Analisa Saham

Kena ARB pada Hari Pertama IPO, Ini Fundamental Saham OBMD

saham-obmd

Ajaib.co.id – PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) adalah perusahaan yang memproduksi bahan aditif untuk mencegah kerugian dalam proses pengeboran dengan menggunakan teknologi berbasis serat. Berdiri sejak tahun 1996, OBM Drilchem menghasilkan FRACSEAL®, QUICKSEAL®, STOPLOSS®, and DRIL-EZY® yang telah bersertifikasi ISO di samping menyandang sertifikasi produk lain dari lembaga mancanegara.

OBM Drilchem juga menyediakan beragam jasa terkait kegiatan pengeboran on-site dan off-site bagi pelanggan dalam dan luar negeri. Di antaranya meliputi pembuatan desain proposal teknis dan solusi sesuai dengan jenis sumur, jasa engineering dan pelatihan dalam pengggunaan produk-produk perseroan on-site, serta penyesuaian desain dan produk sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

PT OBM Drilchem melaksanakan penawaran perdana di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Desember 2021 dengan kode saham OBMD. Harga penawaran perdana senilai Rp180 per lembar.

Harga saham OBMD langsung terkena ARB (Auto Reject Bawah) pada hari pertamanya melantai di bursa. Pergerakan harga saham kemudian merosot beruntun hingga sempat menyentuh Rp115 per 28 Desember 2021. OBMD memiliki market cap sebesar Rp98,82 miliar.

Komposisi kepemilikan saham OBMD cukup sederhana. Sahamnya tersebar di antara PT Indotek Driling Solusi (56,23%), Komisaris Utama OBMD Mohamad As’ad (9,45%), Direktur Utama OBMD Ryanto Husodo (9,45%), dan masyarakat (24,86%).

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan OBMD per 31 Maret 2021 menunjukkan bahwa cash flow perusahaan kurang stabil, kadang bernilai positif dan kadang negatif. Namun, perusahaan mampu menghasilkan laba dengan baik dan memiliki rasio utang yang kecil.

Berikut ini rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya sejak 2018 (dalam miliar rupiah):

 I/2021IV/2020IV/2019IV/2018
Total Aset66,9071,0850,6553,66
Total Liabilitas12,5519,7319,0918,48
Total Ekuitas54,3551,3531,5635,18
Penjualan Neto14,2959,9962,8948,85
Laba Usaha1,447,292,505,15

Terlihat bahwa OBMD mampu menghasilkan laba setiap tahunnya. Penjualan dan laba cenderung fluktuatif, tetapi tidak pernah jatuh ke zona negatif selama lebih dari tiga tahun terakhir.

Dari laporan keuangan yang terlampir pada prospektus OBMD, kita juga dapat pula menyimpulkan lima rasio utama per kuartal I/2021 sebagai berikut:

–      Net Profit Margin (NPM): 10,08%

–      Return on Equity (ROE): 10,60%

–      Return on Asset (ROA): 8,60%

–      Debt Equity Ratio (DER): 23,10%

–      Current Ratio: 844,68%

Data-datanya tidak terlalu cemerlang, tetapi dapat dikatakan cukup baik. Profitabilitas OBMD tergolong baik dengan ROE di atas 10%, sedangkan rasio utang berada jauh di bawah ambang 100%.

Prospek Bisnis OBMD

OBM Drilchem berkantor pusat di Jakarta, tetapi memiliki pabrik di daerah Karawang, Jawa Barat. Perusahaan mengeklaim dalam prospektusnya bahwa pabrik masih beroperasi dengan tingkat utilisasi di bawah 100%, sehingga memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi. Rencana penggunaan dana hasil IPO mengisyaratkan rencana ekspansi produksi tersebut.

OBM Drilchem berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO (setelah dikurangi biaya-biaya emisi) untuk pembelian bahan baku berupa serbuk serat selulosa dan kalsium karbonat dari pihak ketiga. Tujuannya untuk mengantisipasi kontrak-kontrak yang akan diperoleh perusahaan di masa mendatang.

Patut untuk dicatat pula bahwa OBMD meluncurkan bonus waran bagi investor dalam rentang waktu bersamaan dengan penawaran perdana sahamnya. Dana dari pelaksanaan Waran Seri I akan dipergunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian alat lab, kemasan produk, dan palet yang tergolong CAPEX.

Kesimpulan tentang Saham OBMD

OBM Drilchem bergerak dalam bidang usaha yang cukup unik (niche). Saham OBMD masuk dalam kategori subsektor basic materials di pasar modal. Bidang usaha ini tidak lazim dilirik oleh investor, karena produk-produknya jauh dari konsumsi ritel. Namun, patut diketahui bahwa OBM Drilchem sudah memiliki produk dan pasar yang jelas.

Produk-produk OBM Drilchem telah dipergunakan untuk troubleshooting di berbagai lokasi pengeboran di dalam dan luar negeri. Termasuk di antaranya di Austria, Arab Saudi, India, dan Pakistan. Kontribusi segmen penjualan ekspor terhadap pendapatan perseroan mencapai 28,74% per 31 Maret 2021.

Jadi, apakah saham OBMD layak dipilih untuk berinvestasi? Mengingat fluktuasi harga sahamnya yang masih cenderung bearish, agaknya saat ini belum waktunya untuk menanamkan modal besar pada saham OBMD. Trader atau spekulan jangka pendek dapat mencari momen yang tepat untuk memperoleh profit jangka pendek, tetapi saham OBMD sekarang belum menjadi pilihan yang tepat untuk investasi jangka panjang.

Artikel Terkait