Analisa Saham

Menilik Emiten Pertambangan Berkode Saham BRMS

Sumber: Unsplash

Ajaib.co.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan dengan kode saham BRMS ini didirikan pada tahun 2003 yang menjadi bagian dari Grup Bakrie.

Di mana, kegiatan usaha pertambangan fokus pada sumber daya mineral yang meliputi tembaga, emas, seng, timah hitam, serta logam berharga lainnya dengan lokasi penambangan berada di wilayah Indonesia dan Afrika Barat.

Bisnis BRMS juga dibantu oleh beberapa anak perusahaan seperti Bumi Resources Japan Company Limited, PT International Minerals Company LLC, Calipso Investment Pte. Ltd., PT Citra Palu Minerals, PT Multi Capital, Sahara Resources Pte, Ltd., serta Lemington Investment Pte. Ltd. Mayoritas saham BRMS saat ini dipegang oleh PT Bumi Resources Tbk dengan jumlah 35,73 persen kepemilikan.

Saham BRMS pertama kali diperdagangkan secara publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010 dengan harga penawaran sebesar Rp635 per lembar saham. Saat ini pergerakan harga saham BRMS memang berada di bawah harga penawaran sebesar Rp97 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat 28 Mei 2021.

Lalu, apakah harga saham BRMS masih layak untuk dikoleksi? Bagaimana dengan kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya? Mari kita bedah kinerja saham BRMS.

BRMS Catatkan Kinerja Positif di Kuartal Pertama Tahun 2021

Memasuki pertengahan tahun 2021, BRMS catatkan kinerja keuangan yang positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di kuartal pertama tahun 2021, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan yang meningkat 37,13 persen YOY menjadi 1,35 juta USD dari periode sama di tahun 2020 sebesar 991 ribu USD.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh laba yang diatribusikan kepada entitas penduduk sebesar 1,61 juta USD naik 880 persen YOY dibandingkan periode sama di tahun 2020 hanya sebesar 165 ribu USD.

Sementara untuk sejumlah produksi mengalami peningkatan seperti produksi dore bullion yang mencapai 50 kg atau 10 kali lipat lebih banyak dibanding kuartal I 2020 yang hanya sebesar 5 kg.  Lalu, produksi emas mencapai 24 kg yang meningkat dari 2 kg dari hasil produksi di kuartal I 2020.

Bisnis BRMS Sempat Merugi Selama 3 Tahun Berturut-turut

Mengacu pada kinerja keuangan BRMS dalam 5 tahun terakhir, perseroan sempat mencatatkan kerugian dalam tiga tahun berturut-turut. Lalu, bangkit dengan catatan raihan laba di tahun selanjutnya.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam juta USD):

Laporan Laba Rugi20202019201820172016
Pendapatan bersih8.343.695 4.460.5301.182.0005.000.0002.172.429
Laba kotor6.000.461 4.122.549-4.847.666-4.941.495-3.008.576
Laba rugi tahun berjalan4.038.209 1.264.725-103.440.793-247.558.941-458.998.886

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui kinerja keuangan BRMS dalam 5 tahun terakhir secara penjualan cukup baik, walaupun sempat menurun di tahun 2018 untuk kemudian tumbuh di tahun-tahun selanjutnya. Di samping itu, catatan kerugian tampak jelas pada riwayat kinerja keuangan BRMS dalam 5 tahun terakhir.

Hal tersebut karena kerugian terjadi dalam tiga tahun berturut-turut yang disebabkan oleh faktor tertentu. Kerugian di tahun 2016 sendiri merupakan imbas dari nilai aset yang menurun karena sejumlah pos di tahun 2015 nihil sehingga pendapatan yang diraih tahun 2016 tidak mampu menutupi rugi usaha di tahun tersebut.

Sementara untuk tahun 2017 kerugian tercatat menurun. Penyebab kerugian masih berhubungan sejumlah pos beban yang membengkak sehingga mendorong rugi usaha. Lalu, di tahun 2018 kerugian kembali menurun seiring dengan pendapatan perseroan yang juga turun. Ditambah dengan sejumlah beban yang masih mengalami peningkatan sehingga BRMS kembali catatkan kerugian.

Walaupun begitu, perseroan sendiri mulai memperbaiki kinerja keuangan di tahun 2019 dan meningkat di tahun 2020 dengan catatan realisasi pendapatan naik dan juga raihan laba yang naik. Kinerja di tahun 2020 justru terpantau positif bagi perseroan di tengah masa pandemi yang masih berlangsung. Jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya di tahun 2020, kondisi bisnis BRMS memang sedang sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2020 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio2020
ROA0,3%
ROE0,2%
NPM47,4%
CR70%
DER14%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis BRMS Kedepannya? Apakah Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Melihat prospek bisnis PT Bumi Resources Minerals Tbk yang cukup cerah menjadikan saham BRMS layak untuk dikoleksi oleh para investor.

Pasalnya, BRMS akan lebih fokus di bisnis tambang emas dengan tujuan meraih keuntungan bisnis. BRMS sendiri memiliki tiga aset tambang logam yang salah satunya adalah Citra Palu Minerals di Sulawesi Tengah. 

Perseroan tengah menyiapkan alokasi dari dana tambahan modal yang didapat melalui rights issue senilai Rp1,6 triliun. Di mana, hasil dari dana rights issue sebesar 23 juta USD akan digunakan untuk melakukan pengeboran pada beberapa prospek emas di Sulawesi.

Melalui proyek ini perseroan berharap akan mendapatkan tambahan sekitar 15 juta sampai 20 juta ton cadangan maupun sumber daya bijih emas.

Selain itu, emiten pertambangan berkode saham BRMS ini juga bakal menggunakan sekitar 48 juta USD untuk membangun pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas sebesar 4.000 ton bijih per hari di Poboya yang sudah disebutkan sebelumnya.

Di mana, konstruksi pabrik yang bakal dimulai pada pertengahan 2022 mendatang diperkirakan selesai dan mulai beroperasi di kuartal I tahun 2024. 

Perseroan tengah menyelesaikan konstruksi atas fasilitas pengolahan yang akan menambah kapasitas pengolahan saat ini dari 500 menjadi 4.500 ton bijih per harinya di wilayah Poboya, Palu. Diharapkan bakal mulai beroperasi pada kuartal kedua tahun 2022.

Selain itu, BRMS juga memiliki tambang seng Dairi Mineral dan Gorontalo Mineral yang memproduksi tembaga dengan sumber daya lima kali lebih besar dibandingkan Citra Palu. Di mana, untuk tambang seng ini alokasi dana yang akan digunakan mencapai 5,25 juta USD dari hasil rights issue untuk melakukan pengeboran di wilayah tersebut.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait