Saham

Jakarta Islamic Index, Kumpulan Saham Berprinsip Syariah

Jakarta Islamic Index

Ajaib.co.id – Kebanyakan orang mengetahui produk keuangan yang menggunakan prinsip syariah hanya pada dunia perbankan seperti bank yang berbasis syariah.

Padahal, beberapa produk investasi juga menerapkan prinsip syariah, salah satunya investasi saham. Mungkin investasi saham syariah masih belum banyak diketahui orang.

Melalui Jakarta Islamic Index (JII), ada puluhan saham syariah yang tercatat dan juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bagi kamu yang mulai tertarik untuk berinvestasi di beberapa instrumen dengan penerapan prinsip syariah, investasi saham syariah bisa menjadi pilihan.

Bagaimana cara untuk mengetahui suatu saham sudah menerapkan prinsip syariah pada sistemnya? Jawabannya ada pada Jakarta Islamic Index atau disingkat JII.

Nah, bagi kamu yang belum mengetahui apa itu Jakarta Islamic Index dan fungsi utamanya pada investasi saham syariah, yuk simak penjelasannya melalui pembahasan berikut ini.

Apa Itu Jakarta Islamic Index?

Jakarta Islamic Index merupakan salah satu indeks saham yang menghitung setiap indeks harga rata-rata saham agar dapat dikategorikan ke dalam jenis saham syariah.

JII dibentuk dan dikembangkan pada tahun 2000 melalui kerja sama dengan Bursa Efek Syariah sebagai pengawas dan pengelola pasar modal di Indonesia.

Jakarta Islamic Index hadir dalam mendukung kegiatan pasar modal dengan prinsip syariah, di mana pasar modal syariah merupakan gabungan antara bursa konvensional dengan syariah.

Tujuan dibentuknya Jakarta Islamic Index adalah memfasilitasi setiap investor yang ingin meningkatkan investasi ke saham syariah.

Dalam kata lain, JII mencoba untuk membantu setiap investor yang ingin berinvestasi saham dengan menggunakan prinsip syariah yang baik dan benar. Hal ini berarti setiap saham syariah yang ditawarkan nantinya memiliki portofolio saham yang halal.

Kriteria Saham Syariah pada JII

Salah satu pertanyaan pada saham-saham syariah, bagaimana cara JII mengategorikan suatu saham ke dalam jenis saham syariah? Nah, jawabannya adalah dengan cara melibatkan Dewan Pengawas Syariah.

Setiap saham yang masuk ke dalam kategori saham syariah harus memenuhi empat persyaratan utama berdasarkan arahan Dewan Pengawas Syariah. Berikut empat syarat yang dimaksud:

·        Emiten atau perusahaan tidak menjalankan bentuk usaha perjudian atau permainan yang masuk ke dalam kategori judi hingga perdagangan terlarang.

·        Emiten bukan merupakan lembaga keuangan konvensional dengan penerapan sistem riba atau bunga termasuk perbankan serta asuransi konvensional.

·        Emiten memiliki bisnis atau usaha yang bukan memproduksi, mendistribusikan, serta memperdagangkan makanan dan minuman haram.

·        Emiten tidak menjalankan usaha atau bisnis yang memproduksi, mendistribusikan, serta menyediakan barang dan jasa yang dapat merusak moral hingga bersifat mudharat.

Selain dari keempat syarat utama yang harus dipenuhi, tentunya ada tahap penyaringan berikutnya hingga saham bisa masuk ke dalam daftar tersebut.

Berikut tahap penyaringan yang dimaksud:

·        Memilih beberapa saham berdasarkan jenis usaha utama yang tidak bertentangan pada prinsip syariah serta telah tercatat lebih dari 6 bulan.

·        Memilih suatu saham yang mengacu pada laporan keuangan tahunan hingga tengah tahun berakhir yang masih memiliki rasio Kewajiban atas Aktiva maksimal sebesar 90 persen.

·        Memilih 60 saham berdasarkan susunan saham sesuai urutan rata-rata kapitalisasi pasar atau market capitalization paling besar selama satu tahun belakang.

·        Memilih 30 saham berdasarkan urutan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama 1 tahun ke belakang.

Daftar Saham di Jakarta Islamic Index Periode Desember 2019 – Juli 2020

Berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh JII dalam mengukur suatu saham dikategorikan sebagai saham syariah, maka setiap periodenya akan ada saham yang dikeluarkan karena tidak sesuai dengan ketentuan dan akan ada saham yang masuk ke dalam kategori syariah.

Berikut daftar saham yang masuk ke dalam kategori saham syariah periode Desember 2019 hingga Juli 2020:

·        PT Adaro Energy Tbk.

·        PT AKR Corporindo Tbk.

·        PT Aneka Tambang Tbk.

·        PT Astra International Tbk.

·        PT Barito Pacific Tbk.

·        PT Bumi Serpong Damai Tbk.

·        PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.

·        PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

·        PT Ciputra Development Tbk.

·        PT Erajaya Swasembada Tbk.

·        PT XL Axiata Tbk.

·        PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

·        PT Vale Indonesia Tbk.

·        PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

·        PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

·        PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

·        PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

·        PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

·        PT Kalbe Farma Tbk.

·        PT Matahari Department Store Tbk.

·        PT Media Nusantara Citra Tbk.

·        PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

·        PT Bukit Asam Tbk.

·        PT PP (Persero) Tbk.

·        PT Surya Citra Media Tbk.

·        PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

·        PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

·        PT United Tractors Tbk.

·        PT Unilever Indonesia Tbk.

·        PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Produk Investasi Syariah Lainnya di BEI

Selain investasi saham syariah, masih ada produk investasi lainnya yang menggunakan prinsip syariah. Berikut beberapa instrumen investasi yang menggunakan prinsip syariah:

Reksa Dana Syariah

Instrumen ini merupakan jenis investasi reksa dana yang diterbitkan dengan memenuhi prinsip-prinsip syariah, di mana proses akad, pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang ada di pasar modal.

Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan bentuk investasi syariah yang menggunakan akad mudharabah serta nisbah atau bagi hasil dari setiap investasi yang dilakukan. Hal ini berarti deposito syariah tidak menggunakan sistem bunga seperti deposito konvensional.

Sukuk Ritel

Sukuk ritel merupakan jenis investasi yang menggunakan prinsip syariah yaitu akad wakalah dan ijarah.

Emas

Emas merupakan salah satu jenis investasi yang bisa dikatakan syariah karena ada fisik atau wujudnya sehingga sudah sesuai dengan prinsip syariah. Akan tetapi, bagaimana dengan jenis emas yang tidak berbentuk atau digital?

Pada dasarnya, hal ini sesuai dengan fungsi emas itu sendiri. Di Indonesia, emas dijadikan sebagai komoditi, bukan sebagai alat tukar sehingga baik emas fisik dan digital masih bisa dikategorikan investasi syariah.

Nah, investasi itu tergantung dari kamu sebagai pelaku investasi. Kamu bisa memilih jenis investasi yang sesuai dengan kemampuan, baik itu investasi konvensional atau syariah melalui Jakarta Islamic Index sekalipun.

Hal terpenting dari berinvestasi adalah memilih tempat dari kamu berinvestasi. Pilihlah tempat investasi yang aman dan tepercaya seperti investasi saham di aplikasi Ajaib.

Ajaib merupakan media investasi online yang dapat membantu kamu berinvestasi saham dengan fitur Ajaib Saham. Kamu bisa memilih saham-saham perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan sesuai target pencapaian langsung dari smartphone.

Jadi tunggu apalagi, yuk download aplikasi Ajaib di smartphone kamu dan temukan kemudahan dalam berinvestasi sekarang.

Artikel Terkait