Pajak

Manfaat Zakat yang Belum Banyak Disadari Umat Muslim

Ajaib.co.id – Bagi umat muslim di seluruh dunia sudah jadi kewajiban untuk berzakat sebagai bagian dari empat rukun Islam. Zakat berarti mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang lain.

Selain berguna untuk membersihkan harta yang diperoleh, ada sejumlah manfaat zakat lain yang bisa kamu rasakan sebagai pemberi dan juga penerimanya.

Setiap muslimah dan muslimin yang ingin membayar zakat harus mampu memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu, yakni sandang, papan, dan pangan. Hukum zakat adalah wajib tanpa pengecualian karena di dalam harta yang diperoleh terdapat hak-hak milik orang lain juga.

Zakat sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Untuk zakat fitrah, umat muslim wajib mengerjakannya pada saat bulan Ramadhan. Sedangkan zakat maal dikeluarkan berdasarkan pendapatan atau hasil kekayaan yang dimiliki.

Sementara untuk jumlahnya, zakat fitrah yang wajib dibayarkan berupa beras 2,5 kg atau bisa kamu ganti dengan uang yang nominalnya setara dengan 2,5 kg beras. Lalu untuk zakat mal memiliki perhitungannya sendiri dengan mengkonsultasikannya bersama Badan Zakat Nasional (Baznas).

Kalau tidak mau repot, kamu juga bisa mengeluarkan zakat maal yang ingin diserahkan sekitar 2,5% dari penghasilan atau harta yang kamu punya.

Sebagai suatu kewajiban, zakat punya banyak manfaat yang masih banyak belum disadari umat muslim. Kebanyakan orang mungkin hanya tahu bahwa zakat mampu membersihkan harta, masuk surga, dan menghapus dosa. Lalu apa saja manfaat yang diterima?

1.    Sarana Pengendalian Diri

Manfaat zakat yang pertama adalah mampu membuat kita mengendalikan diri dengan membatasi keinginan dan kecintaan pada harta atau foya-foya. Dengan memberi kepada yang membutuhkan, secara perlahan kita terbiasa untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah.

Menunaikan zakat akan lebih bermanfaat daripada uangmu dihabiskan untuk hal-hal konsumtif. Selain memperoleh pahala, hati ini akan terasa jauh lebih tenang.

2.    Sumber Kebahagiaan

Ada yang bilang uang tidak bisa membeli kebahagiaan dan itu memang benar adanya. Namun, uang dapat menciptakan bahkan penyalur kebahagiaan jika diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan atau fakir miskin.

Berzakat berarti juga memberi, dan dengan memberi pastinya ada rasa kebahagiaan tersendiri ketika kamu mampu membantu sesama yang kesulitan secara ikhlas. Apabila terus membiasakan diri menunaikan zakat, tanpa disadari akan melatih kita menjadi pribadi yang ikhlas dan tulus dalam melakukan kebajikan.

3.    Melindungi Orang Fakir dari Kemiskinan

Manfaat zakat lainnya yang kamu rasakan adalah ikut mengupayakan dan membantu orang-orang fakir dari kemiskinan. Setiap individu yang sukses dalam berkarir dan mapan secara ekonomi tentu tak lepas dari bantuan orang-orang sekitarnya.

Maka dari itu, sudah selayaknya kita membalasnya dengan membantu mereka yang kesusahan sehingga sama-sama boleh ikut merasakan kebahagiaan.

4.    Membantu Mengelola Keuangan

Kewajiban kita sebagai kaum muslim untuk berzakat memberi dampak kepada kehidupan untuk terbisa mengelola keuangan dengan baik. Hal itu karena setiap waktu kita harus menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan.

Dengan demikian, kita akan membiasakan diri menyisihkan uang di awal serta membantu lebih bijak dalam menggunakan harta yang ada.

5.    Mengurangi Pajak Penghasilan

Zakat bisa mengurangi beban pajak penghasilan? Iya, benar kok. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mengenai Pengelolaan Zakat, adanya zakat dapat mengurangi Pendapatan Kena Pajak (PKP).

Hal itu dikarenakan zakat tidak termasuk ke dalam objek pajak sehingga ketika kamu membayar pajak dapat mengurangi PKP.

Di dalam Pasal 14 ayat (3) UU 38/1999 disebutkan bahwa pengurangan zakat dari laba/pendapatan sisa kena pajak adalah dimaksudkan agar wajib pajak tidak terkena pajak beban ganda, yakni berkewajiban membayar zakat dan pajak.

Pengurangan ini pun masih tercantum dalam UU yang baru dalam Pasal 22 UU 23/2011.

Mekanisme pengurangan pajak melalui zakat ini bisa dilakukan dengan mencantumkan nominal atau jumlah zakat di bawah penghasilan bruto pada kolom formulir pajak. Kemudian lampirkan juga bukti sudah menyetorkan zakat ke Baznas, baik itu tingkat nasional, provinsi, kota, kabupaten, maupun melalui LAZ yang terintegrasi dengan laporan SPT.

Selain itu ada juga yang membayar zakatnya langsung dipotong oleh instansi atau perusahaan tempat ia bekerja. Zakatnya tersebut akan dimasukkan ke pengurangan penghasilan bruto.

Sayangnya, meskipun regulasi ini sudah ada sejak 2011, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. Kalau digunakan cukup lumayan mengurangi beban pajak.

6.    Keadilan Sosial yang Merata

Dalam Islam salah satu manfaat zakat yaitu mencapai keadilan sosial yang merata. Zakat bisa memperpendek jurang antara yang kaya dan yang miskin. Jurang pemisah itu disebut rasio gini dalam dunia modern saat ini yang dianggap sebagai tolak ukur kemajuan ekonomi negara.

Menunaikan zakat sama halnya dengan membantu pemerintah untuk mengurangi kemiskinan. Mewujudkan keadilan sosial tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, kita sebagai warga negara juga harus ikut membantu, salah satunya membayar zakat. Meskipun kamu bisa juga memberikan sebagian hartamu untuk orang lain secara individu.

Nah, apakah kamu termasuk yang rutin menunaikan zakat? Membiasakan diri untuk berzakat tidak akan membuatmu jadi miskin, justru akan membuka pintu rezeki lainnya. Karena manfaat zakat yang terbesar ada pada keikhlasan dan ketulusanmu dalam memberi meskipun keuangan saat ini sedang kurang baik.

Namun, semua itu haruslah dibarengi dengan perbuatan dan ibadahmu setiap waktu supaya zakat yang kamu berikan menjadi penyempurna iman. Soal masuk surga biarlah jadi urusan Allah, kita sebagai umat berfokus apa yang baik untuk sesama dan Allah.

Artikel Terkait