Ekonomi

Daftar Negara Termiskin di Dunia Tahun 2020

daftar negara termiskin di dunia

Ajaib.co.id – Setiap negara memiliki kebijakan atau standar perekonomiannya masing-masing demi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat serta bisnisnya. Bahkan dalam kondisi wabah virus Covid-19 sekarang ini, ratusan negara dari seluruh penjuru bumi tengah mencoba menyiasati agar ekonomi mereka tetap berjalan. Mereka yang kaya mungkin masih bisa bertahan, tetapi bagaimana dengan negara termiskin yang ada di dunia ini?

Amerika Serikat, China, dan Inggris merupakan sekian dari negara yang unggul dari sektor ekonominya. Sementara di satu sisi, banyak negara-negara yang nasibnya justru diterjang badai kemiskinan.

Dalam menilai kekayaan suatu negara dapat diukur dari sejumlah faktor, seperti produk domestik bruto (PDB) per kapita atau paritas daya beli (PPP). Namun, PDB lebih sering dijadikan patokan dalam melihat kondisi perekonomian sebuah negara.

Berdasarkan kutipan data dari International Monetary Fund World Economic Outlook diperoleh bahwa negara yang memiliki PDB per kapita paling rendah sebagian besar ada di benua Afrika. Sejumlah daerah di Afrika masuk dalam kategori negara termiskin di dunia, padahal sebenarnya disana kaya akan mineral alamnya. Cukup ironis memang!

Negara Termiskin di Dunia 2020

Berikut ini adalah daftar negara termiskin di dunia berdasarkan laman Global Finance tahun 2020.

Burundi

Burundi, Afrika
Sumber: EnjoyBurundi – YouTube

Mungkin banyak orang yang belum tahu bahkan mendengar nama Burundi. Burundi adalah negara kecil di Afrika yang menjadi negara paling miskin di dunia. Masalah kemiskinan yang terjadi di negara ini disebabkan karena konflik etnis Hutu-Tutsi.

Sekitar 90% atau 12 juta penduduk di Burundi bekerja di sektor pertanian. Meski sebagian besar kehidupan di negara tersebut bergantung pada pertanian subsisten, kelangkaan pangan masih jadi permasalahan utama.

Tak hanya itu, akses ke air bersih dan sanitasi di Burundi masih sangat rendah. Kemudian akses listrik yang diterima penduduknya kurang dari 5%. Maka tak heran jika tingkat kerawanan pangan disana lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingkan negara di wilayah Sub-Shara Afrika.

Kemudian PDB atas dasar paritas daya beli di Burundi hanya sebesar US$ 727 atau setara Rp10,1 juta (kurs Rp14.000). Namun, di balik miskinnya negara ini, terdapat beberapa keindahan alam yang layak dinikmati, seperti hutan Kibiria National Park dan Rusizi.

Republik Afrika Tengah

negara termiskin - afrika tengah
Sumber: Republik Afrika Tengah/Net

Negara ini sebetulnya memiliki kekayaan emas, minyak, uranium, serta berlian. Akan tetapi kenapa masyarakatnya sangat miskin?

Mirisnya PDB yang dihasilkan Republik Afrika Tengah hanya sebesar US$ 823 atau setara Rp11,5 juta (kurs Rp14.000). Kendati begitu, negara yang penduduknya 75% hidup di bawah garis kemiskinan kini memiliki harapan cerah. Ya, ada tanda-tanda negara ini mengalami kemajuan.

Untuk pertama kalinya sejak merdeka dari Perancis pada 1960, Republik Afrika Tengah akhirnya memiliki seorang presiden yang dipilih secara demokratis di tahun 2016 silam. Namun, permasalahannya adalah sebagian negara tersebut masih dikendalikan oleh pemberontak anti-pemerintah dan kelompok milisi sehingga untuk memulihkan kondisi Republik Afrika Tengah masih banyak tantangannya.

Di negara ini juga terdapat alamnya yang indah, seperti sungai Chinko dan air terjun Chutes de Boali.

Republik Demokrasi Kongo

negara-termiskin-kongo
Sumber: pixnio

Sampai saat ini Kongo masih mengalami penderitaan akibat kediktatoran pemimpinnya, kekerasan terus-menerus, ketidakstabilan politik, hingga penyakit. Bahkan pada 2001 dikatakan ada sekitar 6 juta orang yang meninggal dunia karena krisis di negara tersebut.

Kongo sendiri bukan negara termiskin yang tak punya apa-apa. Mereka memiliki cadangan lebih dari seribu mineral logam dan 80 juta hektar lahan subur yang bisa dimanfaatkan. Dengan sumber alam yang dimiliki itu, Bank Dunia bahwa Kongo berpotensi menjadi negara Afrika terkaya dan pendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Menariknya dari negara ini adalah memiliki berbagai jenis hewan liar, salah satunya gorila. Kalau tertarik ingin menyaksikan kehidupan gorila secara langsung, bisa mengunjungi Kahuzi-Biega National Park.

Eritrea

negara termiskin - eritrea
Sumber: independent.co.uk

Negara di kawasan Afrika Timur ini bisa dibilang sebagai negara paling tidak berkembang yang ada di dunia. Sekitar 65% penduduknya tinggal di daerah pedesaan, sementara 80% lainnya mengandalkan sektor pertanian sebagai pekerjaan utama mereka.

Di sisi lain, ketidakmampuan berkembangnya Eritrea dikarenakan rezim yang berkuasa sejak 1993 dan masyarakatnya yang termiliterisasi. Bidang pertahanan jadi pengeluaran terbesar negara ini dengan terus-menerus menguras sumber daya.

Karena itulah penggerak utama perekonomian Eritrea yang berasal dari pertambangan dan pertanian sangat rentan mengalami fluktuasi harga disertai bahaya iklim.

Niger

negara termiskin - niger
Sumber: fao.org

Negara asal Afrika yang satu ini 80% wilayahnya tertutup gurun Sahara dan seringkali terjadi perubahan iklim yang ekstrem. Niger termasuk dalam negara termiskin lantaran ketahanan pangannya yang kurang sehingga banyak penduduknya yang menderita kelaparan dan mudah terserang penyakit.

Belum lagi mereka tengah dihadapkan dengan konflik militer dari kelompok separatis yang juga afiliasi dari ISIS dan Boko Haram. Sementara perekonomian Niger didorong dari sektor pertambangan, yaitu emas dan uranium.

Meski begitu, kondisi ekonomi Niger justru semakin terpuruk, terlebih di tengah pandemi saat ini. Tercatat PDB atas dasar paritas daya beli hanya mencapai US$ 1.106 atau setara dengan Rp15,4 juta.

Indonesia Bagaimana?

Bali
Sumber: kantar.com

Sebagai warga negara sudah sepatutnya bangga bahwa Indonesia tidak lagi masuk sebagai negara berkembang menurut World Trade Organization (WTO). Itu artinya, Indonesia dinilai sudah berstatus menjadi negara maju.

Namun, status tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi perekonomian dalam negeri karena Indonesia tidak lagi mendapatkan perlakuan istimewa dalam perdagangan. Dicoretnya Indonesia dari kategori negara berkembang akan mempengaruhi batasan minimum (de minimis tresholds) untuk marjin subsidi semakin mengecil agar suatu penyelidikan bea masuk anti-subsidi (BMAS) bisa dihentikan.

Artikel Terkait