Prospek Saham WOOD di Saat Sektor Furniture Tertekan

Prospek Saham WOOD di Saat Sektor Furniture Tertekan
Prospek Saham WOOD di Saat Sektor Furniture Tertekan

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel, industri kayu, dan juga perdagangan melalui impor dan ekspor.

Kini perusahaan yang memiliki emiten saham WOOD yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjadi perusahaan publik sejak 21 Juni 2017. Di mana ketika WOOD melakukan IPO sebanyak 1.250.000.000 saham ditawarkan ke publik dengan harga Rp260 per saham, melalui kegiatan IPO saham WOOD ini, perusahaan mendapatkan dana investor sebesar Rp325.000.000.000.

Mengenal Perusahaan Saham WOOD

Dalam melakukan pendistribusian produk-produk kayu olahannya, WOOD memiliki anak perusahaan, PT Integra Dekorindo, yang bersinergi dengan jalur ritel melalui 2 merek yaitu  VITTORIO dan THEMA HOME. Tentu saja dengan berbagai lini produk diantaranya furniture panel, furniture kamar tidur, dan komponen bangunan.

Sebagai perusahaan industri furniture terkemuka di Indonesia, produk kayu yang dihasilkan WOOD didistrbusikan baik itu secara domestik dan mancanegara dengan persentase 20% domestik dan ekspor 80%. Hal ini dirasa wajar karena WOOD memiliki luas pabrik yang begitu luas untuk mendukung aktivitas pendistribusian tersebut sebesar 225.000 meter persegi dengan kapasitas produksi 40 kontainer per bulan.

Setelah melihat latar belakang dari perusahaan WOOD, pasti tak diragukan lagi bahwa memang PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), memang merupakan perusahaan furniture terkemuka di Indonesia.

Lalu, bagaimana prospek saham WOOD pada 2019 ini, dimana banyak media yang memberitakan bahwa sektor furniture saat ini sedang tertekan. Nah berikut ini ulasan atau prospek dari saham WOOD.

Menilik Prospek Saham WOOD 

Menurut MNC Sekuritas, saham WOOD direkomendasikan dibeli pada level Rp825-Rp845 per saham dengan target harga Rp920, Rp945, Rp980. Dikutip Bisnis.com, WOOD pada semester I-2019 meraup penjualan Rp977,54 miliar meningkat 7,93% secara tahunan. Selain itu, laba bersih yang diraih pada semester I-2019 juga tumbuh sebsar 8,18% secara tahunan menjadi Rp123,06 miliar.

Di mana kontribusi penjualan WOOD ditopang dari pasar ekspor sebesar Rp690,71 miliar, yang mana penjualan ekspor perusahaan bertumbuh sebesar 2,34% secara tahunan. Target penjualan WOOD pada 2019 ini mencapai Rp3,15 triliun dan baru tercapai 31% di semester I-2019.

Selain itu, sentimen positif dari saham WOOD juga dapat dipengaruhi dari rencana pemerintah Indonesia untuk memangkas Pajak Penambahan Nilai (PPN) untuk produk kayu log. Di mana, saat ini produk kayu log masih dikenakan Pajak Penambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.

Bukan hanya itu, pemerintah Indonesia juga akan membahas dan mempertimbangkan untuk menghapus Sitem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) yang dinilai memberatkan industri. 

Jika ini benar hal-hal tersebut dapat direalisasikan, tentu saja ini menjadi pertanda positif bagi WOOD. Apalagi jika benar PPN akan dipangkas karena bisnis utama WOOD yaitu ekspor, sehingga penurunan PPN dapat meringankan beban biaya perusahaan.

Bagaimana? Tertarik menjadi investor saham WOOD? Jika jawabannya masih ragu, kamu bisa belajar investasi di Ajaib. Di Ajaib kamu bisa belajar mengenai berbagai investasi dan perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia. Jika sudah tertarik dengan salah satu perusahaan di Ajaib, kamu bisa langsung melakukan investasi di Ajaib kapan dan di mana saja. Yuk investasi sekarang!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait