Saham

Lakukan 2 Cara Ini Jika Saham Gorengan Kamu ‘Nyangkut’!

Gorengan identik dengan makanan murah meriah: tempe, bakwan, cakue, dan lain-lain. Lalu ada pula istilah saham gorengan. Apa itu saham gorengan?

Ajaib.co.id –Gorengan, kamu pasti jadi ingin makan makanan murah meriah kudapan pendamping kopi yang digermari masyarakat Indonesia ini. Rasanya tidak lengkap bila minum kopi tanpa gorengan. Selain murah meriah, gorengan seperti tempe goreng, tahu goreng, atau pisang goreng akan lebih nikmat jika disajikan saat masih hangat dan renyah.

Tahukah kamu, dalam dunia investasi saham, dikenal pula ‘saham gorengan’? Kamu yang baru pertama kali terjun di dunia investasi tentu asing mendengar istilah saham ini. Yuk, kita cari tahu sama-sama tentang saham gorengan berikut!

Apa Sih ‘Saham Gorengan’ Itu?

Pertama kali mendengar istilah saham gorengan, kamu tentu bertanya-tanya tentang definisinya. Apakah itu perusahaan yang menjual gorengan? Atau, istilah tersebut hanya kiasan belaka? Kamu pasti tahu bahwa gorengan adalah makanan cepat saji yang murah meriah tetapi kualitasnya tidak baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Serupa dengan kudapan yang bisa mmebuat sakit tenggorokan, saham gorengan adalah saham yang dalam praktiknya sudah dimanipulasi oleh pelaku pasar. Saham ini bisa mengalami kenaikan harga saham yang sangat tinggi dan tidak wajar. Kamu yang masih awam tentu tertarik membelinya, ibarat membeli gorengan murah meriah yang hangat dan besar ukurannya. Siapa sih yang tidak mau?

Padahal, di balik kelezatan saham jenis ini, hal itu hanyalah trik belaka. Saham jenis ini tidaklah sebaik kelihatannya. Saham ini biasanya memiliki likuiditas rendah dan fundamentalnya pun tidak jelas. Namun berkat permainan pelaku pasar, saham ini bisa mengecoh siapa pun dengan kelezatannya.

Ciri-Ciri Saham Gorengan

Sekarang saatnya untuk mengidentifikasi ciri-ciri dari saham gorengan. Apa saja ciri-cirinya? Simak ulasan berikut:

Tergolong ke Dalam Daftar Unusual Market Activity (UMA)

Jika kamu menemukan maupun menjumpai saham yang masuk ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA), kamu harus berhati-hati. Hal ini merupakan suatu tanda yang dilacak oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), bahwa transaksi maupun kenaikan harga yang dihasilkan saham tertentu tidaklah masuk akal. Kejadian tidak biasa tersebut menandakan adanya manipulasi pasar oleh oknum-oknum tertentu yang sedang memainkan pasar.

Transaksi yang Dilakukan Tidak Wajar

Selain memiliki aktivitas transaksi di luar kebiasaan, saham ini juga menunjukkan adanya transaksi yang tidak wajar. Hal ini disebabkan adanya transaksi palsu atau transaksi semu yang sengaja direkayasa oleh oknum pemain pasar. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kesan bahwa saham tersebut aktif diperjualbelikan.

Harga Saham Cenderung Rendah dan Murah Seperti Gorengan

Seperti namanya yakni saham gorengan, pada umumnya saham ini memiliki harga saham yang cenderung rendah. Saham-saham yang memiliki harga rendah seperti Rp500 per lembar menjadi sasaran empuk bagi pemain pasar. Harga saham yang cenderung rendah memungkinkan para pemain pasar untuk memborong saham tersebut dan menggorengnya.

Fundamental yang Tidak Jelas dan Harga yang Tidak Sebanding

Harga saham yang tiba-tiba naik secara signifikan tentu menimbulkan kecurigaan. Terlebih jika perusahaan tersebut tidak memiliki fundamental yang baik. Seiring dengan baiknya fundamental suatu perusahaan, tentu akan meningkat pula harga saham per lembarnya.

Sebaliknya, saham gorengan hanya mengalami kenaikan harga saham yang tidak masuk akal. Di sisi lain, fundamental yang dimiliki perusahaan tidak sebanding dengan kenaikan harganya.

Harga Saham Tidak Stabil

Selain harga saham yang rendah, kenaikan harga pada saham ini tidaklah stabil. Suatu waktu bisa mengalami kenaikan yang signifikan tetapi di waktu lainnya mengalami minus atau penurunan besar bahkan hingga minus 100%. Hal tersebut juga menjadi salah satu tanda bahwa saham tersebut merupakan saham gorengan

Cara Menghindari Saham Gorengan

Lalu bagaimana cara menghindarinya? Berikut upaya yang bisa kamu lakukan untuk menghindari saham gorengan!

Cermat Dalam Mengamati Saham

Sebelum membeli saham, cermati baik-baik pergerakan saham yang akan kamu beli. Saham gorengan memiliki pergerakan yang cepat sehingga kamu perlu berhati-hati. Selain itu kamu dapat melakukan analisis teknikal maupun fundamental agar keputusan yang kamu ambil akan semakin matang.

Perhatikan Pola Pemain Pasar

Perhatikan pola transaksi yang dilakukan para pemain pasar dalam menggoreng saham. Para pemain pasar biasanya akan melakukan pembelian saham dalam jumlah yang besar. Selain itu, pemain pasar juga akan menjual saham kembali dalam jumlah yang besar pula.

Jangan Mudah Tergoda Keuntungan

Berinvestasi dan trading membutuhkan strategi serta kestabilan emosi. Kamu yang gila akan keuntungan besar ada baiknya berhati-hati. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan saham yang besar maupun naik secara tajam.

Bukan tidak mungkin bahwa saham yang naik signifikan tetapi fluktuatif tersebut merupakan saham gorengan. Bukannya untung kamu malah akan buntung.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Saham Gorengan ‘Nyangkut’?

Jika kamu sudah terlanjur bermain saham gorengan namun saat ini posisi saham kamu ‘nyangkut’, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

Istilah saham nyangkut ini sering digunakan dalam trading saham untuk menyebut saham-saham yang dibeli trader namun kemudian harganya mengalami penurunan, sehingga kalau trader menjual saham tersebut (cut loss), maka trader akan mengalami kerugian. Bahkan kerugian tersebut mungkin cukup besar secara nominal. 

Kenapa saham trader bisa nyangkut? Penyebabnya hanya ada dua. Trader tidak mau cut loss atau trader lupa memasang target cut loss. Tetapi yang sering terjadi adalah karena trader memang tidak mau cut loss saat sahamnya turun, atau tidak disiplin dalam trading. Mereka berharap harga saham akan naik lagi saat harganya sudah jatuh. Sebenarnya prinsip cut loss harus wajib kamu terapkan dalam trading agar saham kamu tidak nyangkut terlebih saat bermain saham gorengan.

Nah, tapi bagaimana kalau saham gorengan kamu sudah terlanjut ‘nyangkut’ dan harganya tidak kunjung kembali meningkat? Atau setidaknya bisa break event point? Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.

Contoh kasus

Misalnya suatu saham nyangkut sampai berbulan-bulan dan akhirnya trader menyerah dan ingin keluar dari saham nyangkut tersebut. Apa yang harus dilakukan? Perhatikan strategi dibawah ini.

Skenario 1

Kalau sahammu nyangkut dengan lot yang kecil, kamu bisa jual semua sahamnya alias cut loss. Misalnya nyangkut di saham XYZ sebanyak 10 lot di harga 1.000 dan harganya sekarang 900. Kamu bisa cut loss. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah karena total kerugian yang ditaksir masih kecil.

Tapi bagaimana kalau nyangkutnya sampai 300 lot? Tidak bisa dipungkiri, kebanyakan trader yang sudah nyangkut dengan jumlah besar biasanya tidak berani jual sahamnya, karena kalau sahamnya dijual semua maka total kerugian yang ditaksir akan sangat besar. 

Hal ini tentunya akan mempengaruhi psikologis seseorang, bahkan mungkin akan menganggu aktivitas sehari-harinya. Jadi, bagaimana caranya keluar dari saham nyangkut?

Caranya adalah jual saham tersebut sedikit demi sedikit atau cut loss secara bertahap. Misalnya jika ingin cut loss saham XYZ sebanyak 300 lot, maka kamu bisa merencanakan cut loss sebanyak 5-10 lot dalam beberapa hari, hingga mencapai 300 lot. Hal ini mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan agar saham yang nyangkut terjual semuanya. Tapi kamu jadi tidak mengalami kerugian besar sekaligus di hari yang sama.

Memang akan memakan waktu cukup lama, tapi itulah cara keluar dari saham nyangkut tanpa terlalu mempengaruhi psikologi trader.

Skenario 2 

Caranya hampir sama dengan skenario 1, tetapi disini kamu juga membandingkan dengan profit di saham lain yang sudah kamu dapatkan. Misalnya jika saham XYZ kamu nyangkut sebanyak 300 lot, tetapi dalam perjalanan trading, kamu dapat profit 10 juta dari saham ABC. Maka kamu bisa menggunakan profit 10 juta untuk menjual saham XYZ yang nyangkut, sehingga hasil trading akan impas alias break event point. 

Pada akhirnya, hasil trading kamu akan seimbang terus, sampai kamu lepas dari saham nyangkut tersebut. Dengan skenario 2 ini, kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk cut loss sedikit demi sedikit dengan jumlah lot yang terlalu kecil.

Bertransaksi Saham dengan Bijak

Melakukan aktivitas jual beli saham tentu sangat menyenangkan jika menguntungkan. Namun sekali lagi, bertransaksi saham bukan hanya soal keuntungan tetapi juga strategi dan mengendalikan emosi.

Ada baiknya kamu tidak menggunakan seluruh dana yang kamu miliki untuk dibelikan saham. Hal ini mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika kamu mengalami kerugian. Alokasikan dana khusus untuk bertransaksi, selain itu lakukan transaksi dengan jumlah yang aman

Ada satu lagi cara bijak untuk bertransaksi saham, yakni dengan aplikasi Ajaib. Ajaib telah resmi mengakuisisi PT Primasia Sekuritas yang kini masuk ke Ajaib Group. Jadi, sekarang kamu tak hanya dapat bertransaksi reksa dana, tetapi juga bisa bertransaksi saham.

Membuat rekening saham atau Rekening Dana Nasabah (RDN) di Ajaib sama dengan perusahaan sekuritas lainnya. Bedanya, di Ajaib jauh lebih praktis dan mudah. Kamu tidak perlu ke mana-mana. Cukup unduh aplikasi Ajaib dan ikuti prosesnya.

Tak hanya membantu kamu jual beli dan investasi saham, aplikasi Ajaib juga menyediakan data-data pendukung untuk membantumu melakukan analisis. Makin banyak ‘kan yang bisa dilakukan bersama Ajaib. Ayo investasi bareng Ajaib biar kamu makin cerdas berinvestasi!

Artikel Terkait