Analisa Saham, Saham

Saham MAPA Bangkit di 2020, Kondisi Perusahaan Kian Sehat

Saham MAPA Bangkit di 2020, Kondisi Perusahaan Kian Sehat

Ajaib.co.id – Map Aktif Adiperkasa Tbk dengan kode saham MAPA ini berdiri pada 11 Mei 2015. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.

Anggaran Dasar Perusahaan memaparkan ruang lingkup kegiatan MAPA. Di antaranya, perdagangan, jasa, industri dan pengangkutan. Kegiatan utama MAP Aktif saat ini bergerak dalam bidang perdagangan ritel yang meliputi segmen ritel dan wholesale.

Segmen ritel terbagi menjadi segmen sports & lifestyle dan segmen wholesale terdiri atas penjualan grosir, konsinyasi serta pabrik garmen sebagai pendukung kegiatan usaha Perseroan. MAP Aktif telah mengoperasikan sebanyak 963 gerai untuk keseluruhan segmen. Selain itu, mempunyai 1 pabrik garmen untuk menunjang keperluan produksi.

Pada 28 Juni 2018, MAPA mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MAPA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 427.560.000 saham. Dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp2.100,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 05 Juli 2018.

MAPA Berhasil Bangkit di Kuartal III 2020

Mengutip dari kontan.co.id, kondisi keuangan MAPA pada terkini yakni pada kuartal III 2020 mengalami pemulihan bisnis. Usai sepanjang 2020 harus mengalami masa yang berat bagi emiten ritel MAPA ini.

Dari keterangan resminya, MAPA memperoleh pendapatan bersih Rp1,1 triliun di kuartal III 2020. Realisasi pendapatan ini meningkat 67,1% secara kuartalan dari Rp653,5 miliar di kuarta II 2020.

Meski demikian, peningkatan ini belum bisa menyelamatkan bottom line MAPA dari kerugian. Di kuartal III 2020, rugi usaha MAPA mencapai Rp9 miliar. Kerugian ini terhitung menurun tipis dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai Rp 194,5 miliar. 

Adapun untuk EBITDA MAPA meningkat menjadi Rp144,7 miliar dari sebelumnya negatif Rp40,1 miliar. Dengan rugi bersih sebesar Rp38,3 miliar. Kerugian ini lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun 2019 yang mencapai mencapai Rp147,4 miliar. 

Untuk margin laba kotor menurun 7,5% pada kuartal III. Tercatat, margin laba kotor MAPA hingga  850 bps menjadi 38,9% dari  sebelumnya 30,4%. Penurunan terjadi usai melaksanakan strategi untuk mendorong produk-produk yang belum terjual akibat penutupan gerai pada kuartal II dan kuartal III. 

MAPA ke depannya akan tetap berkomitmen pada strategi jangka panjang. Strategi ini dengan Branded Commerce di kawasan Asia Tenggara dengan pemilik merek. Prinsip strategi ini yakni memaksimalkan berbagai kanal distribusi ritel melalui gerai monobrand baik secara online dan offline. Selain itu, memaksimalkan peluang ritel lainnya yang signifikan, baik athletic specialty, butik sneaker, atau market place.

Bisnis MAPA Terus Melonjak di 3 Tahun Terakhir

Sebelum kondisi pandemi, emiten Map Aktif Adiperkasa Tbk (saham MAPA) memang sudah mencatatkan laba sejak tahun buku 2017 hingga 2019. Penjualan dari produk perusahaan pun terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah)

Laporan Laba Rugi 2019 2018 2017
Penjualan bersih  7,447 6,246 5,076
Laba kotor 3,330 2,828 2,278
Laba tahun berjalan  693 353 293

Dari data tersebut, secara penjualan MAPA memang terus mengalami kenaikan per tahunnya. pendapatan perseroan bertumbuh 19,22% menjadi Rp7,45 triliun pada tahun 2019. Perusahaan juga mengalami kenaikan beban pokok penjualan sebesar 20,47% menjadi Rp4,12 triliun. Untuk beban penjualan serta beban umum dan administrasinya ikut melonjak 20,47% dan 17,41% bila dibandingkan periode tahun 2018.

Sementara itu, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dari semula Rp353,41 miliar menjadi Rp693,18 miliar pada tahun 2019. Perusahaan pun di pemberitaan membagikan laba per saham atau earning per share sebesar Rp243 untuk tahun buku 2019, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni Rp135.

Data lain mencatat, total liabilitas perseroan menurun 19,95% menjadi Rp1,05 triliun. Penyebabnya lantaran berkurangnya utang obligasi. Untuk ekuitas perseroan meningkat 29,19% menjadi Rp3,02 triliun. Kemudian, total aset perseroan pun naik 11,54 persen menjadi Rp4,06 triliun dari sebelumnya Rp3,64 triliun.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis MAPA saat ini sedang sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio 2019
ROA 17.0%
ROE  23.0%
NPM  9.3%
GPM 44.7%
DER 34,75%

Prospek Saham MAPA Kedepannya?

Mengenai rencana MAPA ke depan, Ratih D. Gianda, VP Investor Relations & Corporate Communications. Mengungkapkan ada peluang baru dari pandemi. Walaupun belum kembali ke kondisi normal, namun ada tantangan jangka pendek sebagai peluang jangka panjang untuk berhenti sejenak, menata kembali dan melakukan transformasi model usaha dengan pendekatan Unified Retail yang berpusat pada program MAP Club.

MAPA melihat re-organisasi ini merupakan cara baru dalam melayani pelanggan. Utamanya melalui berbagai kanal sesuai pilihan dan kenyamanan pelanggan. Prinsipnya, ‘belanja untuk semua’ kapan pun, di mana pun pelanggan inginkan, baik melalui kanal fisik atau digital.

Pada tahun 2021 MAP Club adalah perubahan struktural utama untuk menopang pertumbuhan masa depan dalam jangka waktu satu tahun 2021 ini. Melalui percepatan peralihan konsumen ke online. Sehingga perusahaan tengah menjalankan proses re-organisasi tim penjualan dan pemasarannya. Dengan  menjadi struktur Unified Retail brand. Perubahan struktur ini akan mendorong ‘akses langsung ke pelanggan’ melalui aplikasiloyalty MAP Club yang jumlah anggotanya ditargetkan tumbuh lebih dari 100% per tahun.

Untuk memberikan gambaran kepada investor, implementasi awal model Unified Retail di kuartal ke-3 2020 telah menunjukkan hasil yang positif terhadap penjualan. Ratih menggambarkan brand manager menyampaikan informasi atas ketersediaan produk-produk baru kepada anggota MAP Club melalui berbagai kanal ritel milik perusahaan. Di antaranya gerai offline MAP di mal, MAPEMALL, platform monobrand, market place, ataupun kanal UKM tradisional.

Mapa memiliki keyakinan di masa depan akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang berbelanja di seluruh spektrum produk MAP. Masyarakat akan terhubung dalam program loyalty dan reward yang akan memberikan nilai tambah bagi seluruh keluarga. Hal ini dinilai akan menjadi masa depan dalam berbelanja.

Dengan kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2020 dalam keadaan sehat. Selain itu, catatan selama 3 tahun terakhir memperlihatkan bisnis MAPA yang selalu mengalami peningkatan. Membuat saham ini tergolong layak untuk dibeli. Tentunya investor tetap harus memantau pergerakan saham dan fundamental bisnis perusahaan. 

Artikel Terkait