Pengertian SSP Pajak dan Cara Pengisiannya

pengertian ssp pajak
pengertian ssp pajak

Bingung dengan pengertian SSP Pajak? Berikut ulasan yang bisa diberikan redaksi Ajaib untuk mencerahkan wawasanmu.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, membayar pajak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara.

Pembayaran pajak bisa dilakukan melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Kemudian, formulir yang digunakan untuk membayar pajak adalah Surat Setoran Pajak (SSP).

Pengertian SSP Pajak merupakan surat setoran pajak yang digunakan oleh wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak ke kas negara melalui kantor atau media pembayaran lain.

SSP Pajak dianggap sah jika sudah disahkan oleh pejabat kantor penerima pembayaran yang memiliki wewenang atau divalidasi pembayarannya. SSP Pajak pun menjadi formulir yang sangat penting bagi setiap wajib pajak.

Tetapi, masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu SSP Pajak dan bagaimana cara mengisinya. Bagi kamu yang sering mengurus pajak, pastinya sudah tidak asing lagi dengan SSP.

Bentuk dari formulir SSP dan penjelasannya pun sudah tercantum di dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2013 Tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak (SSP).

Bentuk dari Formulir SSP Pajak

Umumnya, formulir SSP Pajak dibuat sebanyak empat lembar. Setiap lembar dari formulirnya memiliki fungsi yang berbeda.

Berikut ini adalah fungsi dari keempat lembar formulir SSP Pajak yang harus kamu ketahui:

  • Lembar pertama: berfungsi sebagai arsip untuk wajib pajak.
  • Lembar kedua: berfungsi untuk digunakan oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN).
  • Lembar ketiga: berfungsi untuk dilaporkan oleh wajib pajak ke KPP.
  • Lembar keempat: berfungsi untuk menjadi arsip Kantor Penerimaan Pembayaran.

Formulir SSP Pajak tidak bisa dibuat oleh wajib pajak. Sebab, formulir tersebut memiliki bentuk dan isi yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk mendapatkan SSP Pajak, kamu bisa meminta formulirnya secara gratis ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Satu formulir SSP Pajak hanya bisa digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak dan satu masa pajak/satu tahun pajak/surat ketetapan pajak/surat tagihan pajak.

Cara Mengisi Formulir SSP Pajak

Bagi kamu yang belum tahu, berikut ini adalah cara mengisi formulir SSP Pajak:

  • Kolom NPWP: kolom ini diisi dengan NPWP yang kamu miliki.
  • Nama Wajib Pajak: kolom nama wajib pajak diisi dengan nama kamu.
  • Alamat Wajib Pajak: kolom ini diisi dengan domisili atau alamat yang tedaftar di dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Bagi wajib pajak yang belum memiliki NPWP, harus mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Wajib Pajak Badan: nomor NPWP bisa diisi dengan 01.000.000.0-XXX.000. Untuk huruf XXX, bisa diisi dengan nomor KPP dari domisili kamu).
  • Wajib Pajak OP: nomor NPWP bisa diisi dengan 04.000.000.0-XXX.000. Huruf XXX bisa diisi dengan nomor KPP dari domisili kamu.

Nama dan alamat juga harus diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak yang tertera di dalam KTP atau identitas lainnya yang sah dan berlaku.

Pengisian Objek Pajak

  • Nomor Objek Pajak: bagian ini dapat diisi dengan Nomor Objek Pajak berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Alamat Objek Pajak: alamat ini bisa diisi dengan alamat Objek Pajak sesuai SPPT.
  • Kode Akun Pajak: kolom akun pajak dapat diisi dengan angka dari kode akun pajak untuk setiap jenis pajak yang akan dibayar. Kode pajak bisa dilihat melalui Tabel Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran yang ada di lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak di Nomor PER-31/PJ/2013.
  • Kode Jenis Setoran: bagian ini diisi dengan angkat dari setiap pajak yang akan dibayarkan dan tertera di Tabel Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.
  • Kolom Uraian Pembayaran: kolom ini dapat diisi dengan penjelasan yang terdapat di dalam kolom “Jenis Setoran” yang berhubungan dengan Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.
  • Masa Pajak: bagian masa pajak dapat diisi dengan cara memberikan tanda X di salah satu kolom Masa Pajak untuk waktu pajak yang akan dibayarkan.
  • Tahun Pajak: bagian ini bisa diisi dengan tahun terutangnya pajak.
  • Nomor Ketetapan: kolom ini dapat diisi dengan nomor ketetapan yang ada di dalam Surat Ketetapan Pajak atau Surat Tagihan Pajak (jika SSP Pajak digunakan untuk pajak yang kurang dibayar).
  • Jumlah Pembayaran: bagian ini bisa diisi dengan nilai atau angka pajak yang dibayar dalam bentuk rupiah. Jika diharuskan untuk membayar pajak dalam bentuk uang dolar atau mata uang lainnya, maka kamu harus mengisinya dengan lengkap hingga nilai sen.
  • Terbilang: bagian ini diisi dengan nilai pajak yang akan dibayarkan dengan menggunakan bahasa Indonesia.
  • Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran: bagian ini diisi dengan tanggal penerimaan saat kamu membayar pajak dari Kantor Penerima Pembayaran. Kemudian, akan ditandatangani dan diisi oleh petugas penerima pembayaran. Setelah itu, ditambah dengan cap atau stempel dari Kantor Penerima Pembayaran di tempat kamu melakukan transaksi.
  • Wajib Pajak atau Penyetor: bagian ini dapat diisi dengan tanggal dan tempat pembayaran, tanda tangan, dan nama dari wajib pajak atau penyetor dengan menyertakan stempel.

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran: bagian ini diisi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB). Selain itu, kamu juga bisa mengisinya dengan Nomor Transaksi Pusat dari Kantor Penerimaan Pembayaran.

Bacaan menarik lainnya:

Nasucha, Chaizi. 2004, Reformasi Administrasi Publik. PT Grasindo: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait