Bingung Cara Menghitung Zakat Penghasilan? Baca Ini Dulu

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Bagi umat muslim, membayar zakat adalah kewajiban yang harus dijalankan. Biasanya orang-orang membayar zakat di bulan Ramadan untuk menjalankan kewajibannya tersebut. Namun, pada dasarnya ada dua jenis zakat umum yang harus ditunaikan pada saat bulan suci Ramadan, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh seluruh umat Islam baik yang tua maupun anak muda. Sementara zakat mal atau disebut juga zakat harta adalah zakat yang wajib ditunaikan bagi mereka yang sudah memenuhi persyaratan sebagai wajib zakat. Selain itu adapula zakat penghasilan yang dapat dibayarkan setiap bulan atau tahunan dari pendapatan. Untuk kali ini kita akan membahas cara menghitung zakat penghasilan, mengingat masih banyak yang bingung.

Apa Itu Zakat Penghasilan?

Sebelum kita mencari tahu cara menghitung zakat penghasilan, tahukah kamu apa itu zakat penghasilan atau zakat profesi?

Zakat penghasilan atau zakat profesi merupakan salah satu cara bagi umat muslim untuk membersihkan harta yang didapat dari setiap pekerjaan yang punya penghasilan berupa uang dan sudah mencapai nisabnya. Zakat penghasilan ini termasuk kewajiban yang harus dikeluarkan oleh muslimin dan muslimah seperti yang dilandaskan pada firman Allah Swt,

Wahai orang-orang yang beriman! Belanjakanlah (pada jalan Allah) sebahagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya (lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat), padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu (kalau diberikan kepada kamu), kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi senantiasa Terpuji.” (Qs Al-Baqarah 267).

Pendapat Ulama Soal Zakat Penghasilan

Di sisi lain, ada perbedaan pendapat dari para ulama kontemporer soal besaran yang ditentukan untuk zakat profesi atau penghasilan. Pendapat yang paling masyhur diutarakan oleh Muhammad Abu Zahrah, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qaradhawi, dan lainnya. Menurut para ulama tersebut, besaran tarif zakat penghasilan sebesar 2,5 persen.

Sementara menurut pendapat KH Didin Hafiduddin zakat penghasilan dapat dianalogikan seperti zakat pertanian yang dikeluarkan ketika menerima panen atau gaji. Apabila seorang muslim menerima pemasukan dari pekerjaan atau profesi tertentu, maka diperbolehkan mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5% pada saat gaji diterima.

Lalu Yusuf Qardhawi yang dikenal sebagai ulama modern beserta Ibnu Abbas tidak mensyaratkan mengeluarkan zakat penghasilan selama satu tahun (haul). Namun, zakat penghasilan ditunaikan langsung saat menerima harta tersebut.

Dalil dari kewajiban zakat penghasilan atau profesi dinyatakan dalam surat (QS.Adz-Dzaariyat (51): 19) yang berbunyi: “Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian”.

Jenis Zakat Penghasilan

Menurut para ulama kontemporer, cara menghitung zakat penghasilan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

· Menurut fatwa MUI 2003 soal zakat penghasilan dapat diperhitungkan selama setahun dan dikeluarkan satu tahun sekali atau bisa juga ditunaikan per bulan supaya tidak memberatkan. Bentuk harta yang diterima adalah pendapatan berupa uang, sehingga dapat di-qiyas-kan sebagai zakat harta (kekayaan/simpanan).

· Zakat profesi yang ditunaikan langsung ketika menerima pendapatan dianalogikan sebagai zakat tanaman. Model penerimaan harta penghasilan ini sama dengan panen atau hasil pertanian.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, zakat profesi atau penghasilan bisa kamu keluarkan tiap bulan pada saat mendapatkan pemasukan yang telah mencapai nisab. Umumnya nisab zakat profesi setara dengan 525 Kg makanan pokok yang biasanya dikonsumsi. Jika sehari-harinya menghabiskan beras sekitar Rp12 ribu per Kg, maka nisab zakat profesi yang dikeluarkan sebesar Rp6,3 juta.

Kemudian jika per bulannya menerima pendapatan sebesar Rp10 juta, maka kamu wajib untuk mengeluarkan zakat profesi. Lalu berapa kira-kira besaran uang yang harus dikeluarkan? Kita ketahui ketentuan tarif zakat adalah 2,5 persen. Jadi cara menghitungnya 2,5% x pendapatan bruto Rp10 juta adalah Rp250 ribu.

Apabila kamu yang sudah mencapai nisab tapi lupa untuk menunaikan zakat penghasilan selama setahun, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk membayarkan zakat tersebut. Cara menghitung zakat penghasilannya = (total pendapatan + bonus) x 2,5%.

Misalnya di samping gaji, kamu mendapatkan bonus sebesar Rp20 juta. Maka, zakat penghasilan yang harus ditunaikan adalah: (Total pemasukan selama setahun Rp120 juta + Rp20 juta) x 2,5% = Rp3,5 juta.

Wajib untuk Berzakat

Bagi seorang muslim yang sudah mapan ekonominya wajib menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya. Zakat tersebut bisa diberikan melalui panitia ataupun langsung didistribusikan sendiri.

Hukumnya berzakat adalah wajib jika memang mampu secara finansial dan sudah mencapai nisab atau minimal pembayaran zakat. Seorang muslim wajib hukumnya mengeluarkan zakat apabila telah memenuhi empat syarat berikut ini.

· Islam

· Barakal dan Baligh

· Merdeka

· Hartanya telah memenuhi nisab

Sucikan Harta dengan Berzakat

Harta yang kamu miliki memang merupakan hasil kerja keras dari pekerjaan sehari-hari. Namun, bukan berarti harta itu menjadi milik pribadi sepenuhnya, karena ada hak untuk orang lain yang harus dibagikan atau dikeluarkan. Oleh karena itu, kita harus menyadarkan diri dengan berzakat supaya harta yang dimiliki jadi berkah dan bersih.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait