Bisnis & Kerja Sampingan, Dunia Kerja

Implementasi Strategi Bisnis, Cara dan Langkah Tepatnya

Implementasi Strategi Bisnis, Cara dan Langkah Tepatnya

Bila kamu menjalankan bisnis sekadar bisnis, mungkin kamu hanya akan menjual dagangan dan yang penting laku. Laba sedikit sudah cukup memuaskanmu. Apalagi bisnis online bisa dijalankan sambil tiduran. Santai-santai sajalah.

Kalau seperti itu, kapan bisnismu maju?

Mungkin kamu bisa sekadar mendapatkan laba. Namun, jangan lupa, di luar sana banyak pesaing yang selalu berinovasi. Bisa jadi, besok pagi semua pelangganmu sudah lari ke pesaingmu yang punya produk lebih menarik. Karena itulah, kamu perlu implementasi strategi bisnis, khususnya strategi bisnis untuk aktivitas jualan online sepertimu.

Strategi pemasaran

Dengan manajemen strategi pemasaran, pebisnis tak hanya memikirkan laba tetapi juga pengembangan bisnis ke depannya. Target laba hanya akan berlaku dalam jangka pendek. Sementara pengembangan bisnis memungkinkan suatu usaha  beradaptasi dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya, laba juga turut mengalami peningkatan.

Untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat, diperlukan suatu analisis untuk mengenali kondisi usaha. Salah satu contohnya adalah analisis SWOT, yakni kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), ancaman (threat). 

Setelah analisis berhasil dijabarkan, pebisnis bisa memilih strategi yang akan diterapkan, misalnya strategi STP. STP merupakan kependekan dari segmenting, targeting, dan positioning. Selanjutnya, kita akan membahas penerapan analisis SWOT dan strategi STP ini pada salah satu contoh bisnis.

Penerapan analisis dan strategi

Kali ini, kita akan mengambil contoh usaha katering Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dipasarkan secara online. Kita akan analisis terlebih dahulu dengan analisis SWOT.

#1 Kekuatan (Strength)

Banyak ibu-ibu masa kini yang mulai memperhatikan gizi anaknya setelah berusia 6 bulan. Kementerian Kesehatan dan WHO menyarankan MPASI dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat, bergizi, dan selaras dengan menu keluarga. Tren ini menjadikan para ibu mulai menghindari bubur bayi instan dan memilih MPASI buatan sendiri.

Namun, tak semua ibu sanggup setiap hari memasak MPASI sendiri, terutama ibu yang juga bekerja di luar rumah. Bisnis ini hadir sebagai solusi penyediaan MPASI buatan rumah yang sehat dan bergizi. Para ibu tinggal memilih atau meminta menu tertentu dan memesan via online. Mereka juga bisa berlangganan, misal untuk satu minggu atau satu bulan.

#2 Kelemahan (Weakness)

Para bayi dan anak-anak sering kali tidak dapat ditebak dan dipastikan mengenai selera makan. Bisa jadi, hari ini anak mau makan menu dari katering, tetapi besok sudah enggan. Hal ini membuat para ibu berpikir dua kali untuk berlangganan.

Selain itu, proses pengantaran juga menjadi kendala. Karena masih usaha kecil, pebisnis mungkin hanya mengandalkan pengantaran oleh ojek online. Sejumlah pesanan akan rentan mengalami keterlambatan karena tidak dikirimkan serentak oleh kurir dari perusahaan langsung.

#3 Peluang (Opportunity)

Bisnis ini bisa terus berkembang selama masih ada para ibu yang peduli terhadap gizi anaknya namun terkendala waktu dan tenaga. Pebisnis bisa bekerja sama untuk promosi di perkantoran untuk para ibu bekerja, atau di fasilitas kesehatan seperti posyandu dan puskesmas.

#4 Ancaman (Threat)

Produsen makanan bayi instan juga terus berinovasi menghasilkan produk yang diklaim bergizi dan berkualitas. Makanan instan untuk bayi juga sudah ditambahkan berbagai zat gizi yang belum tentu dapat dipenuhi oleh makanan rumahan dalam sehari. Selain itu, makanan instan juga murah dan praktis.

Setelah seluruh aspek bisnis dianalisis menggunakan analisis SWOT, selanjutnya adalah penerapan strategi bisnis STP yang disebutkan sebelumnya.

#5 Segmenting

Strategi ini adalah segmentasi pasar yang membagi-bagi target konsumen berdasarkan kriterita tertentu. Kriteria-kriteria tersebut misalnya demografi, psikografis, dan perilaku.

Dari bisnis MPASI online ini, dapat ditentukan bahwa segmen terbesarnya adalah para orang tua terutama ibu yang memiliki anak berusia 6 bulan sampai 2 tahun. Selain itu, konsumen potensial lainnya adalah para pelancong, tempat penitipan anak, hingga sekolah Taman Kanak-Kanak.

#6 Targeting

Setelah potensi pasar ditentukan lewat tahapan segmenting, selanjutnya adalah menentukan konsumen mana yang menjadi target utama.

Dalam bisnis ini, ibu bekerja bisa menjadi sasaran utama karena merekalah yang paling membutuhkan jasa katering di tengah kesibukan. Tempat penitipan anak atau sekolah biasanya sudah memiliki tenaga sendiri untuk mengatur pemberian makanan bagi para siswa.

#7 Positioning

Target utama telah ditentukan, selanjutnya tinggal menentukan promosi dan metode penjualan yang tepat. Promosi produk MPASI rumahan via media sosial adalah cara paling tepat untuk para ibu yang sibuk bekerja di luar rumah. 

Selain itu, rencanakan nilai tambah lainnya yang makin menguntungkan untuk konsumen. Misalnya, konsumen bisa memilih pengecualian menu untuk menghindari alergi. Selain itu, nilai plus lainnya adalah MPASI setiap hari diantarkan langsung ke rumah setiap hari.

Demikianlah salah satu contoh implementasi strategi bisnis online yang bisa kamu sesuaikan dengan bisnis milikmu sendiri. Selamat mengembangkan bisnismu, ya!

Bacaan menarik lainnya:

Tjiptono, Fandy. (2007). Pemasaran Jasa. Malang: Bayumedia Publishing
Kotler, Philip., Keller, K. (2012). Marketing Management Global Edition Publishing as Prentic Hall


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait