Analisa Saham

Saham UCID Boleh Berharap Tumbuh di Tahun 2021

Profil Singkat Emiten

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (berkode saham: UCID) berdiri pada tahun 1997. Pabrik pertama mereka berlokasi di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Setahun setelah berdiri, UCID meluncurkan produk pembalut wanita dengan merk “Charm”. Kegiatan usaha UCID di industri produk higienis sekali pakai terus mengalami perkembangan. Pada tahun 2020, UCID meluncurkan produk lainnya, yakni “MamyPoko” untuk segmen produk popok bayi.

Hanya berselang tiga tahun kemudian, yakni pada tahun 2003, MamyPoko berhasil meraih pangsa pasar nomor 1 di Indonesia. Pada tahun 2008, giliran produk mereka “Charm” berhasil mencapai posisi nomor 1 di Indonesia dalam kategori pembalut wanita. Pada tahun yang sama, UCID meluncurkan produk healthcare dengan merk “Lifree” untuk segmen popok dewasa.

Pada medio tahun 2009, UCID meluncurkan produk non-diapers, yakni “MamyPoko Wipes”. Merek ini dibeli oleh UCID dari Unicharm Kokko Nonwoven Co Ltd, anggota Grup Unicharm, sebelum pada akhirnya diakuisisi oleh UCID pada bulan Desember 2017.

Sebagian besar produk UCID saat ini diproduksi oleh fasilitas produksi milik sendiri. Saat ini, UCID mengoperasikan dua fasilitas produksi di Karawang, dan dua di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

UCID menjadi perusahaan publik dan melepas saham kepada publik dengan mendaftarkan 20,00% saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses IPO UCID terjadi di penghujung tahun 2019.

Dilihat dari Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Rapor kinerja UCID menurun di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski menurun, UCID masih meraup laba sebesar Rp311,6 miliar di tahun 2020. Angka ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp398,7 miliar.

Berikut adalah ikhtisar keuangan terakhir UCID.

Riwayat Kinerja

Kinerja UCID terlihat lebih ‘kinclong’ di periode tahun 2017–2019. Laba tahun berjalan UCID di periode tersebuh naik sangat drastis, yakni sebesar 261,9%. Sebaliknya, liabilitas UCID turun sebesar 10,5%.

Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sejumlah komponen kinerja UCID periode 2017 hingga 2019:

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

IPO di tahun 2019, UCID langsung membagikan dividen di tahun berikutnya sebesar Rp79,74 miliar. Angka ini setara dengan Rp19,25 per saham.

Prospek Bisnis UCID

Awalnya, penggunaan dana IPO diperuntukkan bagi revitalisasi mesin untuk popok bayi yang telah mengalami penyusutan. Namun, terjadi pandemi Covid-19 dan penyusutan market. Alhasil, UCID harus menunda investasi pada mesin popok bayi.

Namun, tampaknya pandemi Covid-19 tak terlalu berdampak negatif bagi UCID. Kebutuhan popok bayi, misalnya, akan ada terus selama pertumbuhan kelahiran bayi di tanah air meningkat dari tahun ke tahun. Terlebih, produk healthcare adalah anomali di masa pandemi Covid-19. Artinya, produk healthcare cenderung bertumbuh positif.

Kinerja UCID yang tak terlalu terdampak pandemi Covid-19 sebenarnya tak terlepas dari apa yang dilakukan UCID beberapa tahun sebelumnya. Sebelum IPO, UCID telah berhasil membangun kesadaran konsumen akan merk mereka di Indonesia dan mengasosiasikan merek ini dengan citra kualitas premium, kenyamanan, dan keamanan produk Jepang, Ketiga produk UCID, yakni MamyPoko, Charm, dan Lifree relatif mendominasi pasar untuk segmennya masing-masing.

Brand awareness yang tinggi, inovasi berkelanjutan, portofolio produk yang luas, kampanye pemasaran yang berdampak besar dan jaringan distribusi yang luas adalah beberapa faktor kunci yang memungkinkan produk-produk UCID termasuk market leader. Inovasi ini, contohnya di tahun 2019 kala UCID meluncurkan MamyPoko Slim. Ini merupakan produk popok jenis celana yang merupakan perkembangan dari MamyPoko.

Meski begitu, tahun 2021 masih akan menjadi tahun yang cukup menantang bagi industri produk konsumen di Indonesia. Ketidakpastian perekonomian serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan memicu masyarakat dan industri untuk cenderung menahan diri dalam melakukan konsumsi.

UCID boleh berharap program vaksinasi Covid-19 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sekaligus peningkatan daya beli masyarakat.

Selain itu, UCID tetap mengandalkan inovasi di tahun-tahun mendatang sebagai strategi melewati tantangan di depan.

UCID juga berupaya menyempurnakan kebijakan-kebijakan strategis. Untuk memastikan produk tersedia di seluruh Indonesia, UCID juga akan terus menambah sekaligus memperkuat titik-titik distribusi yang telah dimiliki, terutama melalui distributor pihak ketiga. UCID pun akan berupaya meningkatkan kapasitas produksi sambil terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi.

Tak kalah penting, UCID juga memandang penting kegiatan promosi dengan metode pemasaran dan periklanan, termasuk kegiatan komersial di televisi, iklan, pemasaran di dalam toko dan promosi, merchandising material, dan campaign di media sosial.

Harga Saham (Kesimpulan)

Pada penutupan bursa tanggal 24 Maret 2021, data saham UCID adalah sebagai berikut:

Open: Rp1.695

Previous Close: Rp1.690

Offer: Rp1.695

Bid: Rp1.685

Day Low: Rp1.680

Day High: Rp1.695

Volume: 119.600 (Shares)

Value: Rp201.864.000

Frequency: 89 (Times)

EPS: Rp124

Dari data tersebut, maka rekomendasi saham UCID adalah beli. Rekomendasi ini didukung oleh fundamental bisnis UCID dan peluang pasar yang besar. Tak kalah penting adalah rancangan strategi matang UCID untuk jangka panjang.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait