Analisa Saham

Membedah Saham WSBP, Emiten PT Waskita Beton Precast

Profil Singkat Emiten

Salah satu anak perusahaan PT Waskita Karya Persero Tbk yaitu PT Waskita Beton Precast Tbk adalah perusahaan milik BUMN yang bergerak di bidang konstruksi terkemuka di Indonesia khususnya industri manufaktur beton precast serta ready mix. Perusahaan dengan kode saham WSBP ini berhasil mengerjakan berbagai proyek di bidang jalan tol, gedung bertingkat tinggi, jembatan, hingga revitalisasi sungai.

WSBP yang diresmikan menjadi anak usaha pada 2014 lalu, terus mengalami perkembangan pada jumlah produksi yang cukup pesat. Di mana, WSBP memiliki kapasitas produksi mencapai 3,7 juta ton per tahun yang didukung dengan 3 plant, 34 batching plant, serta 2 quarry.

Upaya perkembangan bisnis dengan berekspansi terus dilakukan oleh WSBP hingga pada 20 September 2016, saham WSBP resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum Perdana saham.

Saham WSBP dilepas sebesar 10,54 miliar lembar saham dengan harga penawaran Rp490 per saham yang sukses meraih dana segar mencapai Rp5,16 triliun.

Di mana, kepemilikan saham WSBP sebesar 60 persen dipegang oleh PT Waskita Karya Tbk dengan jumlah 15.816.680.599 lembar saham dan 40 persen dimiliki oleh publik dengan jumlah 10.544.463.000 lembar saham. Selain itu, saham WSBP memiliki kapitalisasi pasar mencapai 6,9 triliun.

Kinerja Keuangan Berdasarkan Laporan Keuangan Terakhir

Masa pandemi yang melanda menyebabkan banyaknya pengerjaan proyek yang tertunda sehingga membebani kinerja WSBP di tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan di akhir kuartal ketiga tahun 2020, WSBP mencatatkan rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp1,142 triliun yang memburuk dibandingkan akhir kuartal sama di tahun lalu dengan catatan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp511,73 miliar.

Kerugian ini seiring penurunan pendapatan yang cukup signifikan dari Rp5,49 triliun menjadi Rp1,44 triliun. Selain itu, pendapatan bersih yang diraih oleh WSBP mencapai Rp1,436 triliun turun 73,86 persen dibanding periode sama di tahun 2019 sebesar Rp5,495 triliun.

Hanya saja, beban pokok pendapatan turun 61,92 persen dari Rp4,509 triliun menjadi Rp1,717 triliun. Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020:

Sementara untuk rasio keuangan dari saham WSBP di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Perbandingan rasio ini menyimpulkan bahwa bisnis WSBP melemah di tahun 2020 karena masa pandemi. Di mana, ROA dan ROE yang minus di sepanjang tahun 2020 dan menunjukkan kemampuan bisnis yang melemah untuk meraih keuntungan.

Akan tetapi, hal tersebut tampak wajar karena efek masa pandemi yang berimbas ke semua bisnis termasuk saham WSBP.

Riwayat Kinerja Keuangan

Dalam 5 tahun terakhir, kinerja keuangan WSBP terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Adapun kinerja keuangan yang dimaksud dapat dilihat melalui tabel berikut:

Di mana, setiap tahunnya pendapatan terus meningkat, hanya saja laba yang harus turun melalui laporan keuangan di tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen Pemegang Saham

Pembagian dividen rutin dilakukan sejak saham WSBP melantai di Bursa Efek Indonesia. Adapun jumlah dividen yang dibagikan WSBP dalam beberapa tahun terakhir:

Pembagian dividen ini rutin dilakukan setiap tahunnya dengan nilai yang naik turun. Hal ini seiring dengan laba bersih yang didapat oleh WSBP harus mengalami penurunan.

Prospek Bisnis WSBP

Selayaknya perusahaan lain yang terdampak masa pandemi, WSBP juga optimis dengan raihan target yang mulai membaik di tahun 2021. Hal ini dibuktikan dengan gencarnya mendapatkan beberapa proyek infrastruktur di tahun ini. WSBP sendiri sudah menargetkan raihan kontrak baru dengan nilai Rp5 triliun.

Jika dilihat dari raihan kontrak di tahun lalu, menurut pihak WSBP, nilai kontrak masih didominasi kontrak eksternal sebesar 54 persen, sementara sisanya 46 persen adalah kontrak internal.

Di tahun 2020 tepatnya Oktober, WSBP mampu merealisasikan kontrak baru dengan nilai mencapai Rp1,68 triliun. Di mana, 38 persen berasal dari kontrak internal serta 62 persennya dari kontrak eksternal.

Sementara di tahun 2021, WSBP masih menghitung proyeksi dari kontrak baru dengan incaran berupa proyek-proyek milik swasta, BUMN, dan anak perusahaan BUMN.

Mengacu pada rencana proyek pembangunan jalan tol serta ibu kota negara baru. Ditambah dengan anggaran negara yang meningkat dari sektor infrastruktur mencapai 48 persen YOY atau Rp417,4 triliun. Di mana, anggaran tersebut akan digunakan untuk proyek infrastruktur meliputi pembangunan jalan, bandara, jembatan, hingga rel kereta api.

Oleh karena itu, pihak WSBP optimistis terhadap prospek bisnis di sektor manufaktur beton di sepanjang tahun 2021. Selain itu, sejumlah strategi yang terus dilakukan dan akan diimplementasikan oleh WSBP meliputi garapan pasar eksternal, pengembangan dan penjualan produk baru, kolaborasi dengan pihak ketiga, hingga meningkatkan agilitas serta daya saing.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Untuk kinerja saham WSBP saat ini tengah mengalami penurunan dengan harga diskon dalam seminggu terakhir. Hal ini bisa dilihat dari PER dan PBV dari saham WSBP yang berada di level -4.64 kali dan 1.23 kali kurang layak untuk dipertimbangkan bagi investasi jangka pendek.

Namun, bagi investor jangka panjang, saham WSBP bisa menjadi pilihan karena kinerja keuangan yang cukup baik dengan prospek bisnis yang menjanjikan di masa mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait