Penghujung September IHSG Rontok Imbas Demonstrasi RKUHP

demonstrasi rkuhp
demonstrasi RKUHP

Selama satu bulan ini pemerintah Indonesia bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjadi sorotan semua masyarakat. Pasalnya, rakyat menolak pengesahan revisi UU KPK dan RUU KUHP (RKUHP) kontroversial yang dianggap tidak memihak kaum marjinal. dan merugikan banyak pihak. Demonstrasi RKUHP dan  revisi UU KPK tidak terelakkan.

Ada 11 pasal kontroversial yang menyita perhatian publik. Satu pasal yang paling menjadi perhatian adalah permasalahan korupsi. Dalam KUHP yang lama, terpidana korupsi minimal dipenjara selama 6 tahun. Namun pada RUU KUHP, pelaku korupsi minimal hanya mendekam selama 2 tahun di penjara.

Dibalik Demonstrasi RKUHP dan Revisi UU KPK

Pasal kontroversial selanjutnya adalah mengenai kebasan berpendapat dan berkumpul. Jika disahkan, orang atau kelompok yang menyerang dan menghina Presiden dan Wakil Presiden akan dipenjara minimal 3 tahun, 6 bulan. Demonstrasi RKUHP menolak keras pasal ini karena tidak ingin Indonesia menjadi negara otoriter.

Selain RKUHP, yang membuat marah publik adalah pengesahan revisi UU KPK. Revisi tersebut dianggap bukan memperkuat tapi justru memperlemah komisi anti korupsi tersebut. Peserta demo terutama BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menuntut Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Perppu pembatalan revisi UU KPK.

Pada tanggal 24 September, mahasiswa di banyak lokasi di seluruh Indonesia menggelar demonstrasi besar-besaran. Mereka menyuarakan tuntutannya di depan gedung-gedung pemerintahan, salah satunya adalah di Gedung DPR RI di Jakarta. Meskipun awalnya berjalan dengan mulus, situasi memanas ketika matahari mulai terbenam. Hal yang serupa juga terjadi di titik-titik demo di wilayah lain.

Saham IHSG Terdampak

Seiring berjalannya demonstrasi RKUHP tersebut, saham IHSG hari ini (24/09/2019) merosot ke 6.137,608 atau sebesar 68,59 poin (1,10%). Para analis saham sepakat bahwa aksi demo di DPR dan tempat-tempat lainnya menimbulkan sentimen negatif. 327 emiten saham tercatat terlempar ke zona merah. Meski begitu 128 saham stagnan dan 102 saham lainnya masih mampu menguat.

Disadur dari Tempo, dana asing sebesar Rp 773,35 miliar keluar dari bursa saham lokal. Namun Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama, kepada Tempo mengatakan bahwa demonstrasi RKUHP bukan satu-satunya penyebab melemahnya IHSG. Investor dinilai khawatir setelah kilang minyak Aramco milik Arab Saudi diserang.

Lalu ada juga ketidakpastian yang disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Presiden Trump dan Xi Jinping seakan saling tarik ulur kebijakan dagang pemerintahan masing-masing.

Kembali ke permasalahan dalam negeri, demonstrasi dalam skala besar untuk kedepannya diramal akan membuat saham-saham IHSG terpuruk. Semua kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi akan terus membuntuti performa IHSG di hari-hari mendatang.

Merosotnya IHSG sudah pernah dialami Indeks Hang Seng di Bursa Saham Hong Kong. Pertengahan tahun 2019 kemarin, Financial Times melaporkan bahwa Hang Seng turun 9% di bulan Agustus saja.

Konflik yang terus memanas dalam demonstrasi RKUHP dan revisi UU KPK juga menimbulkan ketakutan untuk investor.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait