Milenial

Promo Cashback Bisa Jadi Ladang Investasi Tambahan

Ajaib.co.idMilenial dan generasi Z adalah sasaran utama promo cashback yang dilakukan para pebisnis, baik marketplace, produsen, sampai perusahaan keuangan.

Alasannya tak lain dari sifat milenial yang tekun mencari promo dan bersedia membandingkan harga sebelum memutuskan membeli sesuatu. Pengaruh dari kata promo sendiri sudah sangat besar bagi psikologi konsumen. 

Siapa yang tak tertarik untuk berhemat dan mengurangi tingkat pengeluaran sebesar mungkin? 

Setidaknya ini yang dijanjikan oleh para pebisnis untuk menarik pembeli. Bukannya memberikan potongan harga secara langsung, promo cashback dibuat untuk menciptakan keberlanjutan dalam rantai jual-beli atau transaksi mereka. 

Konsumen didorong untuk melakukan transaksi sebelum mendapatkan rewards berupa tambahan saldo dan lain sebagainya. 

Menariknya lagi, konsumen pun diarahkan untuk menyelesaikan transaksi tersebut melalui platform yang sudah ditentukan, misal dompet elektronik atau kartu kredit.   

Kerjasama semacam ini yang sering pula disebut sebagai affiliated marketing. Di masa lalu, ini banyak dilakukan lewat berbagai situs cashback yang memberikan referensi dan info tentang produsen, perusahaan, atau marketplace apa yang sedang memberikan promo cashback ke konsumen. 

Tiap transaksi yang berhasil dilakukan konsumen, kedua pihak yaitu situs cashback dan merchant akan melakukan bagi hasil atas keuntungan yang mereka dapat. 

Tak lupa tetap memberikan cashback bagi konsumen. Cara ini masih digunakan, tetapi banyak modus lain yang digunakan pebisnis. Salah satunya menghubungkan situs marketplace dengan platform pembayaran tertentu, entah kartu kredit atau dompet digital. 

Siapa yang sebenarnya diuntungkan? 

Pertanyaan ini pasti sering muncul di benak kita sebagai target pasar. Sebenarnya jawabannya tidak susah. Keduanya bisa saja diuntungkan, tetapi perusahaan tentu mengambil untung lebih banyak. 

Bagaimanapun tujuan mereka adalah mencari profit sebesar-besarnya lewat berbagai strategi bisnis. Setidaknya ada beberapa faktor yang menguntungkan perusahaan atau pihak pemberi promo cashback. 

Cashback bisa meningkatkan angka penjualan atau transaksi 

Secara kasat mata saja, promo cashback sudah bisa menarik milenial dan anak muda pada umumnya untuk melakukan transaksi. Iming-iming mendapatkan saldo tambahan setelah melakukan transaksi sangat menggiurkan. 

Sadar atau tidak, promosi bisa mendorong seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya belum benar-benar dibutuhkan saat itu. 

Bentuk cashback biasanya berupa voucher, miles, atau saldo 

Trik lain yang dilakukan perusahaan adalah memberikan cashback dalam bentuk voucher, miles atau saldo. 

Promo cashback dengan bentuk tersebut biasanya hanya dapat ditukarkan dengan melakukan transaksi di merchant atau platform yang sama, bisa pula diarahkan untuk membeli produk tertentu. 

 Pola tersebut adalah bukti bahwa cashback bisa jadi akses bagi perusahaan untuk mengontrol perilaku konsumen. 

Cashback bisa meningkatkan jumlah konsumen setia

Sejalan dengan poin sebelumnya, sifat cashback secara tidak langsung mengikat konsumen untuk terafiliasi pada merchant atau platform tertentu.

Terbentuklah komunitas konsumen setia atau yang bisa disebut pelanggan. Lewat pelanggan ini pula perusahaan bisa mendapatkan mitra lainnya. 

Contoh mudahnya adalah kartu kredit yang menawarkan banyak promo mulai dari potongan harga hingga cashback. Penyedia layanan kartu kredit kemudian bisa bekerja sama dengan penyedia jasa dan produk lainnya untuk meningkatkan transaksi nasabah.

Bagaimana kita bisa mendapat keuntungan dari promo cashback

Bukan berarti kamu tidak bisa mendapat keuntungan dari cashback. Setidaknya ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi agar hobimu mencari promo cashback bisa jadi investasi, bukan hanya menjebakmu dalam budaya konsumsi tinggi. 

Kartu kredit 

Banyak anak muda, utamanya yang sudah memiliki penghasilan cukup tergiur untuk mendaftarkan diri sebagai pemegang kartu kredit

Kartu kredit sering dianggap sebagai trik bisnis yang bisa menjerat nasabah. Sebenarnya tidak jika kamu sanggup memenuhi ketentuan dan membaca peluang dengan seksama. Berikut cara mengoptimasi kepemilikan kartu kredit. 

  • Lakukan perhitungan yang matang 

Untuk bisa mendapatkan manfaat maksimal dari kartu kredit yang kamu miliki, ada baiknya lakukan perhitungan yang matang. Kartu kredit menargetkan nasabah dengan konsumsi tinggi. 

Sebelum tergiur dengan rangkaian promo yang ditawarkan, silahkan bertanya pada diri sendiri apakah kamu punya kebutuhan untuk bertransaksi dengan frekuensi yang lumayan sering. 

Contoh mudahnya adalah miles yang bisa kamu dapatkan sebagai rewards setelah membeli tiket penerbangan. 

Semakin sering terbang, semakin banyak kumulasi miles yang kamu miliki. Miles itu bisa kamu gunakan untuk membiayai penerbanganmu berikutnya. 

Untuk bisa mendapatkan timbal balik ideal itu tentu seseorang harus memiliki jadwal terbang yang cukup tinggi pula. 

  • Bayar tagihannya tepat waktu 

Banyak nasabah mengeluhkan kerugian yang mereka rasakan karena kartu kredit Sebenarnya, itu terjadi ketika nasabah memiliki kecenderungan menunda pembayaran tagihan. 

Perlu diingat bahwa saat kamu tidak melakukan pembayaran tagihan tepat waktu akan ada denda yang harus dibayar pula. Jika tujuanmu adalah investasi, pastikan kamu sanggup membayar tagihan tersebut tepat waktu.

 Disiplin adalah kunci. Tanpa komitmen untuk disiplin, bukannya keuntungan yang kamu dapat melainkan kerugian. 

  • Tiap dapat cashback langsung transfer ke rekening tabungan atau investasi 

Tak jarang kamu akan mendapatkan rewards dari kartu kredit dalam bentuk cashback. Tidak dalam bentuk saldo, dalam kasus kartu kredit cashback akan mengurangi tagihan yang harus kamu bayar tiap bulannya. 

Namun, jika kamu ingin mengamankan cashback tersebut, silahkan langsung kirim jumlah cashback yang kamu dapatkan ke rekening tabungan atau investasi.

Disarankan untuk melakukan proses ini lewat cara transfer demi menghindari biaya tambahan. 

Kamu tetap akan membayar biaya tagihan yang sama dengan jumlah tagihan tanpa cashback, tetapi kamu sudah mengamankan dana cashback tersebut ke tabungan atau investasi yang jelas tidak akan kamu sentuh untuk berbelanja. 

  • Dapatkan cashback langsung dengan menawarkan metode pembayaran yang mudah ke orang lain

Mengoptimalkan jumlah cashback yang bisa didapat bisa pula dilakukan dengan menawarkan jasa pembayaran bagi orang lain. 

Misalnya saat makan bareng teman atau saat belanja online di marketplace atau merchant tertentu yang menawarkan promo jika pembayaran dilakukan dengan kartu kredit. Jumlah tagihanmu akan terpotong cashback, tetapi kamu tetap mendapatkan reimburse tanpa potongan dari orang yang menggunakan jasa pembayaranmu. 

Dompet elektronik

Dompet elektronik juga seringkali menawarkan promo cashback ke penggunanya yang kebanyakan milenial dan gen-Z. Tidak salah sebab kini banyak anak muda yang memilih melakukan transaksi non tunai. 

Cashback dan promo lainnya bisa jadi stimulan bagi mereka untuk rajin melakukan transaksi lewat jasa dompet elektronik tersebut. 

Bahkan untuk transaksi-transaksi yang biasanya dilakukan lewat metode tatap muka pun akhirnya banyak dialihkan ke platform pembayaran elektronik, seperti iuran listrik, air, pulsa, internet dan lain sebagainya. 

Cara berinvestasi dengan promo cashback yang ditawarkan dompet elektronik tidak jauh beda dengan kartu kredit. Berikut peluang yang bisa dimanfaatkan dari promo cashback dompet elektronik. 

  • Tawarkan jasa pembayaran lewat akunmu pada orang yang membutuhkan. 
  • Manfaatkan fitur bebas biaya transfer di dompet elektronikmu untuk melakukan pengiriman dana dari rekening biasa ke rekening investasi misalnya.
  • Jangan menyimpan terlalu banyak balance di dompet elektronik untuk menghindari kecenderungan belanja impulsif.

Marketplace 

Mengoptimalkan keuntungan yang kamu dapat dari promo cashback di marketplace untuk investasi bukan hal sulit. Biasanya mereka bekerjasama dengan platform dompet elektronik. 

Cashback umumnya akan langsung masuk dalam bentuk saldo tambahan di dalam dompet. Terapkan tips berikut agar promo cashback bisa kamu alokasikan jadi investasi. 

  • Dianjurkan untuk tidak menyimpan terlalu banyak balance di dalamnya. Daripada menggunakan cashback untuk melakukan transaksi lainnya, alokasikan tiap cashback yang kamu dapat untuk disimpan di rekening tabungan atau investasi. 
  • Meski banyak promo cashback di notifikasimu, usahakan untuk hanya melakukan transaksi saat benar-benar membutuhkan. 

Urutannya adalah utamakan kebutuhan baru berburulah cashback dan promo lainnya. Ini  akan menghemat lebih banyak pengeluaranmu daripada jika kamu membalik logikanya. Mencari promo cashback duluan akan membuatmu tergoda untuk melakukan transaksi yang cenderung impulsif. 

Menjadikan promo cashback sebagai lahan investasi tambahan 

Promo cashback bisa jadi lahan investasi untuk anak muda, tetapi harus diikuti dengan kedisiplinan dan keterampilan mengelola dana. Sejumlah tips di atas bisa dirangkum jadi beberapa poin sebagai berikut. 

Pertimbangkan untung rugi dengan bijak

Penting untuk mempertimbangkan untung rugi suatu hal dengan bijak, terutama masalah kepemilikan kartu kredit. Pastikan kamu benar-benar membutuhkannya untuk transaksi dalam frekuensi tertentu. Imbangi pula dengan self-control yang baik untuk bisa mengoptimalkan manfaat kartu kredit. 

Disiplin dalam mengelola uang

Bila perlu lakukan pembukuan sederhana dan tetapkan alokasi dana untuk belanja bulanan berdasarkan prioritas. 

Dahulukan kebutuhan utama dulu, kemudian tabungan dan investasi. Baru gunakan sisanya untuk kebutuhan lainnya yang urgensinya rendah. 

Jika belum ada kebutuhan sekunder dan tersier yang perlu kamu penuhi bulan itu, jangan ragu untuk menyimpan dana tersebut ke tabungan. Tidak perlu langsung menggunakannya saat itu juga. 

Rajinlah membaca peluang

Rajinlah membaca peluang untuk memanfaatkan cashback sebagai investasi. Terapkan prinsip bahwa saat bertransaksi, kamu tidak hanya menukarkan dana untuk mendapatkan satu jasa atau produk sebagai penggantinya, tetapi ada rewards yang didapat. 

Meski tidak bisa diaplikasikan setiap saat, paling tidak prinsip tersebut bisa membantumu untuk mengontrol pengeluaran secara lebih bijak. 

Utamakan transaksi untuk kebutuhan rutin

Kebutuhan rutin biasanya terdiri dari belanja kebutuhan bulanan, pembayaran iuran listrik, internet, dan air. Kurangi transaksi hanya karena cashback jika kebutuhan tersebut tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan rutin. 

Cashback adalah bentuk investasi dengan revenue rendah yang bisa didapat dengan cara yang cukup mudah. Investasi macam ini memungkinkanmu untuk mendapat keuntungan sedikit demi sedikit.

Pada akhirnya, cashback bisa kamu simpan dan manfaatkan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan yang sering terlupakan, sekadar pulsa atau kuota internet contohnya. 

Di level lebih tinggi, cashback dalam bentuk satuan tertentu bisa kamu optimalkan untuk membiayai konsumsimu di masa depan. Misal miles untuk tiket perjalanan gratis atau voucher belanja bulanan khusus kebutuhan sehari-hari yang memang kamu butuhkan secara reguler.  

Milenial dan gen-Z sering dapat julukan generasi yang boros dan konsumtif. Didorong pula oleh strategi digital marketing para pebisnis yang cukup gencar mempengaruhi kebiasaan konsumsi masyarakat.  

Asalkan kamu bisa mengontrol nafsu belanja dengan baik, menjadi seorang pemburu promo cashback bukan hal yang salah. Kiranya tips-tips di atas dapat membantumu menyulap cashback yang identik dengan konsumerisme sebagai ladang investasi tambahan.  

Artikel Terkait