Bisnis & Kerja Sampingan

Pengertian Aktiva Tetap, Jenis, dan Cara Memperolehnya

Ajaib.co.id – Kamu pasti pernah mendengar tentang aktiva. Jika kamu ingin memiliki bisnis harus mengerti tentang istilah ini karena akan kamu temukan dalam kegiatanmu sehari-hari. Aktiva adalah sumber ekonomi berupa aset di perusahaan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Aktiva sendiri dibagi atas aktiva tetap dan aktiva lancar.

Kali ini kita akan membahas tuntas tentang aktiva tetap. Aktiva ini berbeda dengan kas yang dianggap sebagai salah satu sumber kekayaan perusahaan. Kas sendiri masuk pada aktiva lancar.

Sedangkan pengertian aktiva menurut Ikatan Akuntansi Indonesia adalah aktiva yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu dalam beberapa waktu hingga dapat digunakan dalam kegiatan perusahan. Aktiva ini juga punya ketentuan dapat dimanfaatkan lebih dari setahun.

Ciri Khas Aktiva Tetap

Sebuah perusahaan harus memiliki aktiva jenis ini agar bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu keberadaannya harus dijaga, diusahakan agar tetap ada.

Dapat dibilang aktiva jenis ini adalah jenis kekayaan tetap perusahaan. Untuk lebih mengenalnya lebih dekat, seperti inilah ciri khas darinya.

1.    Manfaatnya terasa dalam periode yang lama, minimal dalam waktu setahun atau lebih.

2.    Digunakan dalam kegiatan perusahaan, artinya tanpa kehadiran aktiva tersebut perusahaan tidak akan berjalan secara maksimal. Jadi, keberadaannya sangat penting untuk perusahaan.

3.    Aktiva ini tidak dijual untuk konsumen atau untuk siapa pun karena keberadaannya yang penting tadi.

4.    Memiliki nilai material dalam bentuk harga yang jelas. Oleh karena itu nilainya cukup jelas seperti harga bangunan, harga tanah, harga mesin, dan lain sebagainya.

5.    Manfaatnya sangat besar bagi masa depan perusahaan. Oleh karena itu sering juga perusahaan mengumpulkan dulu uang untuk membelinya. Perencanaannya pun cukup penting.

Ketika berhasil terbeli, operasional perusahaan biasanya akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Jenis dari Aktiva Tetap

Berdasarkan sifatnya, aktiva ini dibagi lagi menjadi aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud. Agar bisa membedakannya dengan baik, berikut ini adalah penjelasannya:

1.    Aktiva berwujud

Seperti namanya, aktiva ini bentuknya bisa kamu lihat secara langsung. Fisiknya terlihat. Bentuknya bukan berupa uang, tapi memiliki nilai dan dapat diuangkan. Sifatnya pun relatif permanen.

Nilainya bisa saja menyusut karena penurunan kualitas oleh karena itu harus mengalami pembaharuan agar bisa terus menunjang kegiatan perusahaan. Selain itu ketika mengalami penyusutan pun harganya harus diperbaharui sesuai dengan yang berlaku pada tahun itu.

Lalu, ada lagi yang tidak mengalami penyusutan jika tidak terjadi bencana alam atau kerusakan di sekitarnya. Contoh yang paling mendekati adalah tanah.

Tanah biasanya akan bertahan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu tidak perlu menambahkan penyusutan untuk aktiva jenis ini di dalam laporan keuangan nanti.

Aktiva jenis ini digolongkan menjadi beberapa ketentuan:

–      Masa penggunaannya tidak terbatas. Aktiva berwujud ini tidak mengalami penyusutan fungsi walaupun bertahun-tahun lamanya sudah berlalu.

Manfaatnya pun tidak berkurang untuk perusahaan, oleh karena itu perusahaan tidak perlu menggantinya dengan yang baru. Contohnya adalah aset perusahaan dalam bentuk tanah.

–      Masa penggunaannya terbatas, tapi bisa digantikan dengan yang lain atau yang baru. Walaupun aktiva berwujud ini umumnya memiliki manfaat yang lama, tapi tidak menutup kemungkinan fungsinya akan menurun karena sering digunakan.

Oleh karena itu suatu saat perlu diperbaiki, bahkan ketika tidak mampu berfungsi lagi harus diganti dengan yang baru. Contoh dari aktiva jenis ini adalah bangunan, mesin, dan kendaraan.

–      Masa penggunaannya terbatas, dan tidak bisa ganti dengan yang lain. Untuk itu penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati.

Kalau pun bisa diganti, harus menemukan pengganti yang sesuai dan menunggu waktu yang cukup lama untuk mencarinya. Contoh dari aktiva jenis ini adalah pertambangan yang menjadi sumber usaha perusahaan.

Jadi, contoh mudah dari aktiva jenis ini adalah bangunan, kendaraan untuk mobilitas perusahaan, tanah, mesin, alat-alat penunjang kegiatan perusahaan.

2.    Aktiva tidak berwujud

Aktiva tetap ternyata ada yang tidak berwujud atau tidak ada dalam bentuk fisik, tapi tetap bisa dilihat buktinya dan memiliki nilai juga. Manfaatnya pun sangat besar untuk perusahaan karena memengaruhi operasional perusahaan secara keseluruhan.

Bentuknya berupa hak-hak perusahaan yang dapat mendapatkan keuntungan. Contoh dari aktiva jenis ini adalah hak cipta (lisensi), hak paten, merek dagang, franchise, dan lain sebagainya. Jenis aktiva ini juga sangat dilindungi oleh perusahaan. 

Cara Memiliki Aktiva Tetap

Bagi kamu yang ingin mendirikan usaha, kamu harus mengetahui untuk memiliki aktiva jenis ini tidak melulu harus mengeluarkan uang tunai. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkannya, dan semua cara ini dibenarkan. Kamu bisa mencoba salah satu caranya.

1.    Membeli secara tunai

Membeli dengan cara ini adalah yang paling umum dilakukan. Tidak ada salahnya jika perusahaan langsung membayar pembelian aset secara tunai.

2.    Membeli dengan angsuran

Membeli dengan angsuran dapat dilakukan apabila hal itu lebih membantu untuk perusahaan.

3.    Ditukar dengan surat berharga

Surat berharga di sini maksudnya adalah saham atau surat obligasi yang dimiliki perusahaan. Dengan begitu pihak yang menyediakan aset untukmu, akan mendapatkan saham atau surat obligasi perusahaan.

4.    Ditukar dengan aktiva tetap lain

Perusahaan bisa menukar aktiva tetap yang dimilikinya dengan yang lebih baru. Istilahnya adalah tukar tambah.

5.    Diperoleh dari hadiah atau donasi

Perusahaan juga bisa mendapatkan aktiva dari dua kegiatan ini.

6.    Diperoleh dengan mendirikan sendiri

Cara ini juga membutuhkan modal yang cukup. Misalnya saja, mendirikan pabrik dengan uang yang sudah lama dikumpulkan.

Artikel Terkait