Catat! Ini Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

perbedaan-asuransi-syariah
perbedaan asuransi syariah

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional ada pada praktik pelaksanaan transaksi yang dilaksanakan oleh para pengguna jasa asuransi. Namun, terkadang kamu bingung untuk memilih mana yang lebih bagus.

Padahal sebenarnya asuransi syariah dan konvensional masing-masing memiliki keunggulan dan pemilihannya ada pada kebutuhan pemilik asuransi. 

Maka dari itu, perbedaan asuransi syariah dan konvensional ini perlu kamu ketahui sebelum mengambil pilihan asuransi yang tepat sesuai dengan hatimu.

Diwajibkan Membayar Zakat

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang pertama adalah adanya pembayaran zakat untuk asuransi syariah. Pembayaran zakat ini diambil dari besarnya keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Pembayaran zakat tersebut bisa dibilang diwajibkan untuk pengguna jasa asuransi syariah. Sedangkan untuk asuransi konvensional tidak ada program pembayaran zakat.

Dana Asuransi Milik Pemegang Asuransi

Perbedaan yang cukup signifikan selanjutnya adalah dana asuransi milik pengguna jasa asuransi syariah sepenuhnya milik peserta asuransi. Hal ini dikarenakan pada sistemnya, penyedia jasa asuransi berbasis islami ini hanya dalam posisi pengelola. Berbeda dengan asuransi konvensional yang memiliki wewenang untuk pengalokasian dana yang dimiliki oleh peserta asuransinya.

Perbedaan Pengelolaan Dana Perusahaan

Asuransi syariah lebih mengedepankan kepentingan bersama dan keuntungan peserta asuransi ketika mereka menggunakan jasanya. Proses transaksi pun bisa dibilang lebih transparan dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Sedangkan asuransi konvensional selain premi, ada lagi biaya administrasi yang harus kamu bayarkan. Hal tersebut karena asuransi konvensional mengedepankan keuntungan yang besar dari para pengguna jasanya.

Perbedaan Pengelolaan Dana Tidak Pakai

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional selanjutnya adalah terlihat dari pengelolaan dana tidak pakai. Dana tidak pakai ini bisa saja terjadi, misalnya ketika pemegang polis tidak meninggal dunia dalam batas waktu perjanjian asuransi jiwa, maka dana tersebut bisa hangus di asuransi yang menggunakan sistem konvensional. Sedangkan di asuransi syariah tidak berlaku hal demikian. Pemiliki polis asuransi syariah tetap bisa mengambil dana yang sudah dianggap hangus itu, dan hanya membayar sebagian kecil dana ke pihak penyedia asuransi.

Akad

Akad yang dilakukan dalam proses asuransi syariah disebut sebagai akad hibah (tabarru) yang berpegang pada sistem syariah dan terjamin proses halalnya. Berbeda dengan akad di asuransi konvensional yang disebut sebagai perjanjian jual-beli.

Pengawas Dana

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional berikutnya adalah soal pengawas dana asuransi yang perlu kamu ketahui. Dalam asuransi syariah, terdapat pihak ketiga dari luar yang menjadi pengawas kegiatan asuransi, mereka disebut sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS melakukan pengawasan terhadap terhadap para perusahaan yang bergerak di bidang syariah. Pengawasan dilakukan agar proses transaksi pada perusahaan berbasis syariah itu tetap berpegang pada prinsip syariah.

Sedangkan pada asuransi konvensional, tim pengawas berasal dari dalam perusahaan asuransi itu sendiri.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait