Investasi, Saham

Mengenali Saham INCO Milik Emiten Perusahaan Tambang

saham inco

Saham INCO merupakan saham milik perusahaan PT Vale Indonesia. PT Vale Indonesia sendiri merupakan cabang dari perusahaan multitambang asal Brazil, Vale yang memiliki cabang perusahaan di lebih dari 30 negara yang ada di seluruh dunia. Karena itu bisa dipastikan PT Vale Indonesia adalah salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia. Dulu PT Vale Indonesia bernama PT International Nickel Indonesia Tbk, dan akhirnya berganti nama.

Meski beroperasi di Sulawesi Selatan, tapi PT Vale Indonesia punya kantor pusat di Jakarta, tepatnya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Salah Satu Perusahaan Tambang Terbesar di Timur Indonesia

PT Vale Indonesia sendiri mengelola nikel dan beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. PT Vale Indonesia sudah berdiri sejak 25 Juli 1968, waktu yang cukup lama sekali berada di Indonesia, dan sampai sekarang masih beroperasi. Dan kontraknya di Indonesia habis di tanggal 28 Desember 2025. Wilayah operasinya sendiri mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah,, dan Sulawesi Tenggara. Perusahaan tambang dikatakan bisa memiliki keuntungan yang besar, tapi juga memerlukan biaya produksi yang besar karena pengelolaannya yang membutuhkan alat-alat besar.

Kegiatan emiten saham INCO ini berpusat pada eksplorasi dan penambangan, penyimpanan, pengangkutan dan pemasaran nikel dan produk-produk mineral lainnya. Perusahaan ini menambah bijih nikel dan memprosesnya menjadi nikel dalam matte yang kemudian diekspor ke luar Indonesia. Hasil nikel yang dikeruk oleh PT Vale Indonesia kemudian dijual kembali ke negara Jepang, dan mereka sudah cukup lama melakukan kerja sama ini.

Tentang Saham INCO yang Mengalami Fluktuasi Cukup Sering

Karena merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan asing, saham INCO sendiri sebagian besar dipegang oleh perusahaan asing bernama Vale Canada Limited yang memegang saham tersebut sebanyak 58%, sisanya adalah Sumitomo Metal Mining sebanyak 20 %.

Lalu, pada tahun 1990 PT Vale Indonesia mendapatkan izin untuk melakukan IPO pertama kali ke publik dari Bapepam-LK. Penawaran umum ini menggunakan nama INCO sebagai kode sahamnya. Jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebanyak 49.681.694 dan memiliki nilai nominal Rp1000 per saham. Namun yang ditawarkan ke masyarakat jumlahnya cukup tinggi, yaitu Rp9.800 per saham. Waktu pertama kali IPO ini dicatat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Mei 1990.

Meski sudah lama berada di Indonesia, perusahaan ini masih beroperasi hingga sekarang, tapi harga sahamnya sepertinya mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan ketika pertama kali ditawarkan kepada publik secara resmi. Harga sahamnya per tanggal 8 Januari 2020 dibuka pada angka Rp3.540.

Meskipun harga saham yang dimiliki perusahaan emiten PT Vale Indonesia ini berbeda jauh jika dibandingkan pertama kali IPO, tapi perusahaan ini berhasil mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Di akhir tahun 2019 lalu, PT Vale Indonesia mencatat keuntungan sebesar USD 26, 2 juta. Hal ini dikarenakan menurunnya harga komoditas utama sehingga biaya produksi pun berhasil ditekan.

Keuntungan yang didapat di akhir tahun ini, jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapat pertengahan tahun 2019 kemarin. Mereka juga memiliki catatan keuangan yang cukup bagus sehingga menjamin para investor untuk memiliki saham INCO karena keadaan keuangannya yang sehat.

Rencana Divestasi Saham INCO oleh Indonesia

Dan sepertinya pemerintah Indonesia tengah mengupayakan divestasi yang terjadi seperti pada PT Freeport Indonesia, agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan keuntungan langsung dari pengelolaan nikel yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia.

Divestasi ini akan memungkinkan Indonesia mendapatkan pembagian dividen yang banyak setiap PT Vale Indonesia mendapatkan keuntungan dan juga masyarakat sekitar bisa mendapatkan keuntungan langsung dari kesepakatan ini. PT Vale Indonesia sendiri menambahkan pekerja Indonesia yang bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Indonesia, melalui perusahaan Inalum sedang mengupayakan divestasi saham INCO sebanyak 20 %. Saat ini pembelian saham masih terus berlangsung dan ditargetkan 20% saham PT Vale Indonesia atau saham INCO ini akan dimiliki oleh pemerintah Indonesia pada bulan Juli 2020. Semoga saja pembelian saham INCO berlangsung lancar karena ada manfaat yang Indonesia bisa dapatkan secara langsung.

Rencana divestasi ini sudah cukup lama dibuat dan baru terealisasi pada bulan Oktober tahun 2019. Perjanjian divestasi saham INCO sudah ditandatangani sejak tahun 2014 lalu karena Indonesia sendiri memang mewajibkan para perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia untuk mengdivestasi sahamnya sebanyak 40 % pada Indonesia.

Sama seperti yang Indonesia lakukan pada PT Freeport Indonesia, Indonesia yang diwakilkan oleh Inalum membeli saham INCO secara bertahap karena ada beberapa prosedur yang memang harus dilalui.

Semenjak direncakan saham INCO 20 %-nya akan dibeli oleh Indonesia, para investor asing dan domestik mulai memburu saham INCO. Ini artinya divestasi yang dilakukan Indonesia terhadap saham INCO mendapatkan reaksi yang positif dari para investor yang ada di pasar modal.

Selain menguntungkan untuk Indonesia, divestasi saham ini juga menguntungkan pihak PT Vale Indonesia karena akan mendapatkan sumber dana tambahan dari investor baru mereka.

Untuk memiliki saham INCO sepertinya itu adalah hal yang bagus, tapi yang harus diperhatikan adalah perusahaan ini kontraknya akan habis di tahun 2025, dan belum tahu apakah kontrak tersebut bisa dilanjutkan atau tidak mengingat saat ini sebagian besar sahamnya akan didivetasi oleh Indonesia. Jadi, semua keputusan kamu yang memilikinya.

Jika masih bingung menentukan investasimu, kamu bisa berkonsultasi dengan Ajaib untuk memilih investasi yang baik buatmu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait