Perencanaan Keuangan

Merencanakan Keuangan di Tengah Sentimen Resesi Dunia

Ajaib.co.id – Proyeksi resesi dunia terus membayangi pertumbuhan ekonomi di tanah air. Di tengah kekhawatiran global ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal ketiga tahun ini.

Menurutnya, Indonesia tidak bisa menghindar dari jurang resesi dunia mengingat pandemi COVID-19 berdampak sangat besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada zona negatif sejak bulan Maret 2020 lalu. 

Pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi yakni minus 5,32 persen. Sehingga, jika pertumbuhan ekonomi kembali terkonfirmasi berada di posisi minus pada periode kuartal ketiga tahun ini, maka bisa dipastikan bahwa Indonesia akan mengalami resesi sama seperti negara-negara maju lainnya. 

Negara-negara maju seperti Selandia Baru, Amerika Serikat hingga Jerman, sudah mengonfirmasi bahwa negaranya mangalami resesi pada dua kuartal pertama tahun ini dengan kontraksi ekonomi double digit pada periode April hingga Juni tahun ini.

Nah, resesi kemungkinan tidak hanya memukul perekonomian bangsa Indonesia, tetapi juga dunia. Bagaimana kita harus bersikap? 

Jangan Panik

Ketika mendengar kata resesi, usahakan untuk tidak panik. Data ekonomi yang menentukan bahwa dunia dihadang oleh problematika resesi sebenarnya berasal dari data kinerja keuangan periode enam bulan ke belakang dan belum tentu menentukan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu ke depan.

Jika memang kamu masih memiliki uang tunai yang cukup, usahakan untuk menggunakan uang tersebut terlebih dahulu dan hindari penjualan aset berharga seperti rumah, mobil, dan tanah di masa-masa sulit seperti ini karena harganya sudah dipastikan akan sangat murah. 

Di sisi lain, hindari penjualan aset investasi seperti instrumen reksa dana pasar uang mengingat kinerjanya tidak volatil seperti instrumen reksa dana pendapatan tetap dan saham. 

Meminta Keringanan Utang

Jika kamu memiliki utang, maka ada baiknya untuk meminta keringanan utang kepada pihak bank, lembaga, atau pihak ketiga baik dalam bentuk keringanan pembayaran bunga atau penundaan pembayaran cicilan. 

Di zaman yang serba sulit seperti ini, jangan sekali-kali mengelak ketika dihubungi oleh pihak peminjam karena hal ini akan membuat mereka semakin getol mengetahui keberadaan kamu. 

Jika dalam keadaan seperti ini kamu tidak memiliki utang, maka ada baiknya untuk tidak menambah beban dengan terjerat pada utang fintek atau aplikasi dengan fitur pay later. Ada baiknya, di tengah kondisi ekonomi yang serba susah seperti saat ini, kamu berhemat dan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan. 

Maksimalkan Dana Darurat

Sebelum keadaan semakin sulit, ada baiknya untuk mempersiapkan dana darurat yang diperuntukkan bagi pemenuhan konsumsi prioritas di kala pemasukan nihil atau berkurang. 

Idealnya, dana darurat bagi seseorang tanpa tanggungan adalah 3 kali dari pengeluaran per bulannya. Sementara, dana darurat bagi seseorang dengan tanggungan bisa mencapai 6 kali dari pengeluaran per bulannya. Menambah dana darurat perlu dilakukan agar kamu tak perlu berutang dalam jumlah dan bunga yang besar ketika membutuhkan uang dalam waktu genting. 

Apalagi di tengah sentimen resesi dunia seperti ini, banyak sekali perusahaan yang mengonfirmasi melakukan pemotongan upah kerja hingga pemutusan hubungan kerja dengan pegawainya. Jadi, ada baiknya untuk melakukan persiapan, ya.

Memiliki Asuransi

Di tengah proyeksi resesi dunia pada tahun ini, penting untuk juga memperhatikan kesehatan kamu. Di tengah inflasi sektor kesehatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, penting untuk memiliki proteksi terhadap biaya kesehatan yang membengkak. 

Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu akan mendapatkan manfaat berupa keringanan biaya rawat jalan dan rawat inap ketika harus menjalani perawatan pada fasilitas kesehatan. 

Kamu juga bisa mempertimbangkan kepemilikan asuransi jiwa jika memang kamu memiliki tanggungan. Hal ini akan meringankan beban mereka ketika hal yang tak mengenakkan terjadi pada kamu nantinya.

Manfaatkan Bantuan Sosial

Pemerintah telah mendata warga yang terdampak pandemi virus corona dengan mengeluarkan berbagai paket kebijakan melalui peraturan tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19. 

Jika kamu adalah penerima bantuan sosial atau lolos dalam seleksi kartu prakerja, maka manfaatkanlah dana bantuan dari pemerintah tersebut untuk membeli keperluan prioritas seperti bahan pokok, biaya sekolah, membayar utang, dan lain sebagainya. 

Dan, jika kamu menerima bantuan berupa relaksasi dan restrukturisasi untuk usaha kecil dan menengah yang tengah kamu jalankan saat ini, usahakan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan pivoting usaha lebih cepat. 

Mencari Pemasukan Sampingan

Salah satu cara menambah pundi-pundi penghasilan adalah dengan melancarkan usaha sampingan atau yang umum disebut sebagai side hustle. Dengan memiliki pekerjaan sampingan, kamu bisa memiliki pekerjaan rutin dan pekerjaan tambahan secara bersamaan dan mendapatkan penghasilan dari keduanya.

Kamu bisa mencari pemasukan sampingan seperti menyediakan jasa penulisan, desain dan unggahan media sosial yang mendukung kinerja pemasaran suatu jenis usaha. Di samping itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktu luang dengan memproduksi barang kerajinan tangan atau menjadi reseller suatu barang untuk menambah pemasukan. 

Siapkan Portofolio Investasi Baru

Kinerja pasar saham di kondisi resesi dunia seperti saat ini cenderung kurang maksimal yang ditandai dengan penurunan harga saham emiten-emiten besar. Jika kamu memiliki uang lebih tidak ada salahnya untuk menginvestasikan uang ke instrumen saham.

Pastikan saham yang kamu pilih memiliki prospek jangka panjang yang baik dan juga likuid jika diperjualbelikan. Salah satu platform yang bisa menjadi acuan tempat kamu menanamkan saham adalah dengan menggunakan aplikasi investasi Ajaib yang aman, nyaman dan fleksibel.

Biaya broker yang ditawarkan Ajaib juga cukup kompetitif dibandingkan dengan sekuritas umum lainnya. Jadi tunggu apalagi? Yuk, mulai berinvestasi bersama Ajaib! 

Artikel Terkait