Investasi, Saham

Mengenal Bioskop Indonesia yang Berstatus Perusahaan Terbuka

Sumber: cityadexpo.com

Ajaib.co.id – Perilisan perdana film seperti Batman, Star Wars, Ada Apa dengan Cinta biasanya akan dipasarkan terlebih dahulu di bioskop sebelum nantinya dapat dinikmati melalui siaran televisi. Film bioskop Indonesia biasanya dibuat oleh rumah produksi yang memang sudah memiliki pengalaman dan kemampuan finansial yang baik, karena membuat sebuah film itu tidak murah, lho

Di Indonesia, kamu dapat memilih tempat menonton yang sesuai dengan keinginanmu. Walaupun jenis bioskop banyak tersebar di penjuru Indonesia, namun hanya 1 saja perusahaan yang mau terjun ke pasar modal. Hampir mirip dengan bioskop, dalam industri rumah produksi film juga hanya ada 1 yang memantapkan diri menjadi perusahaan terbuka. Perusahaan apakah itu? Penasaran? Yuk, baca lebih lanjut. 

Bioskop dan Rumah Produksi di Indonesia

Film merupakan bagian dari industri kreatif karena memiliki potensi ekonomi kreatif yang dianggap banyak memberikan pengaruh positif terhadap kota atau negara. Dalam era globalisasi, pengaruh digital selain untuk membantu kehidupan sehari-hari, juga dapat digunakan buat refreshing. Nah, menonton di bioskop juga bagian dari relaksasi dari kesibukan sehari-hari. 

Keuntungan yang didapatkan oleh bioskop biasanya dipengaruhi oleh banyak atau tidaknya minat penonton untuk menonton film yang ditayangkan. Tentunya bioskop juga akan membagi hasil mereka dengan rumah produksi selaku pemegang hak atas film yang disiarkan tersebut. 

Mengutip kompas, menurut Triawan Munaf, umumnya rumah produksi mendapatkan jatah rata-rata Rp15.000 untuk 1 tiket bioskop yang terjual. Angka tersebut kemudian dikali dengan jumlah penonton. Dari sini kita bisa melihat, keuntungan yang didapatkan oleh bioskop adalah selisih dari harga yang jualnya. 

Rata-rata harga tiket nonton di bioskop adalah berkisar Rp30.000 sampai Rp45.000. Beda lagi untuk bioskop premiere atau deluxe yang harga tiketnya bisa Rp70.000 sampai Rp100.000. Oleh karena itu, rumah produksi sangat berharap bila filmnya laris manis di bioskop. Namun, persentase pembagian keuntungan ini tidak bersifat mutlak dan tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.

Kinerja CGV Cinemas

Saat ini terdapat beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha bioskop yaitu PT Nusantara Sejahtera Raya lewat Cinema 21, PT Platinum Sinema dengan Platinum Cineplex, PT Cinemaxx Global Pasifik dengan Cinepolis, PT Karya Media Jaya Bersama dengan New Star Cineplex, Dakota Cinema dan PT Graha Layar Prima Tbk lewat CGV Cinemas yang juga satu-satunya bioskop Indonesia yang tercatat pernah menggalang dana lewat skema penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO).

PT Graha Layar Prima Tbk dulunya dikenal sebagai Blitz Megaplex yang didirikan pada tahun 2004 dan membuka bioskop pertamanya tahun 2006 di Paris Van Java, Bandung. Lalu, pada tanggal 6 Agustus 2015 menganti nama brand dari Blitz Megaplex menjadi CGV Blitz, dan saat ini menjadi CJ CGV Cinemas. Saat ini, CJ CGV Cinemas telah memiliki 50 bioskop yang tersebar di 23 kota dan 11 provinsi di seluruh Indonesia.

Sebagai satu-satunya bioskop yang berbentuk perusahaan terbuka, PT Graha Layar Prima Tbk melakukan penawaran umum saham perdana pada tanggal 28 Maret 2014 dengan kode saham BLTZ. BLTZ melepas saham kepada publik sebanyak 74.410.400 dengan harga penawaran Rp3.000 per saham yang kemudian dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 April 2014.

Selama PSBB ini, bioskop merupakan salah satu usaha yang terdampak karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bila melihat laporan keuangannya, pendapatan BLTZ merosot tajam pada kuartal III-2020.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BLTZ mencetak pendapatan bersih sebesar Rp234 miliar pada kuartal III/2020. Padahal pencapaian tahun lalu pada periode yang sama adalah sebesar Rp1 triliun. Penurunan tersebut hampir separuh dari pendapatan pada kuartal yang sama pada tahun 2019. 

Saham BLTZ juga termasuk saham ‘tidur’. Dalam artian, saham BLTZ jarang bergerak dalam perdagangan saham atau tidak likuid. Berdasarkan data RTI tanggal 2 Desember 2020, saham BLTZ ‘tidur’ pada level Rp3.120. Secara year to date, saham BLTZ hanya mencatatkan kenaikan 4 persen. 

Kinerja MD Pictures 

Setali tiga uang dengan CGV Cinemas, PT MD Pictures Tbk juga menjadi satu-satunya perusahaan rumah produksi film yang berstatus perusahaan terbuka. Emiten berkode saham FILM itu menawarkan 1.307.770.000 saham biasa dengan presentasi 13,75 persen dari modal saham setelah penawaran umum perdana saham dan pelaksanaan konversi mandatory convertible bond.

FILM menunjuk PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan menawarkan saham ke publik seharga Rp210 per saham yang kemudian dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2018.

Laporan keuangan FILM pada kuartal III/2020 menunjukkan bahwa perseroan mengalami penurunan pendapatan hingga 55,5 persen menjadi Rp27,42 miliar, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yaitu sebesar Rp61,66 miliar. Penutupan bioskop membuat penjualan film layar lebar merosot tajam.

Alhasil, FILM mencetak kerugian sejak dari kuartal II/2020. Hingga periode September, FILM mencatatkan kerugian sebesar Rp10,97 miliar. 

Walaupun demikian, saham FILM bukan termasuk saham ‘tidur’. Memang harga saham FILM tidak ‘semahal’ saham BLTZ, namun saham FILM dapat ditransaksikan karena lebih likuid dibandingkan dengan BLTZ. Berdasarkan data RTI tanggal 2 Desember 2020, saham FILM bergerak stagnan ke level Rp214. Secara year to date, saham FILM sendiri bergerak terbalik dari kinerja keuangannya yakni menguat 19,55 persen. 

Nah, kamu sudah tahu kan, emiten yang ada dalam dunia perfilman. Melihat minat menonton masyarakat yang setiap tahun tinggi, kamu boleh-boleh saja mulai melirik saham industri film Indonesia tersebut. 

Namun kamu harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan dan target keuanganmu. Bila kamu ragu, kamu bisa kok menggunakan aplikasi Ajaib. Sebab aplikasi Ajaib menjadi wadah perantara investasi kamu dengan saham-saham terbaik dalam negeri. Sehingga kamu bisa mengoptimalkan keuntungan kamu dalam berinvestasi saham. Nah, tunggu apalagi? Segera miliki akun Ajaib, ya!

Artikel Terkait