Asuransi & BPJS

Tidak Mampu Membayar Tunggakan BPJS Kesehatan, Ini Sanksinya

Tidak Mampu Membayar Tunggakan BPJS Kesehatan
Tidak Mampu Membayar Tunggakan BPJS Kesehatan

Ajaib.co.id – Jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah yaitu BPJS Kesehatan kini memberikan kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan layanan kesehatan secara layak. Hal ini didukung dengan iuran yang ditetapkan pada BPJS Kesehatan lebih murah jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan pada umumnya.

Akan tetapi, muncul permasalahan pada BPJS Kesehatan yang tengah mengalami defisit sehingga ada kemungkinan jaminan kesehatan tersebut tidak dapat digunakan. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mampu menggunakan asuransi kesehatan yaitu BPJS Kesehatan. Salah satu penyebab utama defisit tersebut adalah karena banyak orang yang tidak mampu bayar iuran BPJS.

Lalu, sanksi seperti apa yang diberikan kepada para peserta yang menunggak iuran peserta BPJS Kesehatan dan solusi apa yang harus ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan tersebut? Nah, kamu bisa mengetahuinya melalui penjelasan berikut.

Sanksi Jika Peserta Tidak Mampu Membayar Tunggakan BPJS Kesehatan

Kewajiban dan tanggung jawab untuk membayar iuran sebagai BPJS Kesehatan, seringkali dihindari karena beberapa alasan. Biasanya para peserta hanya mau untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan saja, namun mengabaikan iuran yang ditetapkan. Untuk memberikan efek jera kepada oknum peserta yang mengabaikan kewajibannya, maka akan ada sanksi dan denda yang diterapkan di antaranya:

Sanksi Berupa Status Kepesertaan BPJS Kesehatan yang Dibekukan Sementara

Sanksi yang akan diberikan pihak BPJS Kesehatan adalah penghentian sementara penggunaan jaminan kesehatan. Ketika kamu ingin menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat di faskes 1, maka layanan menggunakan BPJS Kesehatan tidak akan bisa digunakan. Hal ini karena keterlambatan dalam membayar iuran jika melebihi 1 hingga 2 bulan dari tanggal 10 setiap bulannya.

Untuk mengantisipasi penangguhan jaminan kesehatan ini setiap peserta harus membayar iuran secara tepat waktu. Hal ini guna menghindari situasi saat kamu membutuhkan pengobatan di rumah sakit, namun tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan karena telat membayarnya.

Denda yang Harus Dibayar saat Iuran BPJS Kesehatan Tertunggak

Melalui kebijakan baru yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, penetapan denda ketika menunggak iuran BPJS Kesehatan sudah tidak diberlakukan lagi alias dihapus. Akan tetapi, hal ini berbeda jika kamu yang menunggak BPJS Kesehatan dan sudah mengalami penghentian sementara pada kepesertaan BPJS Kesehatan. Kemudian kamu langsung menggunakannya tanpa menunggu waktu selama 45 hari sejak BPJS Kesehatan kembali diaktifkan.

Pasalnya, jika kepesertaan kamu sudah masuk ke penghentian sementara karena tunggakan iuran yang dilakukan,kamu harus menunggu selama 45 hari untuk bisa digunakan tanpa membayar denda. Jika penggunaan BPJS Kesehatan langsung digunakan setelah proses pengaktifan kepesertaan dan kurang dari 45 hari sejak tanggal aktif kembali, maka kamu akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari biaya layanan rawat inap kesehatan lalu dikali dengan jumlah bulan iuran kamu tertunggak.

Solusi untuk Mengatasi Masalah Tidak Mampu Membayar Tunggakan BPJS

Masalah tidak mampu membayar tunggakan BPJS Kesehatan memang menjadi penyebab utama terjadinya defisit pada BPJS Kesehatan. Mengingat, keuangan setiap orang tentu berbeda-beda sehingga ketidaksanggupan membayar tunggakan BPJS Kesehatan tidak bisa disalahkan begitu saja. Hal ini juga ditambah dengan naiknya iuran BPJS Kesehatan.

Lalu bagaimana solusi yang dilakukan ketika peserta tidak mampu melakukan pembayaran iurannya? Nah, kamu yang mungkin merasa kesulitan dalam membayar tunggakan BPJS Kesehatan bisa mengikuti cara berikut ini.

Menurunkan Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Jika kamu tidak mampu membayar tunggakan BPJS Kesehatan, mungkin kelas perawatan yang dipilih memiliki iurannya masih terasa cukup berat. Oleh karena itu, kamu bisa turun kelas perawatan. Misalnya yang semula kelas i atau kelas ii menjadi kelas iii. Bisa dikatakan, kelas perawatan paling bawah ini iurannya yang paling terjangkau yaitu Rp42.000 setiap bulannya. Jangan lupa melakukan perubahan datanya agar proses perubahan berjalan lancar.

Mengajukan Diri sebagai PBI atau Penerima Bantuan Iuran

Solusi berikutnya ketika tidak mampu membayar tunggakan BPJS adalah dengan mengajukan diri sebagai Penerima Bantuan Iuran atau PBI. Bila iuran BPJS Kesehatan terlalu berat, bahkan untuk kelas 3 sekalipun karena penghasilan yang rendah maka bisa mengajukan diri sebagai PBI dengan mendatangi Kantor Dinas Sosial. Hal ini dilakukan untuk menerima surat keterangan miskin. Setelah itu, pemerintah yang akan membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya.

Penjelasan mengenai sanksi dan solusi ketika tidak mampu membayar tunggakan BPJS Kesehatan ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan tersebut. Bagi kamu yang memiliki kewajiban untuk membayar iuran BPJS Kesehatan dengan status mampu, jangan lupa untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Memiliki jaminan kesehatan juga bukan berarti kamu tidak memperhatikan kesehatan. Dengan menjaga kesehatan dan tidak menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, kamu bisa membantu mengurangi defisit yang terjadi. Selain itu, persiapkan juga perencanaan keuangan kamu untuk kebutuhan mendadak di masa mendatang.

Kamu bisa memilih produk investasi sebagai media untuk mengatur perencanaan keuangan. Salah satu instrumen investasi yang dapat digunakan adalah reksa dana. Apalagi kini investasi reksa dana bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Ajaib. Ajaib akan membantu kamu berinvestasi di instrumen reksa dana untuk menghasilkan keuntungan. Yuk, download aplikasi Ajaib di smartphone kamu sekarang.

Artikel Terkait