Perencanaan Keuangan

10 Perencanaan Keuangan Keluarga yang Salah

Perencanaan Keuangan Keluarga

Ajaib.co.id – Melakukan perencanaan keuangan nyatanya memang perlu dilakukan oleh setiap keluarga. Tentunya untuk menyongsong masa depan keluarga yang lebih cerah. Nyatanya, generasi milenial yang sekarang telah menjadi orang tua masih kurang kesadaran akan hal itu.

Menurut hasil survei yang dirilis oleh Millennial Report 2019, orang-orang Indonesia dengan rentang usia 20-35 tahun hanya menyisihkan 10,7% dari pendapatan mereka untuk menabung. Kesadaran akan perencanaan keuangan keluarga masih sangat kurang bagi mereka, dan pendapatan para keluarga milenial itu kebanyakan habis untuk kebutuhan bulanan dan biaya hiburan.

Padahal, dengan tidak memiliki rencana keuangan yang baik, masalah keuangan selanjutnya akan timbul. Masalah keuangan akan membuat beberapa kebutuhan hidup tidak terpenuhi, gagalnya pembiayaan kebutuhan ini juga dapat berujung fatal.

Sebelum mulai merencanakan perencanaan keuangan keluarga, mari terlebih dahulu memahami apa saja kesalahan yang sering terjadi dalam perencanaan keuangan.

1. Tidak Memiliki Bujet Anggaran

Kebanyakan orang saat ini sama sekali tidak memiliki bujet anggaran keuangan. Ini dikarenakan bagi para milenial, menyusun anggaran belanja itu merupakan kegiatan yang ribet dan memakan waktu.

Padahal, bujet anggaran itu sangat penting karena dengan adanya bujet tersebut, mereka dapat melakukan evaluasi dan memperbaiki rencana keuangan agar lebih sehat di kemudian hari.

2. Tidak Ada Prioritas

Kurangnya prioritas juga dapat menjadi masalah dalam melakukan perencanaan keuangan keluarga. Kebanyakan dari orang-orang kurang memerhatikan prioritas dalam hal pengeluaran yang seharusnya setiap orang tahu apa yang penting bagi mereka dan menyisihkan dananya dari awal ketika mereka menerima pemasukan.

Dana prioritas yang dimaksud adalah seperti menyiapkan dana untuk pendidikan, asuransi jiwa, dan lain sebagainya.

3. Impulsif

Menyenangkan diri sendiri memang perlu dan harus. Namun bukan berarti kamu harus membeli suatu barang tanpa adanya perencanaan dalam keuangan ya. Setelah membuat rencana keuangan, seharusnya kita tidak keluar dari perencanaan keuangan yang telah disusun.

Daripada membeli langsung yang dilakukan tanpa perencanaan, lebih baik ditahan dulu dan dianggarkan pada bujet selanjutnya untuk mencegah kekacauan bujet yang telah dibuat.

4. Keinginan Bukan Kebutuhan

Banyak orang yang melakukan kesalahan ini, membeli suatu barang karena ingin bukan butuh. Inilah salah satu penyebab utama perencanaan keuangan keluarga yang bocor.

Bukannya dilarang, tapi lebih baik hal tersebut ditekan sedemikian mungkin. Jika memang anggaran masih memungkinkan dan tidak merusak bujet, mungkin boleh dilakukan.

5. Utang yang Berlebihan

Dalam kasus ini, utang memang salah satu solusi untuk membeli suatu kebutuhan tanpa harus mengeluarkan bujet yang besar di awal. Secara ukuran proporsional, jumlah utang tidak boleh lebih dari 50% total aset yang dimiliki saat ini.

Jumlah cicilan juga sebaiknya hanya berkisar antara 20% hingga 30% dari total pendapatan bulanan. Ingat, kamu juga perlu menabung dan membayar kebutuhan bulanan.

6. Tidak Memiliki Dana Darurat

Setiap keluarga tentu harus memiliki dana darurat dalam perencanaan keuangan keluarga. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan menimpa kita di kemudian hari.

Contohnya seperti pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang di-PHK dan dirumahkan. Idealnya dana simpanan darurat mencapai 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan.

7. Tidak Mendiskusikan Keuangan dengan Pasangan

Mungkin terdengar sepele, tapi kenyataannya banyak pasangan yang tidak membicarakan dan melakukan perencanaan keuangan bersama dalam rumah tangga.

Padahal, perencanaan keuangan keluarga yang sehat dan terencana harus dibicarakan secara terbuka mengenai aset, utang masing-masing, dan tentunya penghasilan.

8. Tidak Menentukan Tujuan Finansial

Apa artinya perencanaan keuangan tanpa adanya tujuan. Tentunya tujuan finansial ini juga dapat memotivasi keluarga untuk membuat perencanaan keuangan dan tetap pada rencana.

Kamu bisa menentukan tujuan finansial jangka panjang, seperti pindah ke rumah yang lebih besar, dan juga tujuan finansial jangka pendek seperti jalan-jalan dan sebagainya.

Semua rencana dan tujuan harus ditulis agar menjadi pemicu keluarga untuk lebih bijaksana dalam mengambil keputusan finansial.

9. Tidak Ada Dana Pengembangan Diri

Selain tabungan yang harus mengembang, kemampuan diri juga harus berkembang karena diri sendiri adalah aset yang sangat berharga. Untuk itu, kamu juga perlu menyisihkan bujet untuk pengembangan diri.

Caranya, kamu harus terus belajar hal baru dan meningkatkan kemampuan diri melalui training, studi lanjut, atau bahkan kursus. Warren Buffett menyebutkan, keahlian yang dimiliki adalah aset yang paling mahal karena tidak bisa dicuri dan tidak kena pajak.

10. Takut Berinvestasi

Kebanyakan orang Indonesia masih minim pengetahuan akan investasi, padahal investasi penting dilakukan untuk menunjang perencanaan keuangan keluarga. Dengan tidak melakukan investasi, realisasi tujuan finansial akan tertunda atau bahkan tidak dijalankan sama sekali.

Dengan melakukan investasi, ini akan sangat berdampak baik bagi keuangan keluarga di masa mendatang. Setidaknya sisihkan minimal 10% pendapatan untuk diinvestasikan bagi masa depan yang lebih baik. Banyak produk investasi yang dapat dilakukan, mulai dari reksa dana, obligasi, emas, dan yang lainnya.

Salah satunya adalah dengan berinvestasi reksa dana dengan Ajaib.co.id. Kamu bisa mulai berinvestasi dengan produk-produk reksa dana yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp10.000.

Selain itu, uangmu juga akan aman diinvestasikan di Ajaib karena uangmu akan disimpan oleh mitra bank kustodian yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Jika kamu membutuhkan uangmu, kamu bisa menarik uangmu kapan saja. Beberapa layanan yang dimiliki Ajaib seperti dana pendidikan/pengeluaran terencana, dana pensiun individu, dana darurat, pengelolaan idle money, investasi dipandu ahli. Yuk mulai berinvestasi dengan Ajaib.

Artikel Terkait