Analisis Saham

Prospek Saham CMRY, Sang Penguasa Pasar Yoghurt Indonesia

Ajaib.co.id – Produk susu dan yoghurt bermerek Cimory telah lama hadir di Indonesia. Tak heran bila para investor dan trader menyambut hangat keputusan perusahaan produsennya, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (kode saham CMRY), untuk melaksanakan penawaran saham perdana atau IPO pada akhir 6 Desember 2021 dengan harga penawaran Rp3080 per lembar. 

Harga saham CMRY langsung melambung sampai menyentuh Rp3500 pada hari pertamanya di bursa. Namun, euforia menyusut dengan cepat. Saat artikel ditulis (25 Januari 2022), harga saham CMRY sudah kembali ke Rp3120 per lembar. Bagaimana sebenarnya prospek saham Cimory? Mari kita bedah bersama.

Profil Emiten Saham CMRY

Jejak sejarah Cimory Group dapat dirunut sejak tahun 1993, meski bisnis susu premiumnya di bawah PT Cisarua Mountain Dairy baru dirintis pada 2004. Perusahaan kini merupakan produsen daging olahan, produk olahan susu (dairy), dan telur dengan merek-merek seperti Cimory, Kanzler dan Besto. Produk-produknya terdistribusi ke seluruh Indonesia melalui peritel modern dan tradisional, dan direct selling

PT Cisarua Mountain Dairy merupakan market leader dalam segmen produk yoghurt di Indonesia. Hasil riset Euromonitor menunjukkan bahwa pangsa pasar produk yoghurt, spoonable yoghurt dan minuman yoghurt masing-masing mencapai 53,2%, 71,9%, dan 50,3% per tanggal 31 Desember 2020. Laporan Bisnis.com (24 Januari 2022) bahkan menyebutkan bahwa produsen yoghurt dengan merek Cimory ini memiliki pangsa pasar sebesar 72 persen di Indonesia.

PT Cisarua Mountain Dairy memiliki enam fasilitas produksi dengan total kapasitas 400.000 ton per tahun. Tiga fasilitas produksi untuk produk susu premium berlokasi di Sentul, Semarang, dan Pasuruan. Tiga fasilitas produksi lainnya untuk makanan konsumen premium berlokasi di Cikupa dan dua berlokasi di Semarang.

Perusahaan ini merupakan bisnis milik keluarga konglomerat Sutantio. Kepemilikan saham CMRY paling besar berada di tangan Presiden Komisarisnya, Bambang Sutantio, sebanyak 53,55%. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah Farell Grandisuri Sutantio (7,65%), Axel Sutantio (7,65%), Wenzel Sutantio (7,65%), Tiffany Adikoesoemo (4,25%), PT Cimory Dairy Shop (2,55%), PT Cimory Hospitality Sejahtera (0,85%), PT Chocomory Cokelat Persada (0,85%), dan masyarakat (15,00%). Market cap Cimory mencapai Rp24,76 triliun.

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan Cimory per 31 Juni 2021 menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan penjualan dan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berikut ini rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya selama 2018-2020 dan kuartal II/2021 (dalam miliar rupiah):

II/2021 IV/2020 IV/2019 IV/2018
Total Aset 1.394,93 1.086,78 815,29 659,68
Total Liabilitas 692,99 352,40 256,54 207,98
Total Ekuitas 701,94 734,38 558,79 451,69
Penjualan Neto 1.581,75 1.861,96 1.390,78 1.086,95
Beban Pokok -824,33 -1.101,82 -873,44 -667,30
Laba Bruto 757,42 760,14 517,34 419,65
Laba Periode Berjalan 364,50 177,01 108,10 83,85

Terlihat bahwa pundi-pundi Cimory terus menggembung, bahkan di tengah krisis pandemi. Kita juga dapat pula menyimpulkan lima rasio utama yang disetahunkan per akhir Juni 2021 sebagai berikut:

  • Net Profit Margin (NPM): 23,04%
  • Return on Equity (ROE): 103,86%
  • Return on Asset (RoA): 52,26%
  • Debt Equity Ratio (DER): 98,73%
  • Current Ratio: 132,06%

Cimory merupakan perusahaan yang profitabel. Rasio utangnya cukup tinggi, tetapi masih relatif terkendali. Arus kas perusahaan juga lancar.

Prospek Bisnis Saham Cimory

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2020 berada sekitar 16,27 kg per kapita per tahun. Tingkat konsumsi susu tersebut jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam (20 kg/kapita/tahun) atau Malaysia (50 kg/kapita/tahun).

Ini berarti pasar Indonesia masih punya cukup banyak ruang untuk pertumbuhan produk-produk susu dan turunannya. Seiring dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia, pasar potensial bagi produk-produk premium Cimory akan terus berkembang. 

Cimory pun telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan penjualannya lebih lanjut, antara lain:

  1. Meluncurkan produk baru seperti susu UHT kemasan 1 liter, Cimory Sqeeze! Yoghurt dan Kanzler Singles untuk meragamkan portofolio produk siap makan dan siap masak. Koleksi Cimory saat ini mencakup sosis, nugget ayam, daging luncheon, produk makanan laut, pelengkap makanan berbahan dasar telur, dan produk telur cair, dengan merek Besto, Kanzler, Kanzler Singles, Juragan, Euro Gourmet, dan Mamayo.
  2. Menambah chiller baru di gerai-gerai general trade (GT) dan memperluas jalur distribusi secara langsung maupun tidak langsung. 
  3. Memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Cimory telah mengekspor yoghurt ke Filipina dan Singapura, kemudian kelak akan menyasar pula Vietnam dan Malaysia.

Patut diperhatikan pula bahwa Cimory juga memiliki beberapa fasilitas produksi yang terintegrasi dengan agrotourism, termasuk Cimory on the Valley Semarang, Cimory Riverside Bogor, Cimory Dairyland Prigen, dan Cimory Dairyland Puncak. Pengunjung dapat menikmati wisata edukatif bersama keluarga, kemudian pulang dengan membawa buah tangan berupa produk-produk Cimory. Wahana-wahana ini berpotensi memanen lebih banyak pengunjung seusai pandemi.

Valuasi Saham CMRY

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Cimory memiliki fundamental yang cukup baik. Namun, apakah saham ini cocok dibeli untuk investasi sekarang? Mengapa pula harga saham CMRY tidak naik-naik pasca-IPO?

Investor perlu memerhatikan bahwa tak semua saham berfundamental baik itu cocok untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Khusus untuk saham CMRY, valuasinya saat IPO saja sudah terlalu mahal. Pada harga saham CMRY saat ini Rp3120 per lembar, price-to-book value (PBV) lebih dari 30x. Masih kelewat mahal.

Saham susu lain yang sudah lama melantai di Bursa Efek Indonesia dan memiliki rekam jejak lebih panjang malah tergolong lebih murah. Sebagai perbandingan: saham ULTJ memiliki PBV 3,84x, saham CAMP memiliki PBV 1,66x, dan saham DMND memiliki PBV 1,58x. 

Singkatnya, investor yang berminat untuk meminang saham CMRY sebaiknya menunda hingga harga turun ke tingkat yang lebih terjangkau. Hati-hati FOMO mengoleksi saham yang baru saja masuk bursa ini.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait