Banking

Pengertian Bilyet Giro dan Bahaya Praktik Penyalahgunaannya

pengertian bilyet giro

Apa sih pengertian bilyet giro itu? Sebelum menjawabnya, sebagai surat berharga yang sudah mengakar sejak lama, hal ini juga rawan penyalahgunaan fungsi. Untuk lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian bilyet giro bagi yang awam berlaku di kalangan pelaku bisnis adalah alat transaksi pembayaran jumlah besar, yang persyaratannya sedikit lebih “ketat” dalam segi informasi data dan jangka waktu, dibandingkan cek yang bersifat cash dan simple.

Pada cek, validitas data nama dan rekening bank penerima dana tidak menjadi hal penting, sementara pada bilyet giro, itu justru merupakan isu besar.

Pengertian Bilyet Giro

Menurut definisi resmi dari Bank Indonesia (BI), Bilyet Giro merupakan surat perintah dari nasabah rekening Giro kepada bank yang bersangkutan, untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekeningnya ke rekening penerima dana yang datanya disebutkan dalam bilyet.

Sistem Giro dilahirkan pertama kali pada masa Kerajaan Ptolemaik Mesir, sekitar abad ke-4 SM. Sistem Giro menjadi mekanisme pembayaran yang diterima dan kemudian awam digunakan pada awal sistem perbankan di Alexandria, Mesir.

Persayaratan Bagi Bilyet Giro Yang Sah

Di masa lalu masyarakat dan dunia perbankan memiliki pengertian bilyet Giro sebagai surat berharga, dengan persyaratan kelengkapan sebagai berikut:

  • Nama Bank dan nomor bilyet Giro.
  • Nama nasabah yang hendak menarik dana rekening Gironya.
  • Perintah yang jelas dan tanpa syarat dari pemilik rekening. Giro untuk memindahbukukan dana di rekeningnya.
  • Nama dan nomor rekening pemegang bilyet Giro yang akan menerima dana.
  • Nama bank penerima.
  • Jumlah dana yang hendak dipindahkan, berupa angka maupun tulisan lengkap.
  • Tempat dan tanggal penarikan.
  • Nama jelas, tanda tangan, dilengkapi stempel sesuai persyaratan.

Penyalahgunaan Bilyet Giro Sebagai Surat Berharga

Pemahaman umum dalam dunia bisnis tentang surat berharga adalah: surat tanda bukti pembayaran utang, yang berisi informasi berupa perintah dan janji penerbit surat kepada siapa saja yang berhak terhadap surat tersebut.

Fungsi utama surat berharga adalah:

  • Alat pembayaran
  • Sebagai surat bukti hak tagih (surat legitimasi)
  • Alat memindahkan hak tagih
  • Pembawa hak
  • Sebagai alat untuk memindahkan hak tagih (dijaminkan dan diperjual-belikan dengan mudah atau sederhana). 

Bilyet Giro menjadi alat pembayaran favorit di kalangan pelaku bisnis karena tidak perlu membawa cash dalam jumlah banyak ketika bertransaksi jual-beli.

Namun lemahnya peraturan hukum dan belum sempurnanya sistem Perbankan yang mengatur penggunaan Bilyet Giro akhirnya mendorong maraknya praktek penyalahgunaan Bilyet Giro sebagai surat berharga dalam dunia bisnis di Indonesia, dengan kelima fungsi strategisnya, seperti diterangkan di atas. Penyalahgunaaan itu bahkan hingga berupa jual-beli kertas Bilyet Giro yang sudah tutup rekening tapi tidak ditarik oleh Bank yang bersangkutan.

Penyalahgunaan itu tergolong ke dalam tindak pidana penipuan dan wanprestasi. Di saat peran sebagai pengawas harusnya menjadi sangat penting, dalam kenyataannya Bank hanya menjadi sebatas penyedia atau pengelola Rekening Bilyet Giro, dan memblokir rekening Bilyet Giro apabila Bilyet Giro tersebut kosong…

Dalam memutus kasus penyalahgunaan Bilyet Giro pun, Pengadilan Negeri kerap melakukan kesalahan, di mana pada sebagian besar kasus Bilyet Giro yang masuk ke Pengadilan Negeri, dana milik pihak penggugat tidak dapat dikembalikan, sehingga mereka tetap mengalami kerugian. Fenomena negatif ini akhirnya yang menjadikan Bilyet Giro dianggap tidak relevan lagi digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. 

Perubahan pada Pengertian Bilyet Giro Sebagai Surat Berharga

Tapi kini, ada sejumlah hal yang patut menjadi perhatian pihak penarik (pemberi Bilyet Giro) dengan terbitnya Peraturan Bank dunia perbankan dan masyarakat Indonesia (PBI) No. 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro, yaitu:

  • Pengertian Bilyet Giro bukanlah surat berharga.
  • Pihak Penarik harus memenuhi syarat formal bilyet giro.
  • Pihak Penarik wajib menyediakan dana yang cukup.
  • Pihak Penarik harus menginformasikan pada banknya jika Bilyet Giro hendak diblokir.

Praturan baru pastinya juga melahirkan syarat-syarat formal baru bagi pengguna Bilyet Giro, di antaranya:

Masa  Berlaku

Aturan lama: Berlaku selama 70 hari (ditambah 6 bulan).

Aturan baru: Hanya berlaku selama 70 hari.

Jumlah Nominal Kliring

Aturan lama: Tidak terbatas.

Aturan baru: Dibatasi maksimal Rp500 juta.

Data Nama Penarik

Aturan lama: Tidak wajib mengisi kolom nama penarik.

Aturan baru: Wajib diisi tepat di bawah tanda tangan.

Cara Penandatanganan Pihak Penarik

Aturan lama:  Koreksi diperbolehkan jika ada kesalahan.

Aturan baru:  Koreksi dilarang.

Wujud Tanda Tangan Penarik

Aturan lama: Tak ada aturan.

Aturan baru: Wajib tanda tangan basah  (langsung dilakukan pada Bilyet di bank, bukan wujud digital ataupun fotokopi).

Penyerahan Bilyet Giro ke Bank

Aturan lama: Oleh siapa pun.

Aturan baru: Wajib oleh penarik sendiri atau utusan dengan surat kuasa

Prosedur Pencairan Giro

Aturan lama:  Tak ada aturan.

Aturan baru: Dilarang dipindahtangankan.

Koreksi Penulisan

Aturan lama:  Tak ada aturan.

Aturan baru: Maksimal 3x untuk setiap kolom isian

Tanggal Penarikan dan Efektif

Aturan lama: Dibolehkan ditulis salah satunya saja.

Aturan baru: Wajib ditulis kedua-duanya.

Pembatalan Bilyet Giro

Aturan lama: Bisa dilakukan.

Aturan baru: Tak bisa dilakukan.

Format Bilyet Giro

Aturan lama: Menggunakan format yang berlaku sejak dulu.

Aturan baru: Format 1 Januari 2018.

Jadi, profesional milenial sekarang harus hati-hati ya, jika akan menerima pembayaran dengan Bilyet Giro. Ingatkan pihak penerbit Bilyet Giro tersebut untuk memenuhi aturan perbankan terbaru. Tujuannya agar kamu bisa mendapatkan hakmu dengan lancar, dan bisa langsung melaksanakan niat berinvestasi tanpa hambatan di produk investasi yang kredibel dan berintegritas, seperti Ajaib. Dengan minimum modal hanya Rp10.000 dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan, Ajaib masih jadi pilihan berinvestasi reksa dana yang cerdas dan berakal sehat untuk kaum milenial!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait