Perlu Tahu, Ini Syarat dan Cara Hitung Zakat Perdagangan

Zakat Perdagangan

Saat ini banyak sekali bisnis, terutama bisnis jual-beli atau berdagang. Berdagang bisa apa saja, dari mulai barang yang masih baru hingga yang sudah bekas atau second layak pakai. Di perdagangan ada yang namanya pajak dagang. Selain pajak, di kalangan umat muslim ada namanya zakat perdagangan.

Zakat perdagangan berlaku jika telah memenuhi nishabnya. Zakat perdagangan ini termasuk dalam golongan zakat maal. Dengan begitu, zakat ini dikeluarkan dari nilai barang yang diperdagangkan. Maksud dari barang yang diperdagangkan ialah barang-barang yang diperjualbelikan agar kamu mendapatkan keuntungan.

Syarat untuk Zakat Perdagangan

Dalam menentukan zakat perdagangan ini, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Adapun kriteria tersebut di antaranya ialah:

1. Barang tersebut dimiliki sendiri

Barang yang kamu jual-belikan merupakan barang milik sendiri. Baik itu merupakan barang yang diperoleh dengan cara dibeli, hadiah, maupun wasiat.

2. Bukan termasuk barang wajib dizakati lainnya

Ada beberapa barang yang memang wajib untuk dizakati seperti, ternak, emas, perak, dan mata uang yang disimpan. Beberapa barang tersebut tidak dihitung dalam zakat perdagangan.

3. Barang yang sejak awal diniatkan untuk diperdagangkan

Sebagai seorang pedagang, sudah pasti saat membeli suatu barang pasti akan diusahakan untuk diperdagangkan. Nah, barang-barang itulah yang nantinya termasuk dalam hitungan zakat.

4. Nilainya sudah mencapai satu nishab emas atau perak

Maksud dari nishab adalah batas terendah yang telah ditetapkan secara syar’i yang jadi pedoman untuk menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang punya harta dan telah mencapai ukuran tersebut.

5. Telah mencapai haul

Maksud dari mencapai haul ialah telah melalui satu tahun hijriyah.

Cara Hitung Zakat Perdagangan

Di Indonesia, dalam menghitung nishab dari zakat perdagangan diukur dengan ukuran emas, yakni setara dengan 85 gram emas 24 karat. Maka, jika barang dagangan tersebut telah mencapai nishab ini dalam kurun waktu satu tahun hijriyah, maka wajib dikeluarkan zakatnya tersebut.

Sedangkan untuk perhitungan haul dari zakat perdangan ini adalah satu tahun qomariyah atau biasa disebut dengan tahun hijriyah. Jika telah memenuhi nishab dan haulnya, maka presentasenya ialah sebesar 2,5 persen dari jumlah barang dagangan yang dimiliki.

Adapun untuk rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Perhitungan zakat perdagangan = nilai barang dagangan + uang dagang yang ada + piutang yang diharapkan – utang yang jatuh tempo

Nilai barang dagangan yang dimaksud ialah nilai saat jatuh satu tahun ketika akan dikeluarkannya zakat, bukan harga beli saat awal. Begitu pula dengan utang yang jatuh tempo, maksudnya ialah utang yang jatuh temponya pada tahun akan berzakat. Jadi bukan seluruh utang yang dimiliki oleh pedagang.

Contoh Kasus

Seorang pengusaha bernama CV Maju Jaya yang berdiri pada Syawal 1438 H pada satu tahun selanjutnya telah memiliki aset dan rincian utang seperti di bawah ini:

Barang yang belum terjual: Rp300 juta

Uang tunai hasil berdagang: Rp100 juta

Piutang: Rp25 juta

Utang: Rp15 juta

Maka zakat perdagangan yang harus dikeluarkan ialah:

Rp300 juta + Rp100 juta + Rp25 juta – Rp15 juta= Rp410 juta.

Rp410 juta x 2,5%= Rp10.250.000

Jadi, zakat yang harus dikeluarkan oleh orang tersebut ialah sebesar Rp10.250.000.

Bacaan menarik lainnya:

Hartati, N. (2015). Pengantar Perpajakan. Bandung: Pustaka Setia.

Devano dan Siti. 2006. Perpajakan: Konsep, Teori dan Isu. Jakarta: Prenada Media Group.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait