Zaman Milenial, Wajib Tahu Apa Itu Likuiditas Saham

likuiditas saham
likuiditas saham

Zaman milenial seperti saat ini sudah banyak kita temukan investor pemula yang ingin memulai investasinya pada bursa saham, seringkali kamu pasti diberikan wejangan atau saran oleh para investor saham berpengalaman untuk membeli dan mencari likuiditas saham yang baik.

Tentu saja, sebagai investor saham pemula, kamu pasti bertanya-tanya seputar apa itu likuiditas saham? Hal ini wajar saja, karena memang di zaman milenial kini, investasi saham menawarkan kepada kamu begitu banyak pilihan saham perusahaan yang bisa kamu miliki berdasarkan jenis industri, kapitalisasi pasar, hingga likuiditas dari saham itu sendiri.

Ini semua menjadi hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan pada investasi saham pada zaman milenial sebelum memutuskan ingin berinvestasi saham. Di antaranya, salah satu hal yang perlu diutamakan dan dijadikan bahan pertimbangan kamu sebagai investor saham pemula, yaitu likuiditas saham.

Nah, oleh karena itu, bagi kamu yang saat ini sedang mengincar saham-saham perusahaan terbaik, tidak ada salahnya kamu simak informasi berikut seputar apa itu likuiditas saham dan bagaimana cara mengukurnya yang wajib diketahui diketahui oleh kalangan anak muda di zaman milenial kekinian.

Apa Itu Likuiditas Saham?

Secera sederhana, pengertian likuiditas saham dapat diartikan sebagai seberapa sering suatu saham diperdagangkan pada suatu periode tertentu. Yang mana, semakin volume transaksi saham tersebut sering dilakukan, ini akan semakin baik bagi likuiditas saham tersebut.

Karena, terjadi perubahan transaksi jual-beli saham yang begitu masif dilakukan di bursa saham pada periode tertentu.

Inilah alasan utama mengapa investor saham pemula seperti kamu disarankan untuk membeli saham di perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

Karena biasanya saham perusahaan tersebut memiliki kekuataan finansial yang baik, ini akan sangat baik bagi kelangsungan investasi saham kamu di perusahaan yang bersangkutan dan juga saham tersebut mudah untuk diperdagangkan.

Ingat ya! Skema investasi saham merupakan investasi jangka panjang dan tidak disarankan untuk jangka pendek, karena tingkat return dari modal yang kamu tanamkan, baru akan kelihatan hasilnya sekitar jangka waktu hingga 5 tahun atau lebih.

Jika begitu, bagaimana cara kamu membedakan antara saham yang likuid dan tidak? Berikut ini, Ajaib punya informasi ciri-ciri saham yang tidak likuid agar kamu tidak rugi ketika berinvestasi di saham tersebut.

Ciri-ciri Saham yang Tidak Likuid

Jika kamu menemukan saham yang memiliki pergerakan harga saham yang tidak wajar. Misalnya, harga saham tersebut cepat naik dan turun dalam waktu singkat, ini adalah salah satu ciri-ciri saham perusahaan tersebut tidak likuid.

Contohnya saham XXX memiliki harga saham Rp100 per saham, kemudian keesokan harinya lagi naik hingga empat kali lipat menjadi Rp400 per saham, dan keesokannya hari lagi turun hingga menjadi Rp50 per saham.

Dimana, jika siklus ini terjadi secara terus-menerus, saham ini dapat dikatakan sebagai “saham yang tidak likuid”. Sehingga kamu disarankan untuk tidak membelinya karena berpotensi akan merugikan kamu sebagai pihak investor pemula.

Saham tidak likuid juga jarang diperdagangkan setiap harinya, karena memang kurang diminati oleh investor saham.

Perhatikan Nilai Kapitalisasi Pasar dari Saham Tersebut

Besarnya kapitalisasi pasar suatu saham juga bisa menjadi indikator, apakah saham tersebut likuid atau tidak. Dimana, kapatalisasi pasar terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kecil, sedang, dan besar.

Kategori kapitalisasi pasar:

  • Besar: di atas Rp4 triliun.
  • Sedang: Rp2 triliun – Rp4 triliun.
  • Kecil: di bawah Rp1 triliun.

Kamu bisa mengecek nilai kapitalisasi pasar dari suatu saham melalui website atau aplikasi untuk perdagangan saham yang saat ini tersedia di pasaran.

Jika kamu menemukan suatu saham yang berada pada kategori kecil untuk nilai kapitalisasi pasarnya, patut kamu waspadai kemungkinkan besar saham-saham tersebut merupakan saham yang tidak likuid.

Selain itu, cermati juga bahwa jumlah saham yang beredar tidak berbanding lurus dengan harga sahamnya, yaitu jumlah saham yang beredar banyak sekali tetapi harga saham tersebut tidak kompetitif, ini juga bisa menjadi indikasi bahwa saham tersebut tidak likuid.

Saham Perusahaan Sering Dilanda Kasus

Kasus-kasus yang sering melanda perusahaan-perusahaan yang memiliki saham yang tidak likuid seperti penunggakan gaji karyawan, terlilit utang, selalu mengalami kerugian terus-menerus, dll.

Hal ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja saham mereka di bursa saham, sehingga saham tersebut tidak baik untuk dibeli oleh kamu.

Setelah, kamu sudah mengetahui ciri-ciri dari saham yang tidak likuid, kini kita beralih ke informasi selanjutnya, yaitu cara mengukur likuiditas saham.

Cara Mengukur Likuiditas Saham Bagi Generasi Milenial Saat Ini

Untuk mengetahui saham yang ingin kamu beli tersebut likuid atau tidak, kamu bisa dibantu dengan website atau aplikasi perdagangan saham saat ini. Kamu bisa melihat informasi terkait jumlah saham yang beredar dan kapitalisasi pasar.

Biar lebih mudah mengetahui dan mengukurnya, kamu bisa melakukan pencarian saham berdasarkan jenis industrinya.

Jika kamu ingin menghitung kapitalisasi pasar suatu saham secara manual, kamu bisa menghitungnya dengan cara:

Kapitalisasi pasar = harga saham x jumlah saham yang beredar

Contoh:

Harga saham XXXX = Rp400 per saham

Jumlah saham yang beredar = 1 miliar saham

Jadi, Rp400 per saham x 1 miliar saham = Rp400 miliar, setelah itu kamu lihat nilai kapitalisasi pasar dari saham ini masuk ke kategori yang mana (besar, sedang, kecil). Umumnya, saham yang memiliki likuiditas yang tinggi terdapat pada perusahaan-perusahaan terkemuka yang masuk ke dalam kategori saham blue chips, LQ45, dll.

Aplikasi Investasi Online Ajaib

Iya Ajaib sudah tahu apa yang saat ini milenial butuhkan, yaitu kemudahan akses saat investasi. Dimana, melalui aplikasi investasi online Ajaib kamu bisa dengan mudah menemukan berbagai opsi pilihan saham terbaik yang bisa kamu miliki hanya melalui gadget kesayangan kamu saja lho.

Mudah bukan? Hadirnya, aplikasi Ajaib di zaman milenial saat ini, memiliki tujuan untuk menghadirkan pengalaman baru ketika berinvestasi pada saham-saham terbaik dengan mudah dan cepat.

Jika, kamu masih bingung ingin memilih saham-saham terbaik mana, kamu bisa mencarinya melalui aplikasi Ajaib dengan berbagai katergori saham terbaik seperti Saham BUMN Terbaik dan lain sebagainya.

Demikianlah informasi yang bisa Ajaib sampaikan untuk kamu terkait apa itu likuiditas saham dan bagaimana cara mengukurnya yang wajib diketahui oleh anak-anak muda di zaman milenial saat ini.

Karena, investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang paling cocok di zaman milenial, dengan menawarkan skema jangka panjang yang sangat baik bagi kamu yang memiliki cita-cita untuk membeli apartemen, rumah, mobil, atau biaya nikah nantinya.

Bacaan menarik lainnya:

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama ed.). Yogyakarta: Kanisius.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait