Saham

KBLI di 2020: Punya Fundamental Kuat dan Masa Depan Cerah

kbli di 2020

Ajaib.co.id – KBLI di 2020 ini nampaknya memiliki fundamental yang cukup kokoh. Mengapa KBLI di 2020 bisa dipercaya seperti itu? Simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini untuk mengetahuinya

Sebagai salah satu investor saham milenial yang mulai meramaikan lantai bursa saham Indonesia Stock Exchange (BEI), sudah familiarkah kamu dengan KBLI? Atau jangan-jangan malah sudah beli saham cuan ini ratusan lembar ya?

KBLI di 2020 punya masa depan yang cerah. Hal ini tampak jelas dari konsisitensi rekam jejak kinerjanya sejak dua tahun yang lalu. Kalau kamu tertarik mulai berinvestasi di emiten ini, yuk kenali lebih jauh bersama Ajaib.

Historis KBLI Menggiring Sukses di 2020

Didirikan 9 Januari 1972 dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA), KMI Wire and Cable Tbk sebelumnya bernama GT Kabel Indonesia Tbk. Perusahaan ini memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974, berkantor pusat di Wisma Sudirman, Jakarta, dengan pabrik berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.

Selain kepemilikan publik, 2 pemegang saham utama yang memiliki > 5% saham KMI Wire and Cable Tbk adalah: Denham Pte. Ltd 48,83% dan BP2S SG S/A BNP Paribas Singapore Branch (dahulu BNP Paribas Wealth Management Singapore) 8,69%.

Ruang lingkup kegiatan KBLI meliputi bidang pembuatan kabel dan kawat aluminium serta tembaga, serta bahan baku lain untuk listrik, elektronika, telekomunikasi, baik terbungkus maupun tidak, beserta seluruh komponen, suku cadang, asesori yang terkait dan perlengkapan-perlengkapannya, termasuk teknik rekayasa kawat dan kabel.

Produk KBLI yang dipasarkan dengan brand Kabelmetal INDONESIA di pasar domestik, dan brand KMI Wire and Cable di pasar internasional meliputi > 2.000 jenis dan ukuran kabel, kabel listrik tegangan rendah dan menengah, kabel control, kabel data/instrumen, kabel flame retardant dan tahan api, kabel berjaket nylon, konduktor telanjang berbahan kawat tembaga, aluminium dan aluminium campuran yang banyak digunakan untuk transmisi dan distribusi tenaga listrik saluran udara. Kapasitas produksi kabel listrik sebesar 75.000 MT, yang terdiri dari kabel listrik tembaga 30.000 MT dan kabel listrik aluminium 45.000 MT.

KBLI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Initial Public Offering kepada masyarakat pada 8 Juni 1992, sebanyak 10.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dan harga penawaran Rp3.500 per saham, yang akhirnya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 1992.

Analisis Fundamental KBLI di 2020

Berkat beroperasinya pembangkit listrik baru dari program 35.000 MW, pasokan listrik Indonesia telah bertambah 4.200 megawatt (MW) selama 2019, sehingga realisasi kapasitas listrik nasional menjadi total 69.100 MW. Berarti, jalan masih terbentang lebar bagi KBLI berkat target Pemerintah untuk percepatan penyelesaian program 35.000 MW di awal 2020. Tentunya, ini menjadi ladang bisnis basah bagi PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI), sehingga perusahaan ini setia mendukung fokus pembangunan nasional tersebut.

Kondisi ini berdampak pada strategi penjualan, dimana porsi penjualan ke sektor pemerintah kini mencapai 55% hingga 60%, yang sebelumnya hanya 35% – 45%. Rencana pemindahan ibukota ke pulau Kalimantan bisa jadi peluang bisnis yang potensial ke depannya.

Fundamental KBLI selama 5 tahun terakhir memiliki NPM dan NI menarik, sedangkan DER tidak berubah signifikan karena tidak adanya pengurangan hutang yang signifikan. Namun hutang itu ternyata dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan ekspansi, untuk menyambut proyek besar pemerintah 3.500 MW, dan yang setaranya.

  • Analisis terhadap cash flow KBLI membuktikan situasi aman.
  • Aktivasi operasi (YPY) menghasilkan arus penerimaan kas yang naik 966%. Kinerja yang super bagus!
  • Penempatan aset lain menunjukkan posisi minus meningkat 836%, yang mencerminkan pengeluaran kas untuk diversifikasi aset berharga (saham, obligasi, dlsb.)
  • Penjualan aset tetap (YOY) = 0

Kesimpulan:

  • Kinerja KBLI masih menarik dengan cash flow yang cukup sehat, dengan arus kas operasi (YOY) konsisten positif.
  • Grafik harga sahamnya akan saling berbanding lurus dengan kinerja perusahaan.
  • Maka KBLI masih direkomendasikan untuk beli.

Rekam Jejak Kinclong di 2019

Selama 9 bulan pada 2019 KBLI mencatatkan hasil keuangan yang positif:

  • Pendapatan perusahaan tumbuh 3,86% menjadi Rp2,69 triliun dibandingkan kuartal III 2018 yang sebesar Rp2,59 triliun.
  • Laba bersih KBLI berhasil melonjak 147,92% menjadi Rp259,87 miliar pada kuartal III-2019, berkat penurunan beban.
  • Jumlah sales kepada pihak ke-3 lokal masih menjadi kontributor utama sebesar Rp 2,39 triliun, atau 89% dari total pendapatan.
  • Jumlah sales ekspor ke pihak ke-3 sebesar Rp 23,21 miliar.
  • Pendapatan dari hasil kontrak konstruksi kepada pihak ke-3 senilai Rp 212,83 miliar.
  • Beban pokok pendapatan KBLI per 30 September 2019 turun 4,13% senilai Rp2,19 triliun.
  • Laba kotor KBLI Rp494 miliar, dan margin laba kotor KBLI naik menjadi 18,39% dari sebelumnya 11,71%.
  • Beban penjualan turun menjadi Rp54,34 miliar.
  • Beban keuangan turun menjadi Rp20,62 miliar.
  • Beban keuangan naik 30,1% menjadi Rp89,96 miliar.
  • Alhasil, KBLI mengantongi laba bersih yang melesat 147,92% senilai Rp259,87 miliar.
  • Jumlah aset KBLI mencapai Rp 3,16 triliun pada akhir September 2019, yang terdiri atas liabilitas sebesar Rp933,08 miliar dan ekuitas sebesar Rp 2.23triliun. Bravo!

KBLI Sudah Kinclong, Masih Juga Direkomendasi

Sejak akhir 2019 harga saham KBLI melesat 106,95% ke level Rp625 per saham. Analis Panin Sekuritas-William Hartanto menyimpulkan penyebabnya adalah performa keuangan perusahaan yang mentereng. Analis Jasa Capital Utama-Chris Apriliony menilai daya tarik KBLI bertambah karena harganya masih tergolong murah, sehingga masih berpeluang naik lebih tinggi lagi. Prospek bisnis KBLI terbilang cerah karena terbantu oleh mega proyek pengadaan pembangkit listrik 35.000 MW oleh Pemerintah, yang pada 2019 baru mencapai 3.617 MW, 10% dari target awal. Harga KBLI ditargetkan mencapai Rp670, Rp765, Rp850 dan Rp880 per saham.

KBLI Raih Kepercayaan dari Mandiri di 2020

Di laman keterbukaan informasi BEI, Pada 24 February 2020 KBLI mendapat pinjaman sebesar Rp1,36 triliun dan 10 juta USD treasury line dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pinjaman ini adalah perpanjangan dan penambahan kredit perseroan kepada BMRI yang akan dipakai untuk modal kerja. 

Jangka waktu pinjaman 12 bulan dengan jaminan utang atas aset perseroan berupa tanah dan bangunan, mesin peralatan, persediaan piutang usaha dengan nilai 50% dari kekayaan bersih perseroan. 

Namun potensinya begitu meyakinkan, para investor tetap harus menilai KBLI secara proporsional dan tidak terbawa emosi, karena pada perdagangan akhir Februari 2020 nilai KBLI terpantau bergerak melemah 2,97% ke level Rp458 per saham, dan pada periode tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih Rp 12,05 miliar dari perusahaan berkapitalisasi pasar Rp1,84 triliun ini. Nggak signifikan sih.

Gimana, tampaknya KBLI layak masuk list BUY kamu kan? Follow your heart, but bring the brain with you, ya! Jangan lupa untuk tetap rutin mengembangkan portofolio investasi untuk meminimalisasi risiko dengan investasi reksa dana yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti Ajaib. Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000 dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan. Ajaib tetap jadi pilihan keren untuk kaum milenial!

Artikel Terkait