Memahami Istilah Bull and Bear Market serta Asal-usulnya

istilah bull and bear
istilah bull and bear

Jika kamu mengikuti berita ekonomi, termasuk pembahasan mengenai cryptocurrency maupun pasar saham, maka kamu pasti pernah membaca atau mendengar istilah bull and bear.

Istilah ini seringkali terdengar di tiap pembahasan ekonomi, tidak terbatas di media tertentu bahkan termasuk di media sosial. Mungkin tidak banyak yang mengetahui arti dari istilah ini atau bahkan baru pernah membaca istilah ini. Untuk itu, mari kita sama-sama membahas pengertian dan asal-usul munculnya istilah ini.

Istilah bull and bear digunakanuntuk menjelaskan di mana sebuah nilai pasar (value market) berada. Singkatnya “Bear Market” adalah istilah yang menandakan bahwa nilai pasar sedang jatuh dan “Bull Market” adalah istilah yang menandakan bahwa nilai pasar yang sedang meningkat.

Lalu mengapa istilah yang dipakai adalah istilah binatang? Mengapa menggunakan istilah bull and bear yang menandakan beruang (bear) dan banteng (bull)? Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usul istilah tersebut. Berikut penjelasannya:

Bear Market

Seperti yang sudah dijelaskan, Bear Market (Bearish) merupakan istilah yang digunakan untuk menandakan bahwa nilai pasar sedang menurun atau sedang di posisi rendah. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa keadaan demikian disebut dengan Bear Market dan menggunakan kata beruang untuk menggambarkannya.

Bear Baiting

Istilah ini muncul dari permainan hiburan yang telah menjadi budaya pada akhir 1500, di mana seekor beruang akan dirantai dan diserang oleh anjing. Pada jangka waktu ini, mulai beredar istilah bearish. Dari sinilah beberapa orang percaya bahwa istilah ini muncul karena adanya permainan hiburan ini.

Bear Attacks

Selain istilah bearish, istilah Bear Market juga berkeliaran di masyarakat. Namun, istilah Bear Market hadir lebih lambat yaitu sekitar tahun 1714. Istilah ini muncul dari perilaku beruang ketika diserang yaitu dengan mengayunkan cakar besarnya ke bawah lalu menyayat lawannya. Ini persis apa yang terjadi apabila nilai pasar sedang turun. Hal ini berlaku di pasar manapun, baik pasar saham maupun cryptocurrency.

The Bear Board

Teori asal-usul yang satu ini berkaitan dengan kegiatan di London Stock Exchange pada zaman dahulu. Di sana, terdapat sebuah papan di mana para trader mengirimkan penawaran untuk membeli saham. Ketika permintaan saham sedang rendah dan papan menjadi kosong, keadaan ini disebut “bear” oleh London Stock Exchange.

Bearskin

Teori yang terakhir mengacu pada filosofi kulit beruang. Pada abad ke-16, menjual bulu binatang adalah salah satu pekerjaan yang cukup populer, termasuk menjual kulit beruang. Namun, sistem penjualan di sini berbeda dengan sistem dagang pada umumnya.

Penjual kulit beruang menjual kulit beruang bahkan sebelum memiliki barang tersebut. Jadi, penjual ini akan menebak harga yang harus mereka bayar ke pemburu untuk bisa mendapatkan kulit beruang.

Taktiknya adalah penjual ini harus menebak harga dalam kisaran yang aman agar bisa memberikan keuntungan saat dijual kembali, yaitu di atas harga yang ditagih oleh pemburu beruang.

Mungkin beberapa sudah ada yang pernah atau bahkan sering mendengar pepatah “Don’t sell the bear’s skin before you’ve killed them”. Pepatah ini merujuk kepada kegiatan pada awal abad ke-16 tersebut.

Teori Istilah Bear Market

Ada kemungkinan bagi penjual kulit beruang untuk kehilangan laba atau mengalami kerugian karena harga pembelian kulit beruang jauh lebih rendah daripada biaya yang harus dibayarkan ke pemburu beruang.

Teori asal-usul istilah Bear Market ini diperkuat lagi dengan sejarah yang terjadi pada abad ke-18. Pada masa ini, banyak investor yang mulai menjual saham yang sebenarnya tidak mereka miliki, berharap untuk membeli saham lebih murah dibandingkan saat mereka menjualnya (short selling). Praktek short selling yang serupa dengan sistem penjualan kulit beruang ini dikenal dengan “selling the bearskin”. Inilah istilah yang akhirnya dipakai hingga sekarang.

Bull Market

Bull Market merupakan istilah yang menggambarkan bahwa nilai sebuah pasar sedang berada di posisi atas atau mengalami peningkatan. Kamu juga akan mendengar atau melihat istilah ini muncul ketika terdapat kenaikan harga yang konsisten dari sebuah aset.

Ini menandakan bahwa kepercayaan dalam pasar tersebut tinggi dan para investor sedang bersemangat dengan pasar tersebut. Satu karakteristik dari para bullish investor yaitu mereka mampu berencana untuk membeli dan menahan aset-aset dalam jangka waktu yang lama. Sikap inilah yang memberikan profit kepada mereka. Sama seperti istilah bearish, bullish juga memiliki beberapa teori asal-usulnya.

Bull Blood Sport

Teori yang satu ini serupa dengan teori Bear Baiting, yaitu muncul dari permainan berdarah pada akhir tahun 1500. Penonton akan menyaksikan banteng yang dirantai kemudian diserang oleh sekelompok anjing.

Permainan ini akhirnya dihentikan pada tahun 1835. Jangka waktu ini bersamaan dengan awal kemunculan istilah bullish sehingga banyak yang percaya bahwa permainan berdarah ini merupakan awal dari istilah tersebut dimulai.

Bull Attacks

Teori ini berbicara mengenai cara menyerang dari banteng, yaitu dengan menundukan kepalanya lalu menggunakan tanduknya dengan posisi mengarah ke atas untuk menikam musuh.

Dalam kondisi ekonomi, keadaan ini mirip ketika nilai pasar sedang rendah lalu mulai melunjak atau grafiknya naik dan kemudian semakin meningkat lagi sehingga berbentuk seperti tanduk yang mengarah ke atas. Inilah keadaan yang dikenal dengan istilah Bull Market.

The Bull Board

Teori asal usul yang terakhir ini sama dengan teori The Bear Board yang berbicara mengenai kegiatan di London Stock Exchange pada tahun 1714. Sama seperti pada keadaan Bear Market, terdapat papan pengumuman untuk acuan para trader. Ketika penawaran atas pembelian saham tinggi, keadaan akan disebut dengan keadaan “bull”.

Itulah beberapa teori asal-usul mengapa akhirnya keadaan pasar ada yang disebut dengan Bull Market atau Bear Market. Bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kamu mengikuti tren pasar terbaru? Jika belum, kamu bisa mulai untuk belajar terlebih dahulu.

Setelah selesai, kamu bisa menentukan instrumen invetasimu dan akhirnya lebih paham untuk membaca keadaan ekonomi. Untuk para kaum milenial bisa belajar dari artikel-artikel pada internet yang dipercaya atau bisa berdiskusi langsung dengan ahlinya. Hal ini pun bisa dilakukan hanya melalui genggaman tanganmu. Gunakan smartphone-mu dengan bijak dan carilah ilmu-ilmu bermanfaat melalui internet. Selamat belajar!

Bacaan menarik lainnya:

Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama ed.). Yogyakarta: Kanisius.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait