Saham

Memahami Istilah Bull and Bear Market serta Asal-usulnya

istilah bull and bear

Jika kamu mengikuti berita ekonomi, termasuk pembahasan mengenai cryptocurrency maupun pasar saham, maka kamu pasti pernah membaca atau mendengar istilah bull and bear. Kedua istilah ini kerap dipakai dalam pemberitaan untuk menunjukkan kondisi pasar modal. Namun bagi yang masih awam dengan investasi saham, istilah ini pasti akan terasa membingungkan.

Dunia saham memang kerap memakai beberapa istilah asing untuk menggambarkan kondisi maupun pergerakan harga saham yang terjadi. Hal ini tidak lepas dari awal mula pasar saham yang berkembang di negara barat. Beberapa negara seperti Belanda dan Paris, serta Amerika Serikat sebagai pusat pasar saham dunia saat ini.

Karena itu, banyak istilah yang menggunakan bahasa asing atau paling tidak merujuk kepada pemaknaan di negara tersebut. Biasanya istilah ini mengacu pada keadaan yang umum terjadinya di negara tersebut.

Istilah ini tidak kemudian serta merta diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya karena maknanya tidak bisa sama persis sehingga malah menggeserkan artinya. Maka dari itu, banyak istilah termasuk bull and bear yang masih dipakai di pasar saham Indonesia.

Untuk lebih memahami artinya, tak ada salahnya kamu mengetahui soal asal muasal penggunaan istilah bull and bear yang dipakai di dunai saham. Meskipun masih menjadi investor pemula, paling tidak ini bisa menambah wawasan soal dunia saham maupun trading forex.

Berbagai Makna Istilah Bull and Bear di Pasar Saham

Istilah bull and bear seringkali terdengar di tiap pembahasan ekonomi, tidak terbatas di media tertentu bahkan termasuk di media sosial berkaitan dengan dunia saham. Mungkin tidak banyak yang mengetahui arti dari istilah ini atau bahkan baru pernah membaca istilah ini. Untuk itu, mari kita sama-sama membahas pengertian dan asal-usul munculnya istilah ini.

Istilah bull and bear digunakan untuk menjelaskan di mana sebuah nilai pasar (value market) berada. Penggunaanya yang paling sering seperti bullish yang terinspirasi dari hewan bull alias banteng dan bearish yang diambil dari kata bear alias beruang.

Singkatnya “Bear Market” adalah istilah yang menandakan bahwa nilai pasar sedang jatuh dan “Bull Market” adalah istilah yang menandakan bahwa nilai pasar yang sedang meningkat. Lalu mengapa istilah yang dipakai adalah istilah binatang?

Mengapa menggunakan istilah bull and bear yang menandakan beruang (bear) dan banteng (bull)? Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usul istilah tersebut.

Berbagai Teori Istilah Bear di Pasar Saham

Seperti yang sudah dijelaskan, Bear Market (Bearish) merupakan istilah yang digunakan untuk menandakan bahwa nilai pasar sedang menurun atau sedang di posisi rendah. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa keadaan demikian disebut dengan Bear Market dan menggunakan kata beruang untuk menggambarkannya.

Ada kemungkinan bagi penjual kulit beruang untuk kehilangan laba atau mengalami kerugian karena harga pembelian kulit beruang jauh lebih rendah daripada biaya yang harus dibayarkan ke pemburu beruang.

Teori asal-usul istilah Bear Market ini diperkuat lagi dengan sejarah yang terjadi pada abad ke-18. Pada masa ini, banyak investor yang mulai menjual saham yang sebenarnya tidak mereka miliki, berharap untuk membeli saham lebih murah dibandingkan saat mereka menjualnya (short selling).

Praktik short selling yang serupa dengan sistem penjualan kulit beruang ini dikenal dengan “selling the bearskin”. Inilah istilah yang akhirnya dipakai hingga sekarang.

Bear Baiting

Istilah ini muncul dari permainan hiburan yang telah menjadi budaya pada akhir 1500, di mana seekor beruang akan dirantai dan diserang oleh anjing. Pada jangka waktu ini, mulai beredar istilah bearish. Dari sinilah beberapa orang percaya bahwa istilah ini muncul karena adanya permainan hiburan ini.

Bear Attacks

Selain istilah bearish, istilah Bear Market juga berkeliaran di masyarakat. Namun, istilah Bear Market hadir lebih lambat yaitu sekitar tahun 1714. Istilah ini muncul dari perilaku beruang ketika diserang yaitu dengan mengayunkan cakar besarnya ke bawah lalu menyayat lawannya.

Ini persis apa yang terjadi apabila nilai pasar sedang turun. Hal ini berlaku di pasar manapun, baik pasar saham maupun cryptocurrency.

The Bear Board

Teori asal-usul yang satu ini berkaitan dengan kegiatan di London Stock Exchange pada zaman dahulu. Di sana, terdapat sebuah papan di mana para trader mengirimkan penawaran untuk membeli saham. Ketika permintaan saham sedang rendah dan papan menjadi kosong, keadaan ini disebut “bear” oleh London Stock Exchange.

Bearskin

Teori yang terakhir mengacu pada filosofi kulit beruang. Pada abad ke-16, menjual bulu binatang adalah salah satu pekerjaan yang cukup populer, termasuk menjual kulit beruang. Namun, sistem penjualan di sini berbeda dengan sistem dagang pada umumnya.

Penjual kulit beruang menjual kulit beruang bahkan sebelum memiliki barang tersebut. Jadi, penjual ini akan menebak harga yang harus mereka bayar ke pemburu untuk bisa mendapatkan kulit beruang.

Taktiknya adalah penjual ini harus menebak harga dalam kisaran yang aman agar bisa memberikan keuntungan saat dijual kembali, yaitu di atas harga yang ditagih oleh pemburu beruang.

Mungkin beberapa sudah ada yang pernah atau bahkan sering mendengar pepatah “Don’t sell the bear’s skin before you’ve killed them”. Pepatah ini merujuk kepada kegiatan pada awal abad ke-16 tersebut.

Berbagai Teori Istilah Bull di Pasar Saham

Bull Market merupakan istilah yang menggambarkan bahwa nilai sebuah pasar sedang berada di posisi atas atau mengalami peningkatan. Kamu juga akan mendengar atau melihat istilah ini muncul ketika terdapat kenaikan harga yang konsisten dari sebuah aset.

Penggunaannya diambil dari posisi tanduk banteng (bull) ketika akan menyerang lawannya. Tanduknya mencuat ke atas sehingga sangat efektif untuk menyerang dan mendapat keuntungan dari lawan yang dihadapinya. Kondisi inilah yang kemudian mengilami istilah bullish yakni saat pasar sedang dalam performa terbaik.

Ini menandakan bahwa kepercayaan dalam pasar tersebut tinggi dan para investor sedang bersemangat dengan pasar tersebut. Satu karakteristik dari para bullish investor yaitu mereka mampu berencana untuk membeli dan menahan aset-aset dalam jangka waktu yang lama. Sikap inilah yang memberikan profit kepada mereka. Sama seperti istilah bearish, bullish juga memiliki beberapa teori asal-usulnya.

Bull Blood Sport

Teori yang satu ini serupa dengan teori Bear Baiting, yaitu muncul dari permainan berdarah pada akhir tahun 1500. Penonton akan menyaksikan banteng yang dirantai kemudian diserang oleh sekelompok anjing.

Permainan ini akhirnya dihentikan pada tahun 1835. Jangka waktu ini bersamaan dengan awal kemunculan istilah bullish sehingga banyak yang percaya bahwa permainan berdarah ini merupakan awal dari istilah tersebut dimulai.

Bull Attacks

Teori ini berbicara mengenai cara menyerang dari banteng, yaitu dengan menundukan kepalanya lalu menggunakan tanduknya dengan posisi mengarah ke atas untuk menikam musuh.

Dalam kondisi ekonomi, keadaan ini mirip ketika nilai pasar sedang rendah lalu mulai melunjak atau grafiknya naik dan kemudian semakin meningkat lagi sehingga berbentuk seperti tanduk yang mengarah ke atas. Inilah keadaan yang dikenal dengan istilah Bull Market.

The Bull Board

Teori asal usul yang terakhir ini sama dengan teori The Bear Board yang berbicara mengenai kegiatan di London Stock Exchange pada tahun 1714. Sama seperti pada keadaan Bear Market, terdapat papan pengumuman untuk acuan para trader. Ketika penawaran atas pembelian saham tinggi, keadaan akan disebut dengan keadaan “bull”.

Itulah beberapa teori asal-usul yang menjadi landasan penggunaan istilah bull and bear dalam dunia investasi saham. Ada banyak hal menarik lainnya yang bisa kamu ketahui dari pasar saham termasuk cara mendapat keuntungan darinya.

Kamu bisa berinvestasi saham yang terjangkau lewat aplikasi Ajaib. Tersedia berbagai pilihan reksa dana saham unggulan yang kinerjanya pasti akan menguntungkan bagimu. Dengan strategi yang tepat, baik ketika pasar mengalami kondisi bullish atau bearish kamu tetap bisa meraih keuntungan optimal.

Bacaan menarik lainnya:

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama ed.). Yogyakarta: Kanisius.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait