Cincin Palladium, Cocokkah untuk Investasi?

cincin palladium
cincin palladium

Cincin palladium kini banyak diminati generasi milenial untuk dijadikan cincin kawin Material ini menjadi solusi untuk penganti pria muslim yang memang dilarang menggunakan emas. Selain itu, bentuk dan warna cincin palladium juga lebih netral untuk pria maupun wanita. Biasanya cincin palladium dipilih pasangan yang ingin perhiasan identik namun tidak terlalu feminin untuk si laki-laki.

Cincin dengan material ini lebih murah dibandingkan emas dan lebih mahal dari perak. Palladium dengan kadar 50% dibandrol dengan harga Rp480.000 per gram pada Mei lalu. Namun apakah cincin palladium untuk investasi perhiasan memiliki nilai yang baik? Sayangnya jawabannya adalah tidak.

Penyebabnya karena popularitasnya yang masih terbatas sehingga minat pasar belum cukup tinggi dibandingkan dengan cincin emas. Akibatnya tidak semua toko perhiasan mau membeli cincin palladium. Jika pun ada maka harganya pasti lebih rendah dibandingkan saat kamu membelinya. Palladium sendiri sebenarnya lebih tahan lama khususnya dari oksidasi atau korosi.

Namun sebenarnya kini palladium semakin diminati pasar dunia. Hal ini terbukti dari performa harga metal ini yang terbaik pada tahun 2018 lalu, dikutip dari Bloomberg. Pada akhir tahun lalu, harga palladium di pasaran mencapai $1.325,13 per ons, nyaris tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikannya berkisar 63% selama lima tahun terakhir, sangat signifikan dibandingkan metal lainnya.

Kenaikan ini salah satunya karena digunakannya metal ini untuk kendaraan hibrid yang mengurangi emisi. Meskipun belum bisa menguntungkanmu, coba simak beberapa alasan palladium makin diminati pasar internasional dikutip dari Bloomberg.com. Hitung-hitung sebagai tambahan pengetahuan investasimu ya.

Suplai Belum Sesuai dengan Permintaan

Harga palladium di pasar internasional terus naik karena pasokannya yang belum bisa memenuhi kebutuhan. Penggunaan palladium sendiri meningkat karena banyak negara seperti Cina yang mulai membatasi tingkat emisi kendaraan. Caranya dengan memaksa produsen mobil meningkatkan jumlah logam mulia yang digunakan. Pasar Eropa juga kini banyak memiliki kendaraan bensin yang menggunakan palladium.

Produksi Terbatas

Palladium selama ini hanya menjadi produk sampingan penambangan platinum dan nikel sehingga produksinya sangat terbatas. Jumlah produksinya bahkan diprediksi tidak akan bisa mencukup kebutuhan pasar di tahun ini. Hal ini pulalah yang memicu kenaikan harga bahkan sempat lebih tinggi dibandingkan emas.

Pengaruh Spekulan

Spekulan juga berperan dalam kenaikan harga palladium. Prediksi harga yang terus naik menjadikan pasar segera beramai-ramai membelinya meskipun harganya naik. Selain itu, banyak pula yang kemudian menarik palladium dari pasaran dan menyewakannya dengan harga yang menguntungkan. Adapula isu penimbunan di Cina khususnya untuk industri otomatif.

Industri Otomatif

Palladium memiliki keunggulan dengan fitur yang sesuai untuk mobil hybrid. Salah satunya adalah ketahanan yang lebih baik terhadap suhu yang lebih tinggi. Kelebihan ini menjadikannya komponen utama dalam perangkat pengendalian polusi untuk mobil dan truk. Di tengah isu krisis global warming, fungsinya meningkatkan pula nilai ekonominya.

Bacaan menarik lainnya:

Benepe, R. And Deshpande, A. (2010). Investing In Gold. Wall Street Transcript


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait