Perencanaan Keuangan

Cara Mengelola Keuangan Buat Pekerja Fresh Graduate

Ajaib.co.id – Siapa di antara kamu yang baru lulus kuliah? Lalu sekarang sudah bekerja tapi masih kebingungan dalam mengelola keuangan di fase yang baru ini. Pasti merasa senang karena punya kemerdekaan finansial tapi bingung juga mengaturnya ya?

Tidak perlu khawatir berlebih. Hal tersebut lumrah dirasakan oleh banyak orang. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana memiliki strategi dalam mengelola keuangan yang kamu punya. 

Karena pastinya kamu sudah memiliki kewenangan bahkan tanggung jawab atas dirimu sendiri ketika sudah bekerja. Hal ini menjadi sangat special maka memang harus dipikirkan dengan matang dan bijak. 

Seperti diketahui memang antara dunia pendidikan dengan dunia kerja sangat teramat berbeda. Misalnya saja di dunia kerja kamu sudah dituntut untuk mempraktikan segala ilmu dan wawasan yang sudah kamu peroleh di bangku pendidikan. Makanya memang sangat penting untuk mempersiapkan bahkan terus memperbaharui diri saat masuk ke dunia kerja. 

Ya salah satu bagian yang akan dianggap sulit karena merupakan hal baru adalah mengelola keuangan seorang fresh graduate secara mandiri. Ibaratnya kamu itu harus cerdik dalam mengatur pemasukan yang kamu terima.

Kalau gaji yang kamu terima belum terlalu besar (menurut ukuranmu), kan kamu belum tentu akan dibantu oleh finansial orang tuamu. Karena kamu dianggap sudah harus bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. 

Maka disinilah poin mendesaknya kenapa sebagai fresh graduate harus bisa mengelola keuangan. Meskipun kamu masih hidup seorang diri misalnya atau belum berkeluarga. Tapi hal ini tidak bisa menjadi alasan untukmu berfoya-foya dengan penghasilan yang kamu punya. 

Berikut Ajaib coba membagikan beberapa cara mengelola keuangan untuk pekerja fresh graduate:

Menentukan Tujuan Keuangan

Sebagai pendatang baru di dunia kerja pasti kamu belum benar-benar memahami peta keuangan yang harus kamu lakukan. Saat menerima gaji pertama yang dirasakan hanya kebahagiaan karena sudah punya uang sendiri. Sementara hal-hal detail lainnya yang sebetulnya penting jadi terlupakan. 

Jadi kamu harus berinisiatif melontarkan pertanyaan pada dirimu sendiri. Seperti, apa tujuan saya dengan uang yang saya miliki ini? Kalau masih bingung juga. Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana seperti, Kamu ingin apa? Kamu menginginkan hidup yang seperti apa? Apa saja yang ingin kamu raih dan impikan?

Kamu bisa jadikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas sebagai tujuan keuanganmu. Karena hal-hal tersebut kan perlu diwujudkan dengan adanya uang juga. Setelah itu, baru kamu menentukan target waktunya. 

Kalau sudah jelas tujuan dan target waktunya, kamu bisa merencanakan setiap tujuanmu dengan langkah demi langkah untuk mewujudkannya. 

Jalani Gaya Hidup yang Wajar

Gaya hidup yang kamu jalani bisa jadi kunci penting untuk mengatur keuanganmu. Kamu harus benar-benar memastikan kalau pilihan gaya hidup yang kamu ambil sesuai dengan penghasilan dan kebutuhan kamu. Karena gaya hidup yang kurang wajar justru akan membuat keuanganmu berantakan.

Godaannya pasti mengatasnamakan generasi kekinian. Terus kalau kita tidak mengikuti gaya hidup yang dianggap sesuai dengan zamannya jadi gak gaul atau kudet dan sebagainya. Padahal gaak semua hal yang ada di dunia harus diikuti.

Apalagi kita semua sebagai manusia punya warna diri yang berbeda, tidak bisa semua hal disamakan. Apalagi kalau untuk memenuhi tuntutan gaya hidup itu memerlukan modal yang besar, sementara budget kita tidak mencukupi. Ini jebakan sekali. 

Hal ini bisa terjadi biasanya karena kita merasa masih muda, lalu masih merasa memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang. Tapi ternyata buntutnya malah jadi foya-foya yang berlebihan alias tidak terukur.

Jadi, sebaiknya kamu menyadari dari awal untuk memiliki gaya hidup yang sesuai dengan bujet mu dan menjadi dirimu sendiri. Alias gaya hidup yang sewajarnya. Sehingga kamu bisa mengelola gaji atau penghasilanmu dengan baik. 

Jadikan Menabung Kebiasaan

Punya inisiatif untuk menabung memang gak otomatis milik kesadaran semua orang. Harus ada kesadaran dulu mengapa kita harus menabung. Ajaib menyarankan kamu untuk menjadikan menabung itu prioritas dari penghasilan yang kamu hasilkan juga. 

Cara sederhananya untuk mulai menabung itu tidak perlu langsung dalam jumlah yang besar. Tapi kunci utamanya adalah dengan menabung di awal. Jadi setelah kamu memiliki gaji, sisihkan sekitar 10% dari penghasilanmu untuk langsung ditabungkan. Bukan justru menabung dari sisa gajimu di akhir bulan.

Jadi kamu bisa lebih tenang dalam mengatur sisa uangmu karena sudah menabung sebelumnya. Rasio 10% juga adalah rasio paling minimal loh. Jadi kalau kamu merasa bisa lebih dari itu, ya lebih bagus. 

Mencatat Anggaran dan Pengeluaran

Mencatat anggaran dan pengeluaran juga bukan aktivitas yang banyak orang lakukan. Karena bisa jadi dianggap terlalu ribet. Tapi kebiasaan mencatat pengeluaran untuk pekerja fresh graduate seperti kamu bisa coba dilakukan loh.

Tujuannya sederhana saja untuk mengukur alur keuangan mu tiap bulannya disalurkan ke mana saja. Biar di bulan selanjutnya bisa jadi evaluasi sekaligus gambaran. 

Karena dengan mencatat pengeluaran rutin mu ditambah membuat anggaran berdasarkan catatan pengeluaran untuk bulan berikutnya bisa bikin keuanganmu jadi lebih terkendali. 

Jadi buat kamu yang baru lulus dan kebingungan atur keuangan, bisa mencoba metode ini ya. Mungkin berat dan terasa malas kalau dilakukan tiap bulan. Namun, kalau sudah mulai di beberapa bulan pertama pasti jadi lebih ringan dan setidaknya sudah ada gambaran pengeluaran yang bisa jadi catatan untuk bulan selanjutnya. 

Hindari Berutang Sebisa Mungkin

Ingat ya Ajaib sarankan agar kamu tidak gampang tergiur dengan berutang apalagi menggunakan kartu kredit. Karena jangan sampai kamu berutang tapi tak memiliki kemampuan untuk membayarnya. 

Sebisa mungkin kamu harus hindari berutang. Kenapa? Karena berutang bisa jadi akan mencegahmu meraih impian. Misalnya kamu memiliki kredit mobil. Lalu kamu harus bersusah payah menghabiskan sisa upahmu untuk membayar cicilan.

Padahal di awal-awal bekerja kamu masih bisa menggunakan transportasi umum dan tak mengganggu aktivitas kerjamu. Dan uangmu bisa diinvestasikan pada hal lain yang mendukung impianmu. Artinya jangan tergesa-gesa, perhatikan prioritas kebutuhan mu terlebih dahulu. 

Lalu kamu juga bisa terjebak dalam riwayat tagihan kartu kredit yang buruk kalau tak mampu melunasi utang itu. karena riwayat kredit atau credit score itu akan merekam keuangan yang dilakukan oleh pemberi pinjaman untuk mengukur kemampuan kamu dalam membayar utang.

Dampaknya semakin buruk untuk credit score, maka semakin sulit di masa depan jika kamu membutuhkan pinjaman yang lebih penting dan mendesak. Jadi lebih baik dihindari untung berutang ya kalau kamu belum yakin dengan kemampuan finansialmu. 

Mempelajari Produk Investasi

Sama halnya untuk tabungan, investasi juga perlu dipelajari dan dilakukan. Memang kalau saat awal pasti masih belum merasa percaya diri untuk berinvestasi. Tidak apa-apa, ini wajar. Yang bisa kamu lakukan saat ini mempelajari terlebih dahulu produk-produk investasinya. Sehingga nanti di waktu yang menurutmu tepat kamu sudah punya ilmunya dan siap untuk melakukan investasi.

Artikel Terkait