Saham

Cara Memilih Saham yang Tepat Untuk Investor Pemula

Cara Memilih Saham yang Tepat Untuk Investor Pemula

Ajaib.co.id – Mengingat banyaknya saham yang ada di bursa, investor pemula perlu panduan dalam memilih saham yang tepat agar investasinya dapat berkembang dengan baik.

Meskipun bursa saham sedang dilanda penurunan karena Covid-19, berkaca dari penurunan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu kembali bangkit.

Nah, investasimu tentu dapat melebihi kinerja IHSG jika kamu berinvestasi pada saham emiten yang tepat. Sebagai contoh, jika kamu membeli saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) 5 tahun lalu, maka uangmu akan tumbuh 460% & 370%.

Untuk memudahkan investor pemula dalam memilih saham-saham, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan beberapa indeks saham yang dapat digunakan untuk membaca pergerakan saham secara umum.

Saat ini ada 32 indeks yang diterbitkan, 22 diantaranya dibuat oleh otoritas bursa dan sisanya hasil kerja sama dengan pihak swasta. IHSG sendiri merupakan indeks yang dibuat pihak otoritas menggambarkan pergerakan seluruh saham yang ada di bursa.

IHSG biasanya dijadikan patokan pembanding kinerja antar indeks bursa dengan negara lain. Selain itu, IHSG juga dijadikan patokan atas kinerja suatu reksa dana saham.

Beberapa indeks selain IHSG yang dapat dijadikan investor pemula untuk dijadikan rekomendasi dalam memilih saham yakni:

Indeks LQ45

Indeks LQ45 sesuai namanya hanya terdiri dari 45 saham terpilih dengan likuiditas tertinggi dan kriteria tertentu lainnya seperti nilai kapitalisasi dan persentase nilai saham beredar (free float). Pemilihan daftar Saham LQ45 dilakukan setiap 6 bulan.

IDX 30

Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Indeks Sektoral Saham

Indeks yang mengukur performa harga seluruh saham dari masing-masing sektor industri yang terdapat pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

IDX80

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

IDX Value30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX Growth30

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

IDX High Dividend 20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi.

IDX BUMN20

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan yang dinyatakan sebagai saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK).

Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 70 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi.

KOMPAS100

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 100 saham yang memiliki likuiditas yang baik dan kapitalisasi pasar yang besar. Indeks KOMPAS100 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media Kompas Gramedia Group (penerbit surat kabar harian Kompas).

BISNIS-27

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 27 saham yang dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia. Indeks BISNIS-27 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media PT Jurnalindo Aksara Grafika (penerbit surat kabar harian Bisnis Indonesia).

MNC36

Indeks yang mengukur kinerja harga dari 36 saham yang memiliki kinerja positif yang dipilih berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi, dan fundametal serta rasio keuangan. Indeks MNC36 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan media Media Nusantara Citra (MNC) Group.

PEFINDO25

Indeks yang mengukur kinerja harga saham dari 25 perusahaan tercatat kecil dan menengah yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan likuiditas transaksi yang tinggi. Indeks PEFINDO25 diluncurkan dan dikelola berkerja sama dengan perusahaan pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Artikel Terkait