investasi.

3. Buat Alokasi Kecil untuk Situasi Khusus

Kamu harus merencanakan untuk mengalokasikan persentase minoritas untuk situasi investasi khusus.

Tren hari ini: Alokasikan persentase yang lebih besar dari uang yang kamu investasikan untuk menumbuhkan saham selama pasar bullish. Idenya adalah untuk memposisikan portofoliomu untuk mengambil keuntungan dari tren saat ini. Meskipun benar bahwa tren dapat berbalik dalam waktu singkat, hal itu bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Mengalokasikan sejumlah uang tambahan ke dalam tren itu dapat meningkatkan imbal hasil yang kamu dapatkan secara signifikan.

Investasi high risk/high return: Ada jenis instrumen investasi tertentu yang mewakili risiko yang signifikan, tetapi juga berpotensi untuk memberikan pengembalian yang tinggi pula. Saham-saham ini bisa berupa perusahaan startup dalam industri baru, perusahaan dengan teknologi baru tetapi belum terbukti, atau perusahaan berbasis energi tertentu. Kamu harus mengandalkan pemahaman industri yang mendalam, serta sedikit insting, untuk meyakini saham perusahaan mana yang akan naik terus dalam jangka panjang.

Ketika membahas mengenai investasi dalam situasi khusus, mungkin kamu ingin menempatkan sejumlah kecil portofolio milikmu, mungkin tidak lebih dari 10%, ke dalam kelas tertentu secara keseluruhan. Selain itu, kamu ingin menyebarkan uang itu ke lebih dari selusin atau lebih perusahaan, dengan gagasan bahwa kamu hanya perlu dua atau tiga dari mereka untuk berbalik untuk mencapai pengembalian yang spektakuler.

4. Tambahkan Beberapa Investasi Alternatif

Selain saham dan obligasi, kamu juga harus secara serius menganalisis tentang investasi alternatif. Investasi ini memang kurang tradisional, tetapi mereka adalah jenis investasi yang dapat menghasilkan performa dengan sangat baik di jenis pasar tertentu, sering kali yang tidak menguntungkan bagi saham.

Komoditas mewakili peluang unik untuk mengambil keuntungan dari titik lemah dalam ekonomi secara umum. Sebagai contoh, logam mulia cenderung baik ketika dolar lemah salah satunya berupa investasi emas yang harganya juga relatif stabil. Di pasar lokal, kini tersedia emas batangan antam maupun pegadaian yang mudah didapat serta aman bagi investor pemula.

Sedangkan investasi energi cenderung bekerja dengan baik kapan saja ada sesuatu yang menimbulkan kekurangan energi. Ketika kini sektor tambang batu bara melemah, investasi di bidang energi bersih dan terbarukan tetap saja menjanjikan.

Real estat adalah contoh lain. Kamu tentu dapat berinvestasi di properti berpenghasilan kecil dengan menjadi pemilik. Investasi properti mungkin adadalah salah satu bentuk investasi paling lawas namun pesonanya tidak pernah hilang.

Kamu bisa berinvestasi dengan memiliki rumah maupun unit apartemen sendiri dengan uangmu. Kamu bisa menyewakannya untuk mendapatkan uang dan menikmati kenaikan harganya seiring waktu.

Tetapi kamu juga dapat berinvestasi dalam kemitraan real estat yang akan memungkinkanmu berinvestasi dalam portofolio properti yang serupa. Carilah sejumlah proyek real estate yang menjanjukan untuk menanamkan uangmu. Sektor real estate di Indonesia sendiri cukup menjanjikan dengan tren pembangunan belakangan yang cukup tinggi.

Kamu juga bisa berinvestasi langsung dalam bisnis kecil. Bisa melakukan ini dengan memulai bisnis sendiri dengan skala yang sesuai serta pengetahuan yang dimiliki. Lebih baik menginvestasikan uangmu daripada dengan diri sendiri, atau dengan menyediakan ekuitas pribadi untuk bisnis menjanjikan lainnya. Tidak ada salahnya juga menjadi investor dalam bisnis yang tidak kamu kelola sendiri asalkan prospekan memang menjanjikan keuntungan yang sesuai.

Alokasi Aset Oleh Manajer Investasi

Alokasi aset juga berlaku dalam investasi reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi. Bahkan keberadaannya sangat penting bagi hasil akhir kinerja manajer tersebut. Bahkan hal ini juga menjadi objek dalam riset yang dilakukan oleh peneliti keuangan. Riset dengan judul Determinant of Portfolio Performance itu mengungkapkan jika manajer investasi melakukan dalam berbagai tahap antara lain:

  1. Menentukan jenis kelas aset (asset class) yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dalam portofolio
  2. Menentukan apakah akan normal, over atau underweight pada masing-masing kelas dalam portofolio, proses ini disebut dengan Policy atau Asset Allocation
  3. Secara strategis melakukan penyesuaian dalam pengelolaan portofolio dibandingkan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencoba mendapatkan excess return dari fluktuasi harga jangka pendek atau dikenal dengan sebutan Market Timing
  4. Memilih secara selektif saham atau obligasi dalam masing-masing kelas aset untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang superior, proses ini disebut dengan Security Selection.

Dalam riset ini, disebutkan jika 93.6% kinerja pengelolaan ditentukan oleh Asset Allocation, sisanya yaitu 6.4% ditentukan oleh Market Timing, Security Selection dan Lainnya (Faktor lainnya atau other, biasanya selalu terdapat dalam perhitungan statistik).

Meski demikian, banyak pihak yang mengatakan jika hal ini tidak selalu berlaku dalam semua jenis investasi. Aspek alokasi aset hanya berpengaruh hingga maksimal 70%, demikian beberapa pihak menyatakan. Namun hal ini menunjukkan jika, dalam persentase berapa pun, asset allocation memiliki faktor penting bagi pengelolaan investasi reksa dana oleh manajer investasi.

Alokasi aset sebagai faktor penting juga berlaku dalam investasi secara keseluruhan. Dengan menyebarkan uangmu di berbagai kelas aset dan di berbagai jenis investasi dalam setiap kelas, kamu menjadikan diri sebagai investor jangka panjang.

Kamu juga memposisikan diri untuk dapat mengambil keuntungan dari berbagai kondisi pasar, dan menghindari dikalahkan oleh orang lain. Tidak ada suatu alokasi yang akan bekerja untuk semua orang. Kamu harus memutuskan toleransi risiko yang sanggup diambil, dan mengalokasikan uang milikmu berdasarkan seberapa besar risiko yang bisa kamu tangani.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Artikel Terkait