Berapa Lama Reksa Dana Cair? Ini Jawabannya

lama reksa dana cair
lama reksa dana cair

Berapa lama reksa dana cair? Pertanyaan tersebut biasanya muncul di pikiran kamu yang tertarik untuk melakukan investasi reksa dana. Hal yang sangat wajar, mengingat reksa dana saat ini adalah salah satu jenis investasi yang menarik perhatian banyak orang. Terutama kaum muda seperti kamu.

Melakukan investasi di usia muda adalah suatu pilihan yang tepat. Supaya nantinya kamu dapat memperoleh hasil yang maksimal ketika telah memasuki usia tua. Namun terkadang hasil dari investasi tersebut tidak sesuai dengan harapan. Maka dari itu kamu perlu mengetahui investasi apa saja yang dapat kamu coba lakukan secara tepat.

Reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang menggiurkan. Namun tidak semua orang mengetahui berapa lama reksa dana cair. Apabila kamu adalah salah satu orang yang tertarik untuk investasi reksa dana, maka perlu mengetahui lamanya reksa dana akan cair. Berikut akan kami jelaskan tentang waktu pencairan reksa dana.

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana merupakan sebuah media yang berfungsi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal yang nantinya akan menjadi investor. Lewat reksa dana, dana dari investor bakal digunakan untuk penanaman modal pada portofolio saham, instrumen pasar uang, dan surat utang.

Reksa dana adalah perangkat penanaman modal yang memiliki manfaat untuk masyarakat. Selain bisa untuk mendapatkan laba atau keuntungan, lewat imbal hasil investasi (return), reksa dana juga mempunyai keuntungan likuiditas. Dengan demikian, akan mudah untuk ditransaksikan kapan saja, baik jual atau beli.

Metode Pembelian Reksa Dana

Bersumber pada peraturan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengenai reksa dana berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Metode pembelian reksa dana yang dilakukan sampai jam 13.00 perlu diproses bersumber pada harga portofolio di hari itu. Sementara itu, pembelian reksa dana yang terjadi setelah atau melewati jam 13.00, maka bakal diproses berdasarkan harga acuan di hari berikutnya.

Kapan Saat Tepat Menjual Reksa Dana?

Ketika kamu mau menjual reksa dana, kamu harus memilih waktu yang tepat, karena jika tidak, bukan keuntungan yang kamu dapatkan, melainkan kerugian. Nah, di bawah ini, Ajaib akan menjelaskan beberapa faktor yang jarus kamu pertimbangkan ketika ingin menjual reksa dana.

#1 Beban biaya penjualan (Back-end loads) 

Jika kamu seorang investor yang memiliki reksa dana back-end load , maka total dana yang akan kamu terima ketika mencairkan unit reksa dana akan sangat terpengaruh. Sebaliknya, beban biaya pembelian (front-end loads) adalah beban biaya yang dikenakan ketika pertama kali menginvestasikan uang ke produk reksa dana. Jadi, keyika kamu terkena front-end sales sebesar 2%, maka investasi kamu akan dikurangi sebesar 2%. Jika reksa dana kamu dikenakan back-end load, beban biaya akan dikurangi dari nilai total reksa dana ketika dicairkan. Biasanya, nilai back-end  load akan lebih tinggi ketika kamu melikuidasi unit reksa dana lebih awal. Jadi, ini bisa kamu pertimbangkan untuk mengoptimalisasi saat melikuidasi unit reksa dana.

#2 Ketika reksa dana berubah

Meski reksa dana kamu diarahkan untuk mendapatkan return jangka panjang, itu bukan artinya kamu harus menahan reksa dana tersebut. Tujuan investasi reksa dana adalah meningkatkan investasi dari waktu ke waktu, bukan untuk menunjukkan loyalitas kamu pada sektor tertentu, kelompok aset, atau fund manager tertentu.

Menurut Kenny Rogers, kunci sukses berinvestasi reksa dana adalah mengetahui kapan untuk menahannya dan kapan untuk ‘melipatnya’. Di bawah ini adalah 4 (empat) situasi di mana kamu tidak perlu menjualnya. Namun, situasi ini bisa menjadi peringatan bagi kamu untuk waspada.

a. Perubahan fund manager 

Ketika kamu menyimpan dana di dalam investasi reksa dana, berarti kamu menempatkan sejumlah dana dan percaya pada keahlian dan pengetahuan fund manager atau manager investasi yang kamu pilih, dan kamu juga pasti berharap investasi tersebut bisa memberikan hasil investasi yang bagus sesuai tujuan investasi. Jika laporan kuartalan dan tahunan yang kamu terima mengindikasikan bahwa reksa dana yang kamu pilih memiliki manajer baru, cobalah perhatikan reksa dana tersebut.

Jika reksa dana yang kamu miliki meniru pergerakan indeks atau tolok ukur tertentu, mungkin ini agak mengkhawatirkan karena reksa dana tersebut kurang dikelola secara aktif. Prospektus reksa dana, seharusnya mengindikasikan alasan perubahan manajer. Jika prospektus menyatakan tujuan reksa dana tetaplah sama, mungkin ada baiknya untuk memerhatikan imbal hasil reksa dana hingga tahun selanjutnya. Agar lebih meyakinkan, kamu juga bisa melakukan riset pengalaman dan kinerja sebelumnya dari manajer baru tersebut.

b. Perubahan strategi 

Jika kamu telah melakukan riset sebelum berinvestasi pada produk reksa dana, kemungkinan besar kamu berinvestasi di reksa dana yang secara akurat merefleksikan tujuan finansial. Jika fund manager kamu tiba-tiba berinvestasi pada instrumen keuangan yang tidak mencerminkan tujuan awal reksa dana, kamu perlu melakukan evaluasi terhadap reksa dana yang kamu miliki. Misalnya, jika reksa dana saham berkapitalisasi kecil yang kamu miliki mulai berinvestasi di sejumlah saham berkapitalisasi sedang atau besar, risiko dan arah reksa dana mungkin berubah. Perhatikan, apakah reksa dana tersebut secara khusus mensyaratkan untuk memberitahukan pemilik saham akan setiap perubahan pada prospektus asli.

Perlu diketahui juga bahwa sejumlah reksa dana mungkin mengubah namanya untuk menarik banyak pelanggan, terkadang ketika mereka mengubah namanya, akan ada juga perubahan strategi didalamnya. Ingatlah, kamu harus merasa nyaman dengan arah baru reksa dana tersebut, sehingga jika perubahan itu mengganggu, jual segera.

 c. Kinerja rendah yang konsisten 

Kondisi ini bisa agak menipu selama difinisi “kinerja rendah” berbeda antar tiap investor. Jika imbal hasil reksa dana selalu buruk selama satu periode atau kurang dari setahun, melikuidasinya dari portofolio kepemilikan Anda mungkin bukanlah ide bagus jika reksa dana tersebut hanya mengalami fluktuasi jangka pendek. Kendati demikian, jika Anda mengetahui bahwa reksa dana tersebut berkinerja buruk secara signifikan selama dua tahun atau lebih, mungkin inilah saatnya untuk memangkas kerugian dan melangkah lebih lanjut. Untuk membantu memutuskan, bandingkan kinerja reksa dana dengan tolok ukur atau reksa dana yang mirip. Perbandingan kinerja yang sangat jauh berbeda seharusnya menjadi sinyal untuk menjual reksa dana.

 d. Reksa dana menjadi terlalu besar 

Dalam banyak kasus pertumbuhan reksa dana yang sangat pesat dapat mengaburkan kinerjanya. Semakin besar reksa dana, semakin berat juga untuk memindahkan aset dalam portofolio secara efektif. Di mana, besaran reksa dana biasanya lebih sebagai isu akan fokus reksa dana atau reksa dana berkapitalisasi kecil, yang berhubungan dengan jumlah bagian yang lebih kecil atau investasi pada saham yang memiliki volume atau likuiditas rendah.

#3 Ketika portofolio pribadi Anda berubah

Selain perubahan dalam reksa dana, kamu juga bisa mencairkan unit reksa dana ketika terjadi perubahan lain dalam portofolio pribadi, dan memindahkan dana reksa dengan mentransfer uang ke portofolio yang lebih sesuai. Di bawah ini dua alasan yang dapat dengan cepat mendorong kamu untuk melikuidasi unit reksa dana:

a. Kebutuhan untuk menyeimbangkan portofolio 

Jika kamu menetapkan satu set model alokasi yang ingin dipatuhi, kamu perlu menyeimbangkan kepemilikan reksa dana pada akhir tahun untuk mengembalikan portofolio ke posisi aslinya. Dalam kasus ini, kamu perlu menjual atau atau membeli lebih banyak reksa dana yang sesuai dengan portofolio untuk mengembalikan portofoliokembali pada keseimbangan awal. Selain itu, kamu juga perlu memikirkan keseimbangan kembali jika tujuan tersebut berubah. Misalnya, ketika kamu memutuskan untuk mengubah strategi pertumbuhan menjadi reksa dana yang memberikan pendapatan yang bagus, maka kepemilikan reksa dana saat ini mungkin tidak akan cocok lagi.

b. Membutuhkan pengurangan pajak 

Jika reksa dana kamu mengalami kerugian yang cukup signifikan dan kamu memerlukan pengurangan pajak untuk mengimbangi keuntungan yang dihasilkan dari investasi lainnya, kamu bisa mencairkan unit reksa dana dengan tujuan menutup kerugian dengan keuntungan yang diperoleh.

Perhitungan Reksa Dana yang Akan Dijual

Untuk penanam modal atau nasabah yang akan menjual reksa dana. Maka manajer investasi sebagai pihak yang mengoperasikan dana (fund manager). Mempunyai tenggat waktu untuk membayar uang investor sampai 7 hari kerja atau T+7 (Sabtu, Minggu, serta hari tanggal merah tidak dihitung). Setelah penanam modal menjual reksa dana miliknya.

Pada saat penanam modal melakukan penjualan reksa dana sebelum jam 13.00. Maka, hari setelah transaksi (T+1) akan mulai untuk dihitung pada keesokan harinya. Sementara jika nasabah melakukan penjualan melewati jam 13.00, maka perhitungan T+1 bakal dihitung saat lusa.

Metode cepat maupun tidaknya pencairan (redemption) reksa dana berdasarkan pada kriteria reksa dana yang dimiliki penanam modal atau nasabah. Walaupun lama proses transaksinya maksimal T+7. Salah satu alasan cepat atau tidaknya reksa dana cair, yaitu adanya kas dalam distribusi aset produk dari reksa dana tersebut.

Lama Reksa Dana Cair Hingga 7 Hari Kerja?

Lama reksa dana cair bisa sampai 7 hari kerja, sebab terdapat kebijakan serta proses yang perlu dilewati. Dana investasi yang kamu miliki tidak lagi dalam bentuk cash yang dapat diambil kapanpun. Tapi dalam bentuk obligasi, aset saham, surat utang negara, maupun deposito yang sebelumnya telah dibelikan oleh manajer investasi reksa dana.

Maka dari itu, pada saat kamu melakukan penjualan reksa dana, tidak langsung otomatis dikirim ke rekening kamu. Namun, manajer investasi reksa dana harus melakukan penjualan dari instrumen-instrumen investasi tempat danamu diinvestasikan terlebih dahulu.

Proses rekapitulasi berapa jumlah penjualan reksa dana di hari itu bakal dicatat dan diadministrasi oleh Bank Kustodian. Baru setelah itu ditransfer ke rekening penanam modal. Hal tersebut tidak dapat selesai dalam tempo sehari saja, namun prosesnya membutuhkan waktu beberapa hari.

Ketetapan dari OJK

Seperti yang telah kami ulas di atas, Otoritas Jasa Keuangan memberikan tenggat waktu proses pencairan maksimal 7 hari kerja. Kenapa pencairan reksa dana bisa hingga 7 hari? Begini ilustrasi dari pertanyaan berapa lama reksa dana cair.

Kamu membeli reksa dana CIMB Principal Index IDX30. 100 persen dana tersebut kamu belikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu di kemudian hari, reksa dana tersebut rencananya akan kamu jual.

Maka, kamu tidak dapat memperoleh dana tersebut secara langsung dengan cepat. Sebab, CIMB Principal Asset Management harus terlebih dahulu menjual saham di portofolionya. Perlu waktu dalam metode transaksi penjualan saham itu. Sebab, Bursa Efek Indonesia juga mempunyai sebuah aturan sendiri mengenai proses transaksi (settlement) saham (T+2).

Artinya, saat hari ini melangsungkan suatu penjualan, CIMB Principal Asset Management baru bisa memperoleh dana 2 hari kerja selanjutnya. Sebab itu, mayoritas penjualan reksa dana saham tercepat maksimal adalah T+3 (3 hari kerja).

Jika dana investor tidak sempat dikirim oleh Bank Kustodian di hari ke-3 usai hari atau waktu transaksi. Bank Kustodian bakal melakukan pengiriman dana pada keesokan hari. Dengan demikian, proses penjualan terjadi selama T+4 atau 4 hari kerja. Tapi, proses pencairan dana ini seringkali dapat terjadi hingga T+7 atau 7 hari kerja, jika nilai transaksi investor sangat besar jumlahnya.

Contoh Lama Pencairan

Contoh, jika ada beberapa nasabah yang akan mencairkan reksa dana, dengan jumlah keseluruhan lebih dari Rp1 miliar. Manajer investasi bakal melakukan penjualan portofolio saham itu dengan bertahap di Bursa Efek Indonesia. Supaya mendapatkan nilai jual saham terbaik.

Penjualan saham yang dilakukan dengan cara bertahap serta lewat dari 1 hari tentu saja bakal memberikan pengaruh pada waktu settlement. Pengaruh tersebut lalu menjadikan metode penarikan uang nasabah dapat lebih lama. Tapi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan batas waktu penjualan reksa dana selama T+7 atau 7 hari kerja.

Itulah penjelasan kami mengenai berapa lama reksa dana cair. Semoga dapat menjawab pertanyaan bagi kamu yang akan melakukan investasi reksa dana. Selamat mencoba.

Bacaan menarik lainnya:

Reilly, F. K., & Brown, K. C. (2006). Investment Analysis and Portfolio Management (8thed). Thomson South-Western


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait