Saham

Perhatikan Kesalahan Trading Saham Ini agar Tidak Bangkrut

Sebagai pemula, kamu harus memperhatikan kesalahan trading saham agar tidak melakukannya di kemudian hari. Ada apa saja kesalahan trading saham tersebut? Simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini ya.

Salah satu produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi namun sejalan dengan risiko yang didapat yaitu saham. Oleh karena itu, saat kamu meyakinkan diri untuk ikut berinvestasi saham, perhatikan cara, langkah, dan risiko yang dapat terjadi saat trading saham. Apalagi jika kamu berinvestasi saham secara per orangan seperti trading saham.

Mungkin kamu pernah membaca atau mendengar berita tentang salah seorang anak dari musisi kenamaan Memes, Kevin Aprilio yang bangkrut dan harus berutang sebesar Rp 17Miliar saat berinvestasi Forex 2017 lalu. Kesalahan yang dilakukan oleh Kevin sebenarnya tidak pada saat proses trading melalui Forex.

Namun, kesalahan memberikan kepercayaan kepada orang terdekatnya yang membawa kabur saham yang dimiliki alias ditipu. Kesalahan yang terjadi ini bukan murni akibat kesalahan trading Forex, namun unsur kecerobohan mengelola keamanan dana yang dimiliki. Hal ini menjadi contoh kesalahan trading saham yang harus kamu hindari dan antisipasi saat melakukan investasi.

Pada dasarnya, praktik penipuan ini bisa terjadi kepada kamu di semua jenis produk investasi. Akan tetapi, kesalahan-kesalahan trading saham yang dapat terjadi saat berinvestasi, bahkan menyebabkan kebangkrutan ini bukan tidak mungkin untuk bisa diantisipasi. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang bisa kamu pelajari khususnya trader per orangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham.

Tidak Adanya Trading Plan

Hal paling penting dalam berinvestasi adalah menyusun strategi dan rencana. Hal ini biasa disebut dengan trading plan yang terdiri dari indikator-indikator seperti langkah apa yang akan diambil saat terjadi nilai saham turun, kapan waktu yang digunakan untuk membeli dan menjual saham, berapa batasan keuntungan dan kerugian, serta masih banyak lainnya.

Trading plan ini dilakukan untuk tujuan utama yaitu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan kerugian sekecil-kecilnya. Trader yang tidak memiliki trading plan biasanya akan kerepotan dan kebingungan saat nilai saham naik atau turun secara drastis. Bukan tidak mungkin, kamu akan mengalami kebangkrutan saat melakukan trading saham.

Banyak trader pemula yang memulai trading saham tanpa trading plan dengan alasan hanya mencoba. Walau pergerakan saham yang ditrading bisa sewaktu-waktu naik dan menghasilkan keuntungan, namun proses mencoba ini bisa saja mengalami kerugian. Alhasil, modal awal yang seharusnya bisa mendapatkan keuntungan dengan trading plan, harus hilang karena alasan mencoba. Oleh karena itu, dengan trading plan kamu dapat mengontrol setiap proses trading saham.

Tidak Menggunakan Sistem Stop Loss

Pada saat proses trading saham dilakukan, keuntungan dan kerugian yang didapat dari trading saham ini sifatnya naik turun pada waktu tertentu. Dengan menggunakan stop loss seorang trader dapat membatasi proses trading yang mengalami penurunan nilai. Pada saat menggunakan stop loss, angka yang menjadi pembatas saat proses trading akan menghentikan aktivitas trading jika mencapai titik stop loss.

Akan tetapi, banyak trading pemula yang menghiraukan atau tidak mengerti fungsi stop loss yang menyebabkan kebangrutan saat trading saham. Oleh karena itu, pemahaman mengenai stop loss saat trading saham sangat diperlukan.

Memanfaatkan Running Trade

Banyak trader yang mengacu proses trading saham menggunakan istilah running trade. Running trade merupakan tampilan dari kumpulan saham-saham yang tengah ditradingkan melalui bursa efek. Walau acuan running trade ini dapat memberikan peluang besar dari segi keuntungan, namun jika tidak disejajarkan dengan skill trading yang baik, justru akan mengalami kerugian.

Hal ini dikarenakan running trade yang menampilkan posisi kumpulan saham bergerak secara acak. Akibatnya, trader akan melakukan jual beli saham secara acak tanpa analisa secara baik dan benar karena tergiur posisi saham yang sedang naik. Kemudian dalam waktu beberapa detik saja kemungkinan untuk turun secara drastis bisa terjadi.

Kebiasaan Melakukan Buy High Sell Low

Istilah buy high sell low ditujukan pada trader yang sering melakukan aktivitas trading membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah. Pada dasarnya, keinginan seorang trader membeli saham di harga yang sedang naik adalah berharap nilai saham tersebut akan terus naik. Kenyataanya, saham yang dibeli karena naik ini dalam hitungan menit perlahan turun. Bahkan turun melebihi angka pembelian di awal.

Jika hal ini terjadi, hal yang harus dilakukan adalah cepat-cepat menjualnya sebelum harga saham yang dibeli semakin turun. Hal ini yang disebut dengan sell low atau menjual di harga terendah. Istilah buy high sell low ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya running trade yang sudah dijelaskan sebelumnya. Mengacu berdasarkan tebak-tebakan dan harapan akan naiknya saham yang dibeli jelas merupakan sebuah kesalahan fatal yang dilakukan para trader pemula.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para trader pemula jangan kamu jadikan alasan untuk takut berinvestasi saham. Pada dasarnya, jika kamu mengikuti langkah dan cara trading saham secara baik, kamu bisa menghindari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar. Oleh karena itu, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan ketika melakukan trading saham.

Menentukan Target Keuntungan secara Realistis

Tujuan dari sebuah investasi saham adalah mendapatkan keuntungan dari setiap saham yang dimiliki. Dalam aktivitas trading saham, kamu sebagai trader harus memiliki target keuntungan atau profit ketika melakukan trading. Akan tetapi, target yang ditentukan harus jelas dan realistis sesuai kemampuan analisan pasar kamu.

Jangan terpaku hanya mencari keuntungan besar saja, namun pikirkan juga risiko yang akan didapat nantinya. Lebih baik mendapatkan keuntungan kecil secara berlanjut daripada keuntungan besar hanya sesaat. Oleh karena itu, lakukan analisa pasar secara baik dan tentukan target keuntungan yang ingin didapat

Berusaha untuk Selalu Sabar

Kesalahan terbesar dari seorang trader yang baru saja mendapat keuntungan cukup besar, lalu dengan gegabah membeli saham sebanyak-banyaknya pada saham yang mengalami kenaikkan harga. Mengesampingkan analisa pasar dan berharap keuntungan dari saham tersebut adalah kesalahan besar. Ketika trading saham, kamu dituntut untuk sabar dan menahan keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar. kamu harus menunggu hingga waktu yang tepat untuk melakukan transaksi jual beli saham.

Mengelola Keuangan secara Bijak

Seorang trader profesional biasanya akan mengalokasikan modal yang dimiliki sebesar 20% untuk trading saham. Sementara menurut Ellen May, pakar saham Indonesia, bagi trader pemula sebaiknya menggunakan sebanyak 0,5% hingga 1% dari modal yang dimiliki. Hal ini ditujukan jika nilai saham turun, selisih pengurangannya tidaklah besar.

Membuat Aturan dalam Trading dari Segi Keuntungan dan Risiko

Dengan memiliki aturan yang jelas, kapan kamu harus lanjut trading dan kapan kamu harus berhenti merupakan langkah awal yang baik ke depannya. Aturan ini berguna untuk mengendalikan setiap modal yang dimiliki untuk modal simpanan dan modal trading.

Dalam melakukan trading saham, seorang trader harus bisa mengantisipasi berbagai macam kondisi ke depannya meliputi aturan trading, kapan harus membeli dan menjual, mengelola keuangan yang dimiliki, dan mengendalikan psikologi saat trading saham. Hal-hal tersebut dilakukan untuk menghadapi berbagai macam situasi secara bijak dan tenang.

Hal-hal tersebut bisa kamu temukan pada aplikasi Ajaib sebagai partner saham. Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana secara online dengan keuntungan besar namun minim risiko. Bagi kamu yang baru memulai berinvestasi, Ajaib bisa menjadi pilihan untuk membantu langkah kamu saat berinvestasi. Fitur setor dan tarik tunai secara mudah adalah kelebihan dari aplikasi Ajaib.

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto. (2009). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait