Milenial

Cara Menghitung Zakat Fitrah Sesuai Ajaran Islam

bayar zakat

Ajaib.co.id – Dalam rukun islam, umat Muslim diwajibkan untuk membayar 2,5% dari hartanya kepada orang yang miskin atau membutuhkan, terlebih bagi umat Muslim yang memiliki kondisi finansial yang berkecukupan. Terdapat dua jenis zakat paling umum yang harus dibayarkan umat Muslim, zakat mal dan zakat fitrah. Namun, tidak sedikit yang hingga saat ini tidak mengetahui cara menghitung zakat fitrah dan zakat mal.

Kedua zakat tersebut memiliki perbedaan yang signfiikan, misalnya zakat fitrah yang merupakan zakat yang wajib dibayarkan oleh seluruh umat Muslim tanpa terkecuali, di bulan Ramadan. Sementara zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam baik tua maupun muda. Selain itu, ada juga zakat mal atau zakat harta yang wajib dibayarkan oleh umat Muslim yang memenuhi syarat sebagai wajib zakat

Sebagai salah satu perkara yang masuk dalam salah satu Rukun Islam, zakat memiliki aturan mengikat, misalnya kepada orang miskin seperti apa zakat diberikan? Menurut Quran Surah QS. At-Taubah ayat 60, Allah menjelaskan kriteria 8 golongan orang yang berhak menerimanya meliputi:

  1. Fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Miskin yaitu mereka yang memiliki harta, tetapi tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
  3. Amil adalah mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat ke yang membutuhkan.
  4. Muallaf yaitu mereka yang baru memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan untuk memperkuat tauhid dan syariah.
  5. Hamba sahaya merupakan istilah lain dari budak.
  6. Gharimin adalah orang yang berutang untuk kehidupan sehari-hari dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah adalah individu yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  8. Ibnu Sabil yaitu orang-orang yang kehabisan ongkos di perjalanan dalam menemukan ketaatan kepada Allah.

Sebelum mengetahui cara menghitung zakat fitrah dan mal, kita harus mengetahui apakah kita memenuhi syarat. Dalam hukum Islam, terdapat beberapa syarat untuk mengetahui seseorang layak mengeluarkan zakat, di antaranya pembayar zakat harus beragama Islam, harus merdeka yang artinya bukan seorang hamba sahaya, memiliki akal sehat dan baligh (sudah dewasa), dan hartanya memenuhi hisab (batasan apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak).

Bagaimana cara Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat lain-lainnya?

Lain zakat, lain cara menghitungnya. Cara menghitung zakat fitrah tentu akan berbeda dengan cara menghitung zakat mal atau zakat lainnya. Untuk zakat fitrah, mengingat dibayarkan di bulan Ramadan. Zakat fitrah dilakukan di hari raya Idul Fitri bertujuan untuk membersihkan harta yang diperoleh, menyempurnakan puasa di bulan Ramadan, dan menyucikan jiwa.

Rentang waktu membayar zakat fitrah mulai dari awal Ramadan hingga sebelum ibadah shalat Idul Fitri. Jika kamu membayar zakat di luar waktu tersebut dianggap haram dan tidak sah.

Untuk cara menghitung zakat fitrah pun tidaklah sulit. Umumnya zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari atau uang. Umat Muslim di Indonesia biasanya menggunakan beras sebagai alat bayar zakat fitrah.

Untuk perhitungannya zakat yang harus dikeluarkan individu juga cukup mudah.Menurut aturan yang sudah ditentukan, besaran zakat fitrah per orang adalah 3,5 liter beras atau setara dengan 2,7 kilogram makanan pokok. Kualitas beras yang dihitung juga harus sesuai dengan beras yang dimakan sehari-hari.

Misalnya jika kamu biasa makan beras yang harganya Rp15.000/liter, maka cara perhitungannya adalah 3,5 liter x Rp15.000 = Rp52.500 per orang. Ini untuk perhitungan individu yang tinggal sendiri. Bagaimana cara menghitung zakat fitrah untuk individu yang tinggal bersama keluarga?

Misalnya, kamu adalah kepala keluarga yang memiliki istri dan tiga anak. Selain itu kedua mertua kamu juga tinggal bersama. Mengingat kamu saat ini menjadi tulang punggung di rumah, dengan demikian di bulan Ramadan tahun depan kamu memiliki kewajiban membayar zakat fitrah untuk tujuh orang, yaitu diri sendiri, istri, tiga anak, ibu mertua, dan bapak mertua. Maka jika menggunakan perhitungan Rp52.500, kamu harus membayar sekitar Rp367.500.

Bagaimana dengan zakat mal? Berbeda dengan zakat fitrah, zakat mal merupakan zakat penghasilan yang harus dikeluarkan ketika nilai aset yang dimiliki selama setahun telah mencapai nisab (ukuran) setara dengan 85 gram emas.

Jika dihitung menurut Informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram dihargai Rp1.021.000. Dengan demikian seseorang wajib diwajibkan membayar zakat mal jika asetnya telah mencapai Rp1.021.000 x 85 gram atau setara dengan Rp86,7 juta. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut adalah ilustrasi penerapan perhitungan zakat mal.

Anggaplah selama ini kamu rutin berinvestasi di berbagai instrumen investasi, seperti emas, deposito, reksa dana hingga trading saham di platform Ajaib. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah  menghitung total aset yang dimiliki di luar tempat tinggal dan kendaraan yang untuk mobilitas sehari-hari. Hal Ini karena zakat mal hanya menghitung aset berupa simpanan, bukan aset guna.

Aset kamu di deposito mencapai Rp30 juta, di platform reksa dana Ajaib sebesar Rp40 juta, dan saham sebesar Rp20 juta, ditambah investasi emas senilai Rp40 juta. Dari ilustrasi di atas, total nilai aset berupa simpanan di deposito dan investasi mencapai Rp130 juta. Ini artinya aset simpanan Anda sudah mencapai nisab zakat mal yang sebesar Rp56,61 juta dan kamu wajib untuk membayar zakat mal.

Dengan mengetahui cara menghitung zakat, kamu jadi bisa lebih mudah menyalurkannya ke orang yang membutuhkan sehingga tidak ada lagi beban kewajiban yang bisa mengurangi nilai ibadah sebagai seorang Muslim. Perlu diingat bahwa ada bagian harta yang dimiliki untuk diberikan pada mereka yang masuk dalam kategori 8 golongan yang menerima zakat tadi.

Artikel Terkait