IHSG Terkoreksi 1,22%, Saham MBSS Naik +48% Usai Kontrak Baru dan Buyback
Ratih Mustikoningsih•October 26, 2026

Key Takeaway:
- IHSG mengakhiri reli penguatan empat hari beruntun dengan koreksi 1,22% ke level 5.373,09 pada Senin (26/10/2026).
- Investor asing mencatatkan net foreign sell Rp2,03 triliun di pasar reguler, terutama pada saham BMRI, TLKM, BBCA, dan BBRI.
- Saham MBSS melonjak 8,63% pada perdagangan hari ini dan menguat 48% secara month-to-date (MtD), didukung kontrak pengangkutan material berdurasi lima tahun dan rencana buyback Rp200 miliar.
IHSG Hari Ini 26 Oktober 2026: Koreksi 1,22% Usai Reli Empat Hari

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri tren penguatan empat hari berturut-turut setelah ditutup melemah 1,22% atau 66,16 poin ke level 5.373,09 pada perdagangan Senin (26/10/2026). Tekanan jual investor asing menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan indeks.
Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp2,03 triliun di pasar reguler. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran aksi jual, terutama saham perbankan dan telekomunikasi.

Meski demikian, beberapa saham masih mampu bertahan di zona hijau. Saham UNVR, BBNI, dan AADI menjadi tiga saham dengan kenaikan terbesar di indeks LQ45, sedangkan WIFI, MDKA, dan MBMA masuk dalam daftar saham dengan koreksi terdalam.
Berikut ringkasan perdagangan IHSG pada 26 Oktober 2026.
| Indikator | Data |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 5.373,09 |
| Perubahan IHSG | -1,22% (-66,16 poin) |
| Level tertinggi | 5.453 |
| Level terendah | 5.349 |
| Nilai transaksi | Rp15 triliun |
| Volume transaksi | 369 juta lot |
| Frekuensi transaksi | 1,81 juta kali |
| Net foreign sell di pasar reguler | Rp2,03 triliun |
Asing Lepas Saham Big Caps, BMRI hingga BBCA Tertekan
Aksi jual investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu sorotan perdagangan hari ini. Sejumlah saham unggulan mencatatkan arus dana keluar dalam jumlah signifikan.
Berikut saham dengan nilai net foreign sell terbesar berdasarkan data riset yang tersedia.
Tekanan jual pada saham-saham tersebut turut membebani IHSG. Meski begitu, pelemahan sempat berupaya diredam melalui pergerakan harga pada sesi pre-closing.
Aksi jual asing menjadi salah satu indikator yang dapat dipantau investor untuk memahami dinamika pasar. Namun, pergerakan dana asing perlu dilihat bersama faktor lain, seperti kinerja perusahaan, valuasi, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
BRIS Rebound 3,43%, BBNI Bertahan di Zona Hijau

Di tengah koreksi IHSG, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berhasil rebound 3,43%. Penguatan tersebut disertai net foreign buy sebesar Rp40,8 miliar.
Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah rencana penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp2 triliun. Instrumen tersebut memperoleh peringkat idAAA(sy) dari Pefindo, dengan indikasi kupon ekuivalen 7,00%-7,20%.
Dana hasil penerbitan sukuk ditujukan untuk pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan, termasuk kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS). Periode penawaran umum dijadwalkan pada 4-6 November 2026.
Penerbitan sukuk menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan tanpa menerbitkan saham baru yang berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham lama. Meski demikian, dampaknya terhadap kinerja dan valuasi saham tetap perlu dicermati lebih lanjut.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,46% di tengah pelemahan pasar. Pelaku pasar turut menantikan publikasi laporan keuangan emiten pada Selasa (27/10/2026).
MBSS Melonjak, Didukung Kontrak Baru dan Buyback Rp200 Miliar

Saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian di tengah koreksi pasar. Berdasarkan data riset yang diberikan, saham MBSS menguat 8,63% pada perdagangan 26 Oktober 2026 dan telah naik sekitar 48% secara month-to-date (MtD).
Penguatan tersebut sejalan dengan dua katalis utama, yaitu penandatanganan kontrak pengangkutan material berdurasi lima tahun dan rencana pembelian kembali saham (share buyback).
Pada 26 Oktober 2026, MBSS meresmikan penandatanganan perjanjian pengangkutan material dengan PT Global Energi Lestari (GEL). Kontrak tersebut mencakup target volume pengangkutan sebesar 500 juta metrik ton (MT) per bulan atau setara 6 juta MT per tahun, sebagaimana tercantum dalam data riset yang diberikan.
Kontrak berdurasi lima tahun ini memberikan visibilitas terhadap kegiatan operasional MBSS untuk periode mendatang. Namun, realisasi volume dan dampaknya terhadap pendapatan tetap perlu dipantau seiring pelaksanaan kontrak.
Selain kontrak baru, MBSS juga mengumumkan rencana buyback saham dengan dana maksimal Rp200 miliar. Periode pelaksanaan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, yakni pada 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.
Buyback merupakan aksi korporasi yang perlu dicermati dari sisi realisasi, harga pelaksanaan, dan dampaknya terhadap struktur permodalan perusahaan. Rencana tersebut tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga saham.
Dengan kombinasi kontrak baru dan rencana buyback, MBSS menjadi salah satu emiten yang layak masuk dalam daftar pantauan investor untuk mempelajari perkembangan fundamental serta aksi korporasinya.
Untuk memahami pergerakan saham di tengah tekanan jual asing, kamu bisa memanfaatkan fitur Broker Flow di Ajaib Terminal untuk memantau aktivitas transaksi broker dan melihat dinamika distribusi maupun akumulasi saham. Nikmati promo broker fee Rp0 dengan transaksi di Ajaib Terminal.
Top Gainers dan Top Losers LQ45 Hari Ini
Selain pergerakan saham MBSS, investor dapat mencermati saham-saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar di indeks LQ45 untuk melihat perbedaan kinerja antarsaham di tengah koreksi IHSG.
Top 5 Gainers LQ45
Top 5 Losers LQ45
Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa pelemahan indeks tidak selalu diikuti oleh penurunan seluruh saham. Karena itu, investor perlu menilai setiap emiten berdasarkan kondisi dan katalisnya masing-masing, bukan hanya mengacu pada arah IHSG.
Apa yang Perlu Dipantau Investor Selanjutnya?
Setelah IHSG mengakhiri reli empat hari beruntun, investor dapat mencermati beberapa indikator berikut:
- Arus dana asing: Perhatikan apakah aksi jual asing pada saham-saham berkapitalisasi besar berlanjut atau mulai mereda.
- Laporan keuangan emiten: Pantau publikasi laporan keuangan yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026 beserta perkembangan kinerja masing-masing perusahaan.
- Aksi korporasi: Cermati perkembangan kontrak baru dan realisasi buyback MBSS, serta rencana penerbitan sukuk BRIS.
- Pergerakan saham individual: Bandingkan pergerakan harga dengan volume transaksi dan informasi fundamental untuk memahami faktor yang memengaruhi setiap saham.
Di tengah volatilitas pasar, investor dapat mempertimbangkan diversifikasi aset sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Diversifikasi dapat membantu mengelola konsentrasi portofolio, meskipun tidak menghilangkan risiko kerugian.
Pantau pergerakan IHSG, analisis saham potensial, dan susun strategi trading sesuai profil risiko serta rencana investasimu melalui Ajaib.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI, Ajaib Terminal.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas menyusun informasi ini berdasarkan riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak mana pun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual atau beli efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!