Saham

Strategi Trading Saham Menggunakan Modal Besar

Trading saham pakai modal besar

Ajaib.co.id – Ada mitos yang mengatakan, keuntungan akan lebih cepat tercapai kalau trading saham menggunakan modal besar. Banyak pemula yang percaya begitu saja pada mitos ini. Padahal, modal yang besar justru meningkatkan risiko investasi itu sendiri.

Modal besar tidak dapat mengurangi risiko trading saham maupun membantu trader menghindari loss. Warren Buffett pun yang merupakan investor jangka panjang pernah mengalami kerugian meski sudah memiliki modal yang besar.

Kunci sukses para investor miliuner itu bukanlah trading saham tanpa loss sama sekali, melainkan manajemen modal (money management) yang baik dan manajemen risiko (risk management) yang terukur.

Trading saham pakai modal besar tanpa manajemen yang tepat sama saja dengan mengundang kebangkrutan lebih cepat. Oleh karena itu, trader saham bermodal besar perlu mempertimbangkan bagaimana strategi diversifikasi investasi dan berapa alokasi dana khusus untuk trading saham.

Diversifikasi Portofolio Investasi Berimbang

Umpama kamu punya dana menganggur sebesar Rp500 juta, apakah kamu akan menyetorkan semuanya ke RDN untuk trading saham? Tunggu dulu. Ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk diversifikasi investasi. Bagilah dana Rp500 juta tadi menjadi dua. Satu bagian untuk modal trading saham, sedangkan satu bagian lagi untuk investasi obligasi atau reksa dana pendapatan tetap.

Aplikasi Ajaib memfasilitasi investasi saham dan reksa dana sekaligus, sehingga kamu dapat memanfaatkannya untuk mengelola portofolio secara berimbang. Cukup setorkan sebagian dana untuk membeli unit penyertaan reksa dana pendapatan tetap, sedangkan sebagian lagi ke RDN saham.

Trading saham mengandung risiko tinggi dan fluktuatif, sedangkan reksa dana pendapatan tetap dan obligasi menawarkan imbal hasil lebih stabil. Dengan membagi modal investasi menjadi dua bagian seperti ini, kinerja portofolio kamu akan relatif tahan banting meski IHSG anjlok.

Kamu juga dapat memperlakukan dana yang disimpan dalam reksa dana sebagai cadangan modal kalau-kalau RDN sahammu butuh injeksi untuk average down. Asal tahu saja, investor legendaris Indonesia Lo Kheng Hong juga biasa menyimpan dana menganggur dalam reksa dana sebelum ditanamkan pada saham.

Strategi Mengelola Risiko Per Transaksi Saham

Setelah melewati tahap diversifikasi portofolio umum, umpamanya kamu masih memiliki modal trading saham sebesar Rp250 juta. Apakah semuanya dibelikan satu saham saja, atau beberapa saham berbeda? Atau hanya dipakai sebagian saja untuk trading sekarang, sisanya dijadikan cadangan modal?

Kalau kamu berkomitmen untuk trading saham, sebaiknya gunakan 2%-5% saja dari modal Rp250 juta itu untuk bertransaksi awal. Artinya, kamu akan punya dana sekitar Rp5 juta-Rp12,5 juta untuk trading saham. Dana sebesar itu sudah cukup untuk trading 2-4 saham dalam waktu yang sama.

Selanjutnya, jangan lupa untuk membuat rencana trading dan menentukan strategi exit. Strategi exit mencakup target take profit (TP), cut loss (CL), average down (AD), atau langkah-langkah lain yang akan kamu tempuh untuk mendapatkan keuntungan dan membatasi kerugian dari saham yang telah dibeli.

Pastikan juga kamu sudah memiliki strategi exit untuk setiap pembelian saham agar posisi trading kelak tidak berlarut-larut sampai berubah menjadi holding jangka panjang.

Seandainya ada saham yang gagal cuan dan harganya menurun secara tak terduga, tentukanlah ambang harga di mana kamu perlu segera cut loss (untuk saham gorengan) atau average down (untuk saham blue chip). Banyak sekali pengalaman para trader yang “nyangkut” pada saham gocap sampai bertahun-tahun hanya gara-gara ragu cut loss. Inilah pentingnya membatasi risiko per transaksi saham dan menetapkan strategi exit.

Kalau kamu sudah menggunakan seluruh modal sebesar Rp250 juta tadi untuk trading saham sejak awal, maka kamu takkan bisa berbuat apa-apa lagi ketika saham nyangkut sampai gocap. Bisa dikatakan, trader sudah bangkrut dalam skenario terburuk seperti itu.

Akan tetapi, kalau kamu hanya menggunakan sebagian kecil modal untuk trading saham jelek itu, maka kamu hanya mengorbankan sedikit modal saja. Masih ada modal besar untuk mencari peluang trading saham lain yang lebih menguntungkan.

3 Kiat Penting untuk Trading Pakai Modal Besar

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, trading pakai modal besar tidak lantas berarti bebas dari kerugian. Tapi trading pakai modal besar memang memungkinkan kamu untuk meraih keuntungan lebih besar dibanding trader bermodal kecil. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat baik-baik demi mengoptimalkan keuntungan dan menekan risiko.

  1. Jangan pernah all-in: Walaupun kamu sangat yakin terhadap prospek masa depan suatu perusahaan, kamu tetap tidak boleh menanamkan semua uangmu untuk membeli satu perusahaan itu saja. Ingat, ada banyak sekali unsur ketidakpastian yang dapat mengakibatkan situasi berubah sewaktu-waktu.
  2. Selalu siapkan cadangan cash: Pada awal krisis akibat pandemi COVID-19, ada satu ungkapan yang sangat populer di kalangan investor. Ungkapan itu adalah “cash is king (uang tunai adalah raja)”. Hanya investor yang punya cadangan uang saja yang bisa memanfaatkan peluang beli ketika harga saham-saham blue chip terdiskon massal. Investor yang punya modal pas-pasan terpaksa gigit jari.
  3. Fokuslah meningkatkan wawasan daripada mengandalkan bisikan orang lain: Para trader saham sukses berhasil meraih profit berkali-kali lipat bukan karena mereka mengandalkan bisikan pakar atau sinyal trading saham (robot). Mereka justru berhasil sukses dengan mengandalkan analisis dan kemampuannya sendiri. Walaupun kamu bisa membeli jasa pakar atau robot trading saham, semua itu hanya berfungsi sebagai alat bantu belaka. Kamu tetap wajib meningkatkan wawasan dan kemampuan agar mampu memilih sendiri saham-saham mana yang paling mengutnungkan.

Demikianlah ulasan tentang beberapa hal mendasar yang harus kamu ketahui untuk trading saham dengan modal besar. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait