Analisa Saham

Saham BISI Cerah Ceria di Tahun Pandemi

Ajaib.co.id – PT BISI International Tbk (berkode saham: BISI) berdiri dengan nama PT Bright Indonesia Sead Industry pada tahun 1983.

Kegiatan usaha BISI meliputi pertanian jagung, aneka kacang hortikultura, padi hibrida, padi inhibrida, holtikultura buah, sayuran, dan jasa pasca panen.

Produk utama yang dihasilkan oleh BISI dan entitas anaknya adalah benih jagung, holtikultura, padi, dan pestisida. Selain itu, BISI juga menjalankan bisnis perdagangan besar padi, palawija, buah, sayur, dan pengembangan bioteknologi.

Sejak tanggal 28 Mei 2007, BISI telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Di tengah pandemi Covid-19, BISI masih mampu berkinerja baik. Memang, laba BISI di tahun 2020 menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, BISI setidaknya masih membukukan laba di atas Rp100 miliar di saat banyak industri terpukul akibat pandemi Covid-19.

Berikut ikhtisar keuangan BISI antara tahun 2019 dan 2020.

Komponen LabaDesember 2019 Desember 2020
Penjualan dan pendapatan usaha Rp2,2 triliun Rp1,8 triliun
Jumlah laba bruto Rp855,2 miliar Rp688,7 miliar
Beban pokok penjualan dan
pendapatan
(Rp1,4 triliun) (Rp1,1 triliun)
Jumlah laba (rugi) Rp306,9 miliar Rp275,6 miliar

Bagaimana dengan awal tahun ini? Pada triwulan I tahun ini, BISI juga mencatatkan kinerja positif. Pada tiga bulan pertama tahun ini, penjualan BISI naik 8,2% yoy menjadi Rp434,18 miliar.

Kontribusi penjualan terbesar berasal dari pihak ketiga untuk produk pestisida dan pupuk. Nilai penjualan kedua produk tersebut mencapai Rp263 miliar. Selain berhasil meningkatkan pendapatan, BISI pun berhasil melakukan efisiensi. Hal ini bisa dilihat dari turunnya beban pokok penjualan sebesar 10% yoy menjadi Rp232,22 miliar di akhir Maret lalu.

Jumlah laba BISI pada periode Januari–Maret 2021 adalah Rp79,5 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp24,3 miliar.

Berikut ikhtisar keuangan BISI antara triwulan I 2020 dan 2021.

Komponen Laba Maret 2020 Maret 2021
Penjualan dan pendapatan
usaha
Rp401,3 miliar Rp434,1 miliar
Jumlah laba bruto Rp142,7 miliar Rp201,9 miliar
Beban pokok penjualan dan
pendapatan
(Rp258,5 miliar) (Rp232,2 miliar)
Jumlah laba (rugi) Rp24,3 miliar Rp79,5 miliar

Riwayat Kinerja

Total aset BISI pada periode waktu tahun 2017–2019 meningkat sebesar 12,1%. Total liabilitasnya juga naik. Meski begitu, penjualan neto BISI dalam kurun waktu yang sama turun tipis sebesar 1,6%.

Pada periode waktu tahun 2017–2019, laba bruto BISI juga menurun sebesar 9,9%. Penurunan lebih tajam tercatat untuk laba tahun berjalan, yakni 23,8%.

Komponen CAGR 2017-2019
Penjualan neto -1,6%
Laba bruto -9,9%
Total aset 12,1%
Total liabilitas 47,8%
Laba tahun berjalan -23,8%

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

BISI termasuk emiten yang cukup rutin membagikan dividen. Dalam dua tahun terakhir, misalnya, BISI membagikan dividen dengan nilai yang identik.

Tahun Dividen per Saham Jumlah yang dibayarkan (miliar)
2018 Rp100 Rp300 miliar
2019 Rp100 Rp300 miliar

Hal ini bisa menjadi preseden positif bagi investor. Terlebih, pandemi Covid-19 turut menggerus banyak sektor industri. Namun, sektor pertanian termasuk yang memiliki daya tahan tinggi terhadap pandemi Covid-19.

Prospek Bisnis BISI

Saat sejumlah sektor terkoreksi akibat pandemi Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian mampu tumbuh 1,75% sepanjang 2020. Hal ini karena produk-produk pertanian tetap diminati oleh masyarakat luas, meskipun daya beli melemah.

Sektor pertanian juga tercatat mampu menyerap tenaga kerja yang bertambah tiap bulannya. Pada Agustus 2020, misalnya, sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja hingga 2,23%. Artinya, ada tren beralihnya pekerjaan masyarakat ke sektor pertanian.

Optimisme tersebut didukung dengan sejumlah indikator, seperti nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah yang relatif stabil, Selain itu, BISI juga bisa berharap musim tanam kembali normal pada tahun ini.

Kebijakan Pemerintah juga meningkatkan optimisme BISI di tahun 2021. Kebijakan yang dimaksud terkait pengendalian impor, harga dasar, subsidi pupuk, pembangunan waduk dan jaringan irigasi serta semakin berkembangnya produk baru.

Berdasarkan kondisi tersebut, BISI tak ragu berekspansi pada tahun ini. BISI telah mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp60 miliar. Untuk penjualan tahun ini, BISI menargetkan pertumbuhan hingga dua digit.

Tak hanya itu, BISI juga menyiapkan investasi sebesar Rp120 miliar untuk kebutuhan lahan seluas 12.000 hektare. Terkait hal ini, rencananya BISI akan bekerja sama dengan PT Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) untuk menghasilkan 186.000 ton produksi cabai keriting, cabai rawit, dan cabai besar per tahunnya.

Namun, ada sejumlah tantangan yang siap menghadang laju pertumbuhan BISI di tahun ini. Perang dagang antara Cina dan AS, contohnya, sedikit banyak bisa berdampak pada kinerja segmen pestisida. Selain itu, di era ketidakpastian seperti saat ini juga patut diperhitungkan sebagai potensi ‘ancaman’ bagi bisnis BISI.

Harga Saham (Kesimpulan)

Merujuk data per tanggal 11 Juni 2021, kondisi saham BISI adalah sebagai berikut:

Pembukaan: Rp1.140

Penutupan Sebelumnya: Rp1.145

Penawaran (Offer): Rp1.145

Penawaran (Bid): Rp1.140

Harga Terendah: Rp1.140

Harga Tertinggi: Rp1.140

Volume: 100 (Saham)

Nilai Transaksi: Rp114.000

Frekuensi: 1 (Kali)

EPS: Rp148

PE Ratio: 8 (Kali)

Kapitalisasi Pasar: Rp2.447.580 juta

Berdasarkan data tersebut dan kinerja BISI hingga awal tahun 2021, maka rekomendasi untuk saham BISI saat ini adalah beli.

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait